Thursday, October 29, 2015

Huis Ten Bosch, Amsterdam rasa Ajinomoto

Kalo denger namanya Huis Ten Bosch memang rada ke Belanda-belanda yang katanya salah satu Istana Kerajaan Belanda di Hague yang didiami oleh Ratu Beatrix. Terjemahan bebasnya sih rumah di dalam hutan. Jadi sudah terbayanglah keasrian Istana Kerajaan Belanda ini.

 photo IMG_0713_zpsrcnvhfv4.jpg


 photo IMG_0691_zps6vhvijno.jpg

Tapinya yang saya kunjungi kali ini bukan Huis Ten Bosch di Belanda hehehhehe. Walaupun kulitnya berbau Belanda yang lengkap dengan tulip dan kincir angin, tempat yang saya kunjungi berada di Nagasaki. Iya... di Jepang.... di Nagasaki yang korban keganasan bom atom seperti di Hiroshima. Saya hampir nggak percaya kalo tempat ini juga pernah diratakan oleh "Fat Man", bom nuklir kedua yang dijatuhkan di Jepang.

  photo IMG_0712_zpsnd9fqe3k.jpg

Perjalanan ke Huis Ten Bosch, Nagasaki dimulai dari Stasiun Tokyo menggunakan Shinkansen. Untungnya saya berbekal JR Pass yang memungkinkan untuk keliling Jepang menggunakan Shinkansen tanpa harus membayar. JR pass hanya dapat dibeli di negara asal, jadi saya membelinya di Bandung. Kalo nggak saya harus merogoh saku sebesar 27.550 Yen. Perjalanan yang melintasi pulau Honshu ke Kyushu (via bawah laut) ini memakan 423 menit (asli tepat banget). Sempat berganti kereta di Hakata, Fukuoka, lanjut dengan menggunakan Ekspress train ke Huis Ten Bosch.  Selama perjalanan nggak sempet menikmati, heheheheh saking cepetnya pemandangan di luar cuman berbentuk garis-garis... jadi mending lanjut tidur aja.


Dan sesampainya di Huis Ten Bosch, rasa capai hilang berganti dengan rasa takjub disambut tulip yang sedang malu-malu mulai mekar.....
 photo IMG_0704_zps3ssgverp.jpg

Huis Ten Bosch di Jepang sebenarnya Theme Park sejenis Disneyland dan Universal Studio, maskotnya adalah tokoh-tokoh dalam film One Piece. Sayangnya objek wisata ini belum setenar kedua tempat tadi untuk turis Indonesia. Mungkin lokasinya di Pulau Kyushu dan jauh dari Tokyo (hehehehheheh abis kita taunya Jepang itu Tokyo). Sempat tidak sukses dan menanggung kerugian yang cukup besar sampai akhirnya HIS travel mengambil alih dan merubah manajemen Little Amsterdam ini.

 photo IMG_0679_zpskmzvxfvv.jpg

Hampir seluruh area di Huis Ten Bosch ini bernuansa Eropa, seakan-akan kita dibawa kedunia lain di belahan Belanda. Theme parknya sih belum seseru pendahulu-pendahulunya, tapi suasana boleh lah, terganti dengan situasi yang benar-benar berbeda seakan-akan tidak sedang berada di Jepang.


Seluruh komplek Huis Ten Bosch memang fotogenik, apalagi deretan toko-toko souvenir yang dirancang mirip dengan rumah-rumah ala Belanda, cuman jika diamati benar-benar unsur Jepangnya juga cukup kuat. Misalnya saja toko souvenir yang menjual klompen, tetapi warna dan dekorasinya tetap khas Jepang banget. Souvenirnya pun walaupun dibuat seperti keramik delft dengan warna birunyanya yang khas, tapi tarikan gambarnya tetap masih Nihon-jin. 

  photo IMG_0725_zpsf1j5eupj.jpg 

Huis Ten Bosch akan semakin cantik saat malam tiba, penataan lampu yang sangat cantik juga parade yang sangat meriah digelar pada saat malam. Sayangnya, saat itu winter baru saja hendak beranjak, tinggallah rasa dingin yang sangat menusuk. Akhirnya hanya heater dalam toko yang sanggup melawan rasa dingin yang amat sangat itu.

 photo IMG_0728_zpsgfgp3x7w.jpg


 photo IMG_0714_zpsr9y24311.jpg


 photo IMG_0723_zpsojsnly6f.jpg

Bagi pengguna kereta, jangan terlena dengan keindahannya. Ingat, jadwal terakhir kereta yang meninggalkan Huis Ten Bosch. Karena jika ketinggalan, baru keesokan harinya kita bisa pulang atau menggunakan taksi yang pasti akan merogoh saku amat sangat dalam. Seperti di cerita Cinderella, sebelum tengah malam, saya pun harus rela meninggalkan pesta yang meriah, membawanya ke  dalam mimpi dalam perjalanan pulang. Hehehhehe masih perjalanan panjang menuju station terdekat.....

26 comments:

  1. Wahhh... subhanallah bagus banget pemandangannya... gedungnya.. tulipnya....

    ReplyDelete
  2. Uaaa... kemarin seminggu sebelum visa habis rencana ke Kyushu termasuk ke Huis Ten Bosch tapi kok kayak ngga santai banget liburannya, belum kudu packing segala rupa sebelum keluar Jepang dll dll :(((( Mau ke situuuu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan sambil sekolah, mending jadi turis aja Na.... lebih nyantei ngabisin duitnya wkwkkwkwk

      Delete
  3. Jalan ke Huis Ten Bosch rasanya romantis gitu, hehe...

    ReplyDelete
  4. Wahh saya ngak sempet kesini neh pas ke belanda

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak, blognya nggak dibaca yo. Ini di Nagasaki bukan di eropa lho hehehehe

      Delete
  5. Kereeeeennn banget ... viewnyaa....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apalagi pas illumination night, nambah keren.....

      Delete
  6. Bagus banget pemandangannya mbak. jadi ingin kesana. Semoga bsa terwujud untuk pergi kesana. Aamiin :D

    ReplyDelete
  7. Selamat Siang,

    Saya sedang blogwalking dan menemukan blog anda. Menarik sekali liburannya.
    Saya Soraya dari http://serumah.com.
    Saat ini trend berbagi ruangan/roomsharing sangat gencar. Kami berinisiatif untuk membuat situs pencari teman sekamar agar orang-orang yang ingin menyewa rumah dapat berbagi tempat tinggal dan mengurangi biaya pengeluaran untuk tempat tinggal. Berawal dari ide tersebut, website serumah.com diluncurkan sejak awal tahun 2016.

    Saat ini saya membutuhkan bantuan anda untuk memberikan review mengenai serumah.com di situs blog anda. Kami sangat menghargai jika Anda bersedia untuk memberikan review terhadap website kami dan menerbitkan di blog anda.

    Mohon hubungi saya jika ada pertanyaan lebih lanjut. Saya ucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatannya.

    Soraya F.
    Cataga Ltd.
    soraya.serumah@gmail.com
    http://serumah.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. yahhhh saya telat bacanya Bu... udah telat ya

      Delete
  8. Keren...Belanda banget ya. haha saya belum pernah naik kereta super cepat tapi ternyata dari tulisan ini jadi tahu pemandangannya berbentuk garis garis hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha saking cepetnya Mbak jadi nggak keliatan wkwkwkkwkw

      Delete
  9. Kalau sampai terlambat berarti harus menginap nunggu keesokan hari baru naik kereta lagi, duh kalau di Indonesia sih kepepet bisa nginap di mushola ya.. hahhaha tampang bokek banget ya Mbak. Tapi ini kan di Jepang ya mbak, wah harus siap-siap lihat jam terus dong.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo musim panas kayaknya mo cuek gelar sajadah deh. tapi musim dingin, nggak ku-ku

      Delete
  10. masih sering jalan jalan kah itu ansterdam beneran yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. lagi jadi mahasiswa dulu, hehhehehhe biasa duitnya jadi terbatas niy

      Delete
  11. Mirip di Belanda ya. Keren deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nagasaki memang sangat terpengaruh sama Belanda, karena jaman dulu hanya kota ini yang terbuka untuk perdagangan dengan dunia luar.

      Delete
  12. Ya ampun mau kesana, bagus banget berasa di eropa padahal jepang, bisa tumbuh cantik gitu ya tulipnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. bulan-bulan ini tulip tumbuh dengan indahnya Mak, apalagi bulan Maret-April, semua berbunga...

      Delete