Wednesday, May 16, 2018

Bingung pilih omiyage khas Jepang, Gotochi bisa jadi solusi

 nakatsugawa

Kira-kira kalo ada pertanyaan kapan terakhir mengirim surat atau kartu pos, jawaban kita bisa langsung atau harus mikir dulu ya? Kemudahan berkomunikasi secara elektronik membuat kita melupakan ritual menulis surat ataupun mengirim benda pos lainnya seperti wesel pos, warkat pos dan kartu pos. Tapi tidak dengan masyarakat yang tinggal di Jepang. Seni berkabar menggunakan jasa pos ini masih terus digunakan untuk mengirim surat, mengirim wesel dan kartupos. Kebiasaan mengirim kartupos saat tahun baru juga masih terus mereka lakukan sampai sekarang. Kalo di Indonesia rasanya mengirim SMS sudah cukup saat hari besar tanpa repot mengirimkan kartu dan harus capek-capek ke kantor pos.


Masyarakat Jepang senang mengirimkan kartu pos ke koleganya dengan gambar-gambar yang indah, bahkan dengan kartu-kartu unik.Bahkan tidak jarang mereka membuat sendiri kartu pos, baik manual atau memanfaatkan printer-printer khusus kartu pos di kombini. Bahkan kantor pos pun tidak mau ketinggalan, rajin mengeluarkan seri terbaru setiap musimnya.




 

Tapi yang paling juara dari seluruh kartu pos yang ada, gotochi lah pemenangnya. Gotochi kartu pos unik yang menjadi maskot di tiap kotanya, dan yang lebih asiknya lagi, kita harus berkunjung ke kota tersebut untuk mendapatkan kartu pos tersebut. Gotochi sendiri artinya lokal, yang memang menunjukkan cara mendapatkan dan gambarnya sesuai dengan  lokal daerahnya.

tadachi



Gotochi yang saya dapatkan biasanya hasil oleh-oleh  dari teman-teman yang travelling mengelilingi Jepang. Beberapa gotochi saya dapatkan sendiri ketika ada kesempatan berkunjung ke kota-kota lainnya di Jepang. Jujur, sejak jadi pelajar justru kesempatan saya untuk berkeliling Jepang nggak kesampaian, selain ongkos transport yang mahal juga ijin sensei yang sulit didapat. Jadinya hanya daerah Hamamatsu sekitarnya aja yang sempet saya mampiri.

aichi




Buat member postcrossing mungkin sudah lama mengenalnya, hanya agak susah juga mendapatkannya karena bentuknya yang tidak standar, gotochi dikenakan prangko dengan harga yang lebih mahal. Tapi gotochi juga sering dijadikan omiyage atau oleh-oleh para pelancong. Selain unik dan khas, gotochi ringan dikantong. Harganya sekitar Y180 perlembarnya. Terus nggak ngabisin tempat juga. Nah yang sedang berencana ke Jepang, bisa tuh diagendakan untuk mampir ke kantorpos di Jepang untuk meminang gotochi. Hehehheh ada rasa ketagihan dan ambisi sih buat melengkapi koleksinya, karena semua desain tiap kota yang berbeda. Nah, temen-temen udah ada yang punya juga koleksi gotochi.. ? boleh share dong kota apa saja....

 O iya, buat yang mau liat koleksi komplitnya gotochi bisa mampir ke www.postacollect.com. Tenang, websitenya cukup informatif dan pake Bahasa Inggris kok.....

 
Eh lucu juga ya kalo ada gotochi di Indonesia. Kita kan kayak seni dan budaya.... yuk dibuat ah, misalnya Yogyakarta dengan gudegnya, DKI Jakarta dengan Monasnya, Bandung dengan peuyeumnya..... Pasti seru deh.....

No comments:

Post a Comment