waduh, udah lama banget nggak bikin tulisan apa-apa disini. hahahha hari ini saya absen dulu aja menandakan bahwa saya masih ada. semoga diwaktu mendatang saya rajin ngisi lagi blog ini.
Thursday, May 16, 2024
Wednesday, August 3, 2022
Perjalanan Dua Minggu Jadi Kontributor di Shutterstock
![]() |
| penghasilan saya di shutterstock |
Thursday, July 14, 2022
Life begins at 50. Sekarang atau 50 tahun lagi?
Monday, June 20, 2022
niat aktif nulis tapi balik lagi vakum, wacana melulu
Entah sudah berapa lama saya nggak beberes lagi di rumah virtual ini. Rasanya tiap tahun sih pasti ada secercah emangat untuk selalu update blog, tapi niat kembali lagi jadi niat. Beberapa saat lalu juga sempet kepikiran buat nulis lagi tentang apapun, berusaha tidak mengurung diri dengan tema yang mau ditulis. pengennya sih mengalir aja. Tapi yang namanya niat ya tetep aja cuman niat.
Hari ini entah tiba-tiba nyasar lagi kesini, hahahahhah secercah niat itu kembali hadir. Sempet mikir gimana ya caranya supaya tetep ada kegiatan menulis. Agak berpikir keras, apa harus nulis dari passion aja gitu, atau hal-hal yang ringan atau rubah jadi jurnal harian aja tempat curhat.
Ngeblog itu emang perlu usaha dan niat tulus sih. Masa menulis berganti dengan masa audio visual, rentang konsentrasi orang pun teralih dari membaca ke menonton. Ah lagi-lagi loncatan media seperti yang terjadi saat masa keemasan TV. Saat membaca koran tergantikan oleh berita di televisi, mendapatkan update berita dengan lebih mudah dengan mononton TV daripada membaca.
Pengen ikut-ikutan di area media audio visual tapi udah kebayang strugglenya buat bikin apalagi ngarep orang mo nonton. Hahahah tiap area memang ada battle field tersendiri. Nah, jadi sebelum semakin berkarat, skill menulis hilang, kemampuan bahasa yang baik juga tergerus dengan kemalasan, diputuskan dimulai dari tulisan ini deh.
Harapannya sih semoga semangat aktualisasi diri kembali bersemi. Nggak apa-apa segini juga nanti juga bakal ada lebihnya. Setidaknya ada semangat untuk menulis dan mengolah rasa bahasa yang hampir hilang.....
Semoga rumah ini kembali hangat, rame dan menghasilkan karya yang berguna... yuk mulai lagi deh, semangat....
Friday, February 26, 2021
Lensa (Cici) Meike
.
Tapi secara keseluruhan sih lensa ini buat saya yang cuman entusias fotografi dan tidak paham teknis menyatakan bahwa lensa ini mumpuni untuk mengeksplore banyak hal yang terlewati selama menggunakan kamera full auto. Kata beberapa orang, hasil foto dari lensa ini terlalu tebal vignettenya (dan lagi-lagi saya nggak bisa lihat perbedaannya). Tapi, secara keseluruhan sih lensa meike ini mempunyai kelebihan : murah, berbahan besi, ekonomis, hasil mumpuni (untuk saya yang nggak bisa bedain lensa bagus dan mahal ya) dan kekurangannya seperti: berat, manual focus, ada vinette (kata yang bisa bedain)
Nah penasaran nggak hasil foto pake lensa meike seperti apa hasilnya…. Hmmm saya juga kaget sendiri sih, ternyata nggak mengecewakan dan nggak kalah sama kamera nifty fiftynya canon. Beberapa foto saya ambil semua pake meike 50mm. Layaklah dicoba untuk murid sekolah (selamanya) motret seperti saya.
Saturday, January 30, 2021
Camera, action!
Semoga bukan hal yang aneh mancing semangat nulis dengan membahas kamera, benda yang paling setia merekam perjalanan suka, duka, tobat, dan ngaco. Iya, saya nggak bisa membahas komputer, aplikasi ataupun alat bantu tulis lainnya karena saya gaptek dan tool yang itu bukan hal yang saya kuasai juga sih.
Nah berbicara tentang kamera pegangan saya, Canon M3, kamera mirrorless yang cukup berumur tapi masih bekerja dengan baik dan menurut salah satu youtuber yang mereviewnya, kamera ini masih layak untuk dipake ngevlog. Beratnya yang ringan dan bentuknya yang simpel jadi pertimbangan. Kekurangannya hanya satu, batere yang kecil dan cepat habis mengharuskan siaga "ngecas" setiap selesai dipakai. Belum ada rencana untuk mengganti kamera yang saya dapatkan dari toko loak di Hamamatsu karena rasanya teknologi kamera terbaru belum banyak berubah. Dan masih banyak fitur yang ada juga saya belum khatam.
Beberapa teman fotografer sih berpendapat lebih baik investasi di lensa daripada bodi, karena lensa akan menentukan hasil dari jepretan kita.Semakin bagus lensa (dan semakin mahal) akan semakin bersih dan jernih hasil fotonya. Karena saya cuman level penggembira, saya memutuskan untuk membeli lensa yang sesuai dengan kantong saya. Lagian lensa mahal akan terlihat jika kita berniat mencetak foto segede pintu, kalo untuk update instagram mah cukuplah lensa-lensa entry level. Dan lagi-lagi toko loak menolong saya memenuhi kebutuhan 3 lensa canon seri M yang saya butuhkan, yaitu lensa wide, tele dan kit. Masing-masing lensa cukup menurut saya untuk mewakili keperluan dan kepentingannya (padahal nanti saya nyesel dikit kenapa nggak beli lensa ini kenapa nggak yang itu). Untuk lensa kit, penjual sih wanti-wanti ada kerusakan di motornya jadi suka nggak fokus, tapi Alhamdulilah sih sampe sekarang masih bekerja dengan baik semua lensa itu.
Ada satu lensa yang saya pengen sih, the legend nifty fifty lensa 50 mm Canon. Sesuai dengan namanya, lensa ini body plastik tapi hasil bokehnya mumpuni. Nah, sayangnya lensa ini membutuhkan adaptor di kamera mirrorless, punya saya entah raib kemana si adaptor teh. Niatnya nyari adaptor sempalan buat canon malah nggak sengaja liat di google ternyata lagi rame lensa Cina buat mirrorless tanpa harus beli adaptor lagi. Setelah puas ngapalin review para youtuber akhirnya saya putuskan buat meminang satu lensa merek Meike. Jadi lensa ini semakin melengkapi koleksi lensa yang ada. Cerita lensa Meike van China nanti ya, kan lumayan buat ide postingan berikutnya hihihihi.
Jadi selama beberapa waktu ini saya berusaha untuk belajar motret lagi, khususnya indoor, sampe rela ngikutin beberapa kelas motret, mulai dari yang basic sampe yang agak pro. Banyak ilmu yang saya dapatkan dari kelas-kelas ini mulai dari teknis sampai dengan komposisinya. Karena nggak kemana-mana, jadi objek saya biasanya yang deket-deket dan korbanya kalo nggak makanan, langit dan bunga. Untuk indoor saya akui sampai sekarang ilmu saya masih sangat jauh belum berkembang dibandingkan outdoor. Outdoor itu buat saya enak karena nggak usah lagi menyusun objek, indoor agak riweuh dengan preparasi dan menyusun objek dan masuknya cahaya supaya enak dipandang mata. Pada akhirnya, menurut kawan saya, semua foto itu bagus, tapi kalo foto keren itu masalah rasa aja sih.
Nah, ngomongin kamera dan foto itu jadi bahan asyik juga untuk memulai postingan disini.Yang jelas keduanya sama kudu ada aksi, sekali lagi aksi. Seperti para sutradara yang meneriakkan, "Camera, action..."! Semoga aksi posting saya kali ini akan terus berlanjut, karena hanya dengan posting di blog ini akan hidup ya. Terimakasih loh udah mau mampir dan meluangkan waktu untuk membaca disini, semoga kita berjumpa di postingan berikutnya ya..
Tuesday, April 21, 2020
karena saya menolak jadi blogger veteran...
Monday, February 18, 2019
Vincent van Gogh, just my simple thought.
Friday, July 6, 2018
Karena Green Tea bukan hanya Matcha
Wednesday, May 16, 2018
Bingung pilih omiyage khas Jepang, Gotochi bisa jadi solusi
Tuesday, April 17, 2018
Pengalaman mengurus pindahan sekolah anak dari Jepang ke Bandung
Monday, October 23, 2017
Kochia, saat semak tidak harus selalu hijau
Wednesday, October 18, 2017
Haru Yasumi, Liburan musim semi yang penuh dengan bunga
Musim semi salah satu musim favorit saya, karena suhu mulai menghangat. Udara yang dingin bikin mager maksimal, apalagi harus ngayuh sepeda, rasanya kulit muka jadi super kenceng kena dingin. Kayaknya bukan cuman saya, tapi juga tanaman bergembira dengan datangnya musim semi. Hal ini terbukti dengan dimulainya kegiatan berkebun para ibu-ibu. Di musim ini pula seluruh kegiatan sekolah dan kuliah dimulai. Jadi rasanya nambah semangat masuk ke kampus disambut dengan mekarnya bunga-bunga.Datangnya musim semi atau disebut dengan Haru selalu ditunggu karena di musim inilah bunga khas Jepang muncul, sakura. Kehadiran sakura setiap kotanya berbeda tergantung suhu terhangat. Biasanya di mulai dari Okinawa terus naek ke Kyushu, Tokyo, dan Hokkaido paling terakhir. Sakura hanya singkat, dua minggu dan gugurnya bisa cepat kalo hujan sering datang. Biasanya TV dan koran akan mengumumkan puncak mekarnya sakura dan orang-orang menantikan karena akan ber-hanami. Hanami sendiri berasal dari kata hana yang berarti bunga dan mi yang berarti melihat. Hanami dilakukan sambil piknik di taman-taman yang penuh dengan bunga sakura. Nah disinilah serunya, karena semua orang ingin menikmati hanami, jadi bakal dipastikan ingin mendapatkan spot terbaik. Jadi kita dulu-duluan ke koen (taman) sambil nyari posisi yang paling PW dengan menandainya sambil menaruh tiker ditempat yang kita inginkan. Dan menjelang makan siang, taman yang biasanya sepi jadi ramai, seramai-ramainya.
Waktu pertamakali hanami saya dan teman-teman sempet salah waktu. Kita pergi ke koen jam 9 pagi dan langsung tancap menyantap sajian yang ada. Terus kita liat sekeliling kok sepi ya, apa kota ini sedikit penduduknya. Ternyata kita kecepetan. Orang-orang datang menjelang makan siang saat amunisi kita sudah habis disingkat. Justru pas saat rame kita udah nggak bisa ngapa-ngapain lagi. Dan, nggak ada warung... jadi kita nyengir-nyengir aja liat orang menikmati santap siang yang keliatannya enak. wkkwkw udah laper lagi soalnya.
Setiap pengunjung bakal mengeluarkan amunisi bento terbaiknya, beberapa orang akan mulai membuka sake. Nah ada kepercayaan bahwa kalo sake kejatuhan kelopak sakura akan beruntung. Heheheh dasar saya kalo denger kata beruntung pasti pengen ada kelanjuntannya... beruntungnya kenapa (sambil ngarep bakal menang lotere) dan kata orang Jepang kamu beruntung karena kejatuhan kelopak sakura. Nggak tiap orang bisa kejatuhan kelopak sakura. Hehehhehe ooooo itu beruntungnya. Padahal saya udah ngarep keberuntungan yang sangat besar dari sekadar kelopak sakura.
Alhamdulillah, hanami tahun ini saya diapelin sama suami, jadi kita bisa menikmati bersama. Kita berhanami sampe ke Hamamatsu flower park, salah satu taman terbesar yang ada disini. Dan saat itu juga tulip bermunculan, jadi pemandangan taman bener-bener indah banget.
Saya ternyata kudet tentang perbungaan. Saya pikir bunga tulip itu hanya ada di Belanda. Bukan apa-apa selama ini saya selalu punya gambaran bunga itu hanya tumbuh di negara kincir angin. Ternyata di Jepang juga ada tulip hehehehhehehe. Dan kata informan saya yang pernah ke kebon tulip di Belanda, tatanan tulip di Jepang lebih "berwarna" daripada di Belanda.
Sayangnya munculnya bunga-bunga berarti banyaknya pula serbuk sari yang berterbangan. Nah, dimusim ini pula biasanya kafun atau alergi serbuk bunga bermunculan. Sampai-sampai di setiap ramalan cuaca akan selalu diberitakan berapa persentase polen hari itu. O iya, laporan cuaca di TV Jepang itu sangat detil, sampe-sampe diinformasikan apakah hari ini cocok untuk jemur pakaian atau tidak heheheheh. Eh balik lagi ke kafun. Buat yang alergi bukan cuman bersin-bersin tapi juga gatal-gatal di sekitar mata, berairnya mata dan hidung, bahkan sampe ke bengkak. Biasanya toko-toko akan menjual kacamata khusus untuk menghindari serbuk bunga juga dimulainya musim orang bermasker. Bahkan ada yang menjual pakaian yang anti kafun segala.
Tuesday, October 10, 2017
Liburan musim panas terakhir di Hamamatsu
Nggak kerasa kalo saat ini sudah dua natsu (musim panas) terlewati dan rasanya waktu untuk pulang semakin dekat. Jepang mempunyai cuaca empat musim seperti Fuyu (musim dingin), Haru (musim semi), Natsu (musim panas) dan Aki (musim gugur). Semua musim dinikmati dengan caranya tersendiri, ada bermacam matsuri (festival), makanan dan pakaian yang berbeda untuk tiap musimnya. Saat musim panas inilah liburan anak sekolah terpanjang dan kegiatan di luar rumah merupakan kegiatan favorit. Cuman panasnya itu yang suka kebangetan dan pemerintah menghimbau untuk menghemat listrik dengan menyalakan AC manteng di 28 derajat saja. Walhasil kalo udah gini, kipas angin jadi andalan untuk menyejukkan tubuh. Di musim ini pula para toko biasanya membagikan kipas-kipas secara gratis untuk para pengunjungnya, nah kerjaan kita emang bolak-balik masuk toko demi mendapatkan gambar kipas yang berbeda. Selain itu handuk panjang kecil jadi trend semua orang untuk menghapus keringat yang menetes derasnya... gayanya persis sih kayak abang becak tapi gunanya ngurangin lengket badan.Derajat kepanasan yang ada sangat menyebalkan. Disinilah saya mengerti kenapa minuman semacam ion water sangat banyak dijual, karena memang dehidrasi berat sangat sulit dihindari. Beruntung tahun ini akhir puasa jatuh pada awal Natsu, jadi perjalanan panjang matahari hanya dialami saat akhir saja. Berbeda dengan tahun lalu, kami menjalani puasa full saat musim panas, yang ada siang hari kita cuman bisa tiduran ditemani kipas angin atau berendam air dingin demi mencegah rasa haus. Nah, bagian seger-segernya sih di musim ini ada kakigori dan ramune. Ramune adalah istilah untuk lemonade, nah kenapa jadi ramune...karena dari pengucapan remone- dan akhirnya jadi ramune. Soal rasa ramune sih biasa aja, minuman bersoda, masih kalah sama soda gembira. Kita bahas yang istimewa aja lah, Itu tuh si Kakigori yang nggak ada hubungannya dengan kaki kambing :P.
Thursday, August 31, 2017
Ngasuh Bocah di Shinkansen Museum Nagoya
SCMAGLEV & Railway Park adalah museum kereta milik JR (Japan Railway) yang memiliki koleksi kereta cepat mulai dari kereta api, elektrik sampai ke teknologi terkini, yaitu magnetik. SCMAGLEV adalah singkatan dari Super Conducting Magnetic Levitation. Yap bener...seperti foto levitasi yang melayang. Jadi kereta shinkansen magnetic itu rodanya melayang karena gaya magnetik tidak seperti kereta konvensional menempel pada rel. Itulah sebabnya kereta ini bisa memacu kecepatannya secara maksimal.
Selain itu di area koleksi shinkansen juga ada miniatur tiket counter,cara shinkansen bekerja, sampai kursi green car (kelas eksekutif) jadi disini kita bisa mendapatkan pengalaman mulai dari membeli tiket sampai merasakan duduk di kursi nyaman. Karena tidak semua orang Jepang juga berkesempatan naik Shinkansen karena harganya yang bikin merogoh saku dalam pake banget.
Yuk yang mau mampir sini saya anter.... soalnya beneran saya nggak ada bosennya untuk berkunjung kemari. Atau mau mampir ke sebelahnya, Legoland Jepang juga boleh deh.....
Tuesday, February 28, 2017
Hina Matsuri bukanlah festival yang menghina
Setiap tanggal 3 Bulan Maret di Jepang diperingati sebagai Hina Matsuri atau terjemahan bebasnya Festival Hina tapi sungguh ini bukan festival yang saling menghina. Kata Hina sendiri berasal dari kata Hina Ningyo (ひな人形) atau boneka perempuan. Dan festival ini dipersembahkan untuk anak perempuan, mendoakan kebahagiaan dan kesehatannya.Tuesday, February 21, 2017
Lima teknologi tepat guna saat musim dingin tiba
Tahun ini merupakan tahun kedua saya mengalami musim dingin di Hamamatsu. Perubahan suhu yang berangsur-angsur ke satu digit dan malah ke minus harus dihadapi saya tanpa bisa ditawar lagi. Yang pasti jadinya mager dan ngemil terus... udah kebayang naek sepeda kena angin..brrrrr.Dulu, seingat saya, gambaran menghadapi salju dan musim dingin yaitu menggunakan pakaian tebal supaya badan tetap hangat. Tapi kalo diperhatikan, penduduk lokal kayaknya nggak terganggu dan beraktifitas biasa aja dengan suhu yang rendah ini. Setelah diselidiki (hahahhah kayak detektif partikelir aja) kok bisa udara dingin gini masih pake celana pendek, ternyata mereka memanfaatkan teknologi yang menurut saya tepat guna dalam menghadapi dingin. Jarang orang Jepang memakai jaket tebal (kecuali di Hokkaido yang memang selalu bersuhu minus) selama fuyu (winter). Dan inilah teknologi yang bikin saya takjub cara mereka menghadapi musim dingin. Saya nggak tau pasti apa di negara yang memiliki musim dingin menjual pula peralatan seperti yang ada di Jepang, Apa aja sih yang bikin mereka selalu nyaman selama musim dingin, yuk dibahas.... Barang-barang ini juga bermanfaat buat teman-teman yang pengen menikmati fuyu (winter) di sini.
1. Pakaian dengan teknologi Heattech
Saturday, January 28, 2017
Nostalgia ke jaman '70 di Museum Toyota
Enaknya maen ke museum di Jepang, tiket untuk anak-anak gratis, hanya orangtuanya saja yang bayar. Kalo keluar pelitnya atau museum yang pernah saya kunjungi, biasanya saya cuman nunggu diluar aja hehehehhehe. Maklum, tiket orang tua biasanya dibandrol dengan harga 1000y, mending saya pake beli makanan atau minuman aja.
Walaupun udah siang, udara masih kerasa dingin aja karena memang musim di penghujung Aki (gugur) menuju Fuyu (dingin). Kita buru-buru masuk gedung karena anginnya bener-bener bandel banget.
Museum Toyota ternyata nggak didominasi sama mobil Toyota, tapi lebih ke perjalanan bagaimana mobil menjadi pelengkap kehidupan manusia. Mobil dari segala negara dipajang disini, termasuk mobil-mobil perintis dengan mesin engkol.
Awalnya Toyota itu memakai nama asli pemiliknya, Toyoda. Tapi menurut perhitungan keberuntungan, nama Toyoda とよだ lebih dari 10 karakter huruf katakana yang berarti kurang beruntung. Akhinya teng-teng dihuruf da dihilangkan dan menjadi Toyota とよた sampai sekarang ini.
Museum yang terdiri 3 lantai ini ditata sangat apik dan rapih. Nggak lupa mbak-mbak yang menyambut kita di setiap lantainya. Lantai pertama ada video wall di information corner, cafe, museum shop, tiny studio untuk anak TK. Di pintu masuk langsung disambut mobil pertama buatan Toyota, Toyoda model AA. Ternyata mobil pertama buatan Jepang juga gede-gede nggak kayak mobil model sekarang city car.
Di lantai 2, mulai disusun secara kronologis kelahiran mobil-mobil dari segala penjuru dunia. Berhubung usia yang sudah sepuh, mobilnya cuman bisa ditatap aja, nggak boleh disentuh. Ajaibnya, semua mobil ini masih bisa distater dan jalan lho. kadang-kadang ada eksibisinya khusus menjalankan mesin-mesin uap yang tangguh ini.
Wednesday, January 25, 2017
Sake, the soul of Japanese

Istilah sake juga merujuk pada minuman alkohol non Jepang seperti bir, wiski, dll. Untuk produk Jepang dikenal dengan sebutan Nihon Shou. Nihon Shou berbahan dasar beras khusus yang nantinya akan diproses dan fermentasi. Mirip dengan pembuatan tape ketan hitam di Indonesia. Seluruh prosesnya sama, hanya untuk sake ditambah penambaan proses pengepulan alkohol sebagai hasil utama.

Thursday, October 29, 2015
Huis Ten Bosch, Amsterdam rasa Ajinomoto
Tapinya yang saya kunjungi kali ini bukan Huis Ten Bosch di Belanda hehehhehe. Walaupun kulitnya berbau Belanda yang lengkap dengan tulip dan kincir angin, tempat yang saya kunjungi berada di Nagasaki. Iya... di Jepang.... di Nagasaki yang korban keganasan bom atom seperti di Hiroshima. Saya hampir nggak percaya kalo tempat ini juga pernah diratakan oleh "Fat Man", bom nuklir kedua yang dijatuhkan di Jepang.
Dan sesampainya di Huis Ten Bosch, rasa capai hilang berganti dengan rasa takjub disambut tulip yang sedang malu-malu mulai mekar.....


























