Tuesday, February 28, 2017

Hina Matsuri bukanlah festival yang menghina

 photo 43402EF9-D05E-4216-A3E8-D127BBC7770B_zpsfbrq4zoy.jpgSetiap tanggal 3 Bulan Maret di Jepang diperingati sebagai Hina Matsuri atau terjemahan bebasnya Festival Hina tapi sungguh ini bukan festival yang saling menghina. Kata Hina sendiri berasal dari kata Hina Ningyo (ひな人形) atau boneka perempuan. Dan festival ini dipersembahkan untuk anak perempuan, mendoakan kebahagiaan dan kesehatannya.

Untungnya jadi mahasiswa ya gini deh, kampus selalu mengadakan acara perkenalan budaya dan kita cepet-cepetan daftar kalo mo ikutan. Saya berkesempatan untuk melihat dari dekat pameran boneka hina ini di Kanzanji Temple, Fukuroi. berangkatlah bersama 12 peserta lainnya dan didampingi Sensei. Dengan kereta JR Lokal, kami berangkat dari Stasiun Hamamatsu menuju Stasiun Fukoroi dan selanjutnya bus milik pemda menjemput kita untuk mengantar ke tempat Hina Matsuri. Ini kali kedua saya mampir kesini, sebelumnya saya ikut juga acara Hi Matsuri (Festival Api) Bulan Desember tahun lalu. 

 photo 4AC8CF07-48AD-4F51-8224-838910960977_zpstmdn1egy.jpg
 photo 157ADC89-8BDE-4486-A83D-62FF0B0B8CC7_zpsxeavgemc.jpg


Tuesday, February 21, 2017

Lima teknologi tepat guna saat musim dingin tiba

Tahun ini merupakan tahun kedua saya mengalami musim dingin di Hamamatsu. Perubahan suhu yang berangsur-angsur ke satu digit dan malah ke minus harus dihadapi saya tanpa bisa ditawar lagi. Yang pasti jadinya mager dan ngemil terus... udah kebayang naek sepeda kena angin..brrrrr.

Dulu, seingat saya, gambaran menghadapi salju dan musim dingin yaitu menggunakan pakaian tebal supaya badan tetap hangat. Tapi kalo diperhatikan, penduduk lokal kayaknya nggak terganggu dan beraktifitas biasa aja dengan suhu yang rendah ini. Setelah diselidiki (hahahhah kayak detektif partikelir aja) kok bisa udara dingin gini masih pake celana pendek, ternyata mereka memanfaatkan teknologi yang menurut saya tepat guna dalam menghadapi dingin. Jarang orang Jepang memakai jaket tebal (kecuali di Hokkaido yang memang selalu bersuhu minus) selama fuyu (winter). Dan inilah teknologi yang bikin saya takjub cara mereka menghadapi musim dingin. Saya nggak tau pasti apa di negara yang memiliki musim dingin menjual pula peralatan seperti yang ada di Jepang, Apa aja sih yang bikin mereka selalu nyaman selama musim dingin, yuk dibahas.... Barang-barang ini juga bermanfaat buat teman-teman yang pengen menikmati fuyu (winter) di sini.

1. Pakaian dengan teknologi Heattech
 photo 81B5063D-ACA3-43F4-8300-43943332D99E_zpsz6h5ahw5.jpg
sumber :jpgo1688.pixnet.net
Bukan Jepang kalo nggak ngulik apapun, contohnya produsen pakain Uniqlo menemukan teknologi heattech untuk menghadapi musim dingin. Teknologi ini menahan dan membuat badan tetap hangat dari kelembaban kulit manusia. Terus nggak bikin bau badan lagi walaupun dipakai lebih dari sehari. Bahannya tipis dan ringan tapi hangatnya mungkin lebih dari jaket tebal. Jadi teknologinya kehangatan diciptakan dari badan pemakai produk ini. Makanya jangan heran kalo melihat orang jalan-jalan memakai celana pendek dan stocking nggak kedinginan.... karena beliau-beliau ini memakai produk yang sangat.inovatif ini,  tetap bergaya di musim dingin. Harganya juga nggak terlalu mahal, cuman pilihan model dan warna saja yang terbatas. Pernah suami saya iseng make heattech di Bandung, hasilnya seluruh badannya mandi keringat. Saya belum dapet info apakah di Jakarta sudah tersedia produk ini. Untuk bocoran saja, atasan heattech bisa dibandrol sekitar 790Y. Level kehangatan yang dijual juga beragam, ada heattech, super heattech dan ultraheattech, disesuaikan dengan keinginan pembeli.

Saturday, January 28, 2017

Nostalgia ke jaman '70 di Museum Toyota

Juhachi Kippu terakhir dimanfaatkan untuk berkunjung ke kota sebelah, Nagoya. Tujuan utama sih ke Toyota Automobile Museum yang ada disini, dan baru sempet juga dimenit-menit terakhir liburan sekolah anak-anak. O iya, juhachi kippu itu tiket untuk perjalanan kereta api dengan harga sekitar 2100y seharian menggunakannya dan hanya keluar saat libur sekolah saja. Kalo harga normal, tiket perjalan sekali ke Nagoya bisa sekitar 2000y, pp bisa 4000y. Ini linknya ya kalo temen-temen berminat mampir ke sini, dalam bahasa inggris kok Toyota Automobile Museum

 photo 3608ABF7-54B2-4B2A-8327-D8B04B54D143_zpsfasp0y76.jpg

Enaknya maen ke museum di Jepang, tiket untuk anak-anak gratis, hanya orangtuanya saja yang  bayar. Kalo keluar pelitnya atau museum yang pernah saya kunjungi, biasanya saya cuman nunggu diluar aja hehehehhehe. Maklum, tiket orang tua biasanya dibandrol dengan harga 1000y, mending saya pake beli makanan atau minuman aja.

 photo 6B356CF5-974D-45EF-89BE-86371D9083E9_zpsibanqhcw.jpg


 photo F5AA1F07-2D1F-48A1-B5B7-5085F5E9B0A6_zpsphrtfawz.jpg


Walaupun udah siang, udara masih kerasa dingin aja karena memang musim di penghujung Aki (gugur) menuju Fuyu (dingin). Kita buru-buru masuk gedung karena anginnya bener-bener bandel banget.

Museum Toyota ternyata nggak didominasi sama mobil Toyota, tapi lebih ke perjalanan bagaimana mobil menjadi pelengkap kehidupan manusia. Mobil dari segala negara dipajang disini, termasuk mobil-mobil perintis dengan mesin engkol.















Awalnya Toyota itu memakai nama asli pemiliknya, Toyoda. Tapi menurut perhitungan keberuntungan, nama Toyoda とよだ lebih dari 10 karakter huruf katakana yang berarti kurang beruntung. Akhinya teng-teng dihuruf da dihilangkan dan menjadi Toyota とよた sampai sekarang ini.

 photo 8AE859B5-512B-4411-9C35-61FA4D414254_zpsm1yx6na8.jpg


Museum yang terdiri 3 lantai ini ditata sangat apik dan rapih. Nggak lupa mbak-mbak yang menyambut kita di setiap lantainya. Lantai pertama ada video wall di information corner, cafe, museum shop, tiny studio untuk anak TK. Di pintu masuk langsung disambut mobil pertama buatan Toyota, Toyoda model AA. Ternyata mobil pertama buatan Jepang juga gede-gede nggak kayak mobil model sekarang city car.

 photo EEF855F4-C0A1-4186-AFDD-9A7BEC442522_zpsga8xmjst.jpg


Di lantai 2, mulai disusun secara kronologis kelahiran mobil-mobil dari segala penjuru dunia. Berhubung usia yang sudah sepuh, mobilnya cuman bisa ditatap aja, nggak boleh disentuh. Ajaibnya, semua mobil ini masih bisa distater dan jalan lho. kadang-kadang ada eksibisinya khusus menjalankan mesin-mesin uap yang tangguh ini.

 photo 78635ABD-E03C-4E6F-8DC6-E9A9D0430EAF_zpsajwnwvu6.jpg


 photo 1DB8DF89-231F-4FD4-B3CB-18B87123B93C_zpsad1vb8af.jpg


Wednesday, January 25, 2017

Sake, the soul of Japanese

Tidak salah jika menempatkan sake menjadi soulnya orang Jepang, karena dalam setiap kesempatan, setiap waktu selalu sang sake datang menemani, baik dalam suka maupun duka. Bahkan ada kebiasaan bonenkai dan nomikai, yaitu budaya minum bersama sesama anggota keluarga, kantor maupun komunitas. Sake menjadi salah satu hal penting dalam kehidupan di Jepang.

 photo 19A6EF90-63B7-4132-8578-92A7EB618FD3_zpsnu3rkdsx.jpg

Istilah sake juga merujuk pada minuman alkohol non Jepang seperti bir, wiski, dll. Untuk produk Jepang dikenal dengan sebutan Nihon Shou. Nihon Shou berbahan dasar beras khusus yang nantinya akan diproses dan fermentasi. Mirip dengan pembuatan tape ketan hitam di Indonesia. Seluruh prosesnya sama, hanya untuk sake ditambah penambaan proses pengepulan alkohol sebagai hasil utama. 


  photo 81BDB4A2-B9D3-4B3E-A2A5-289E49CC3824_zps0ha8zjcj.jpg


Thursday, October 29, 2015

Huis Ten Bosch, Amsterdam rasa Ajinomoto

Kalo denger namanya Huis Ten Bosch memang rada ke Belanda-belanda yang katanya salah satu Istana Kerajaan Belanda di Hague yang didiami oleh Ratu Beatrix. Terjemahan bebasnya sih rumah di dalam hutan. Jadi sudah terbayanglah keasrian Istana Kerajaan Belanda ini.

 photo IMG_0713_zpsrcnvhfv4.jpg


 photo IMG_0691_zps6vhvijno.jpg

Tapinya yang saya kunjungi kali ini bukan Huis Ten Bosch di Belanda hehehhehe. Walaupun kulitnya berbau Belanda yang lengkap dengan tulip dan kincir angin, tempat yang saya kunjungi berada di Nagasaki. Iya... di Jepang.... di Nagasaki yang korban keganasan bom atom seperti di Hiroshima. Saya hampir nggak percaya kalo tempat ini juga pernah diratakan oleh "Fat Man", bom nuklir kedua yang dijatuhkan di Jepang.

  photo IMG_0712_zpsnd9fqe3k.jpg

Perjalanan ke Huis Ten Bosch, Nagasaki dimulai dari Stasiun Tokyo menggunakan Shinkansen. Untungnya saya berbekal JR Pass yang memungkinkan untuk keliling Jepang menggunakan Shinkansen tanpa harus membayar. JR pass hanya dapat dibeli di negara asal, jadi saya membelinya di Bandung. Kalo nggak saya harus merogoh saku sebesar 27.550 Yen. Perjalanan yang melintasi pulau Honshu ke Kyushu (via bawah laut) ini memakan 423 menit (asli tepat banget). Sempat berganti kereta di Hakata, Fukuoka, lanjut dengan menggunakan Ekspress train ke Huis Ten Bosch.  Selama perjalanan nggak sempet menikmati, heheheheh saking cepetnya pemandangan di luar cuman berbentuk garis-garis... jadi mending lanjut tidur aja.


Dan sesampainya di Huis Ten Bosch, rasa capai hilang berganti dengan rasa takjub disambut tulip yang sedang malu-malu mulai mekar.....
 photo IMG_0704_zps3ssgverp.jpg

Monday, August 31, 2015

Dari temen jadi demen (From Friendship to Fellowship)

Kalo baca judulnya pasti langsung yang terbayang sinetron kejar tayang yang setia nongkrongin televisi di rumah-rumah kita. Tapi sumprit, judul ini nggak ada hubungannya dengan TV ataupun dengan sinetron, judul ini cuman terjemahan bebas (sebebas-bebasnya) dari kata-kata inggris friendship to fellowship yang nggak ada sambungannya juga. Friendship adalah suatu hubungan pertemanan yang sangat akrab, sedangkan fellowship mempunyai beberapa arti, selain pertemanan tetapi juga artinya "an award of money to a graduate student in return for some teaching, research work, etc." 

Meneruskan kembali ke bangku sekolah merupakan godaan terbesar selama ini yang sulit saya matikan baranya. Teringat masa-masa saya lulus kuliah, dan bercita-cita untuk mendapatkan salah satu beasiswa yang ditawarkan oleh negara-negara donor. Keinginan ini terus menggoda sampai terhenti karena saya menikah, punya dua anak, dan membesarkannya, lalu... waktu berlalu dan batas umur mentok untuk bisa apply beasiswa.



Tapi mungkin doa dan harapan di dalam hati selalu ada, sampai suatu hari mata saya tertuju ke iklan beasiswa yang ada di blog seseorang tentang beasiswa. Entah kekuatan apa yang membimbing saya untuk melihat informasi tersebut (Good, nggak ada batas umur) dan melihat batas waktu pendaftarannya masih ada 2 minggu. Dengan sisa waktu di Bulan Februari yang ada, akhirnya saya mengumpulkan seluruh persyaratan yang diperlukan dan membuat research plan tercepat dan terkilat yang pernah saya buat. Seluruh sahabat saya semasa di kampus membantu membuka cara berpikir ilmiah saya yang sudah tertinggal 25 tahun yang lalu (love you all guys.... from moon and back). Dan seperti mengikuti lomba-lomba blog, saya baca baik-baik persyaratan, kata kunci, dan submit seluruh persyaratan lalu menutupnya dan melupakannya.


Thursday, August 20, 2015

Early birds catch worm, early me gets Sakura Blossom

Saya ini jauh dari gambaran seorang penggemar bunga, apalagi harus meluangkan waktu untuk bisa menikmatinya. Kalo motret juga rasanya sih jarang banget berusaha untuk bisa menemukan keunikannya. (heheheh maaf, saya gagal ikut 30 hari motret bunga). Tapi kali ini saya dibuat takjub melihat betapa antusiasnya orang untuk menikmati hanami. Berawal dari menghabiskan suatu sore di Ueno Park. Niat awalnya sih cuman mau jajan-jajan cantik sambil mampir di bonbin.

 photo IMG_0641_zpsdrt7ocb4.jpg

Keluar Stasiun Ueno yang tepat di Yodobashi Depatodan pasarnya, tidak terlihat keadaan yang istimewa, hanya pemandangan orang berbelanjad dengan jaket tebal yang belum siap ditinggalkan karena hawa dingin masih merajai. Tetapi setelah pasar terlewati, di pintu gerbang depang Ueno Park, mulai terdapat kerumunan orang dibawah pohon .... ohhh ada sakura yang prematur berbunga.

 photo IMG_0659_zpscwfnywrv.jpg

Biasanya sakura berbunga di akhir Bulan Maret, tapi ternyata di Tokyo ada beberapa pohon sakura yang mulai berkembang. Istilah untuk melihat sakura mekar adalah hanami, dari kata hana = bunga dan mi artinya melihat. Hanami bersamaan dengan datangnya Golden Week, hari libur di Jepang saat orang-orang menikmati datangnya musim semi sambil piknik dibawah pohon sakura dan menikmati bunganya jatuh membelai pipi. 

 photo IMG_0651_zpsn2lpjfg3.jpg

Sebelum mulai mekar, pohon sakura cenderung terlihat meranggas tanpa daun. Hanya ujung-ujung cabang dan ranting terlihat semu pink, tempat dimana calon bakal bunga akan mekar kita cuaca mulai menghangat.

 photo IMG_0676_zpssl4lgimu.jpg

Semua orang mulai keluar rumah untuk melakukan aktivitas menyambut musim semi dan cuaca yang semakin hangat. Saya sebetulnya belum ngerti juga filosofi kenapa orang Jepang selalu merayakan hanami sampai serius banget, sampai tiap tahun badan metrologinya melaporkan kapan sakura mulai mekar. Biasanya saat hanami, sakura hanya mekar 10 hari dan kemudian pergi sampai kembali tahun depan.

 photo IMG_0667_zpslctcznyk.jpg


Ternyata, saat hanami tidak hanya bunga sakura yang mekar atau dalam Bahasa Inggrisnya Cherry Blossom,  tapi juga bunga Ume Persik, Plum) juga ikut menampakkan diri. Buat saya yang awam, tipis perbedaannya, hanya kalo sakura lebih berlapis-lapis.


 photo IMG_0665_zpskoxi1sud.jpg


Friday, July 3, 2015

Animal 4D+ cara baru menikmati fotografi

Animal 4D+ Flashcard dan app karya Octagon Studio dengan basis augmented reality merupakan salah satu alat bantu belajar untuk anak-anak yang sangat digemari, terutama dengan teknologinya yang dapat menghadirkan dunia digital ke dunia nyata seperti seri Animal, Alphabet Card yang bisa menghadirkan dunia fauna ke dunia nyata melalui bantuan smartphone. 


Buat saya yang sudah melewati masa mengajarkan anak mengenal huruf dan membaca, ternyata kartu flashcard seukuran kartu remi ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lainnya, seperti Fotografi. Nah ide ini diawali oleh teman saya Young yang hobi banget motret dengan mashab toys fotografi. Nggak sengaja liat idenya dan langsung deh ikutan.


Dengan augmented reality, kita bisa menampilkan gambar-gambar di kamera hape dan dengan sedikit kreativitas, gambar-gambar lucu bisa muncul dengan imajinasi kita, bahkan yang rasanya tidak mungkin pun bisa dituangkan.

Nah, sayangnya app yang octagon berikan masih menyita banyak memori di HP, jadinya suka macet-macet atau harus rela melepas beberapa app yang sudah ada. Lalu kartu yang ada sangat rawan pembajakan.... soalnya waktu itu kita mencoba photo copy kartunya dan voila, app bisa berjalan seperti di kartu aslinya. Sepertinya Octagon Studio harus membuat kode tertentu supaya kartu tidak bisa diduplikat dengan mudahnya.
Nah buat temen-temen yang doyan selfie, bisa tuh dimanfaatkan kartunya untuk nambah tema foto dan berdoa saja kalo Octagon Studio mengeluarkan seri lainnya yang bisa kita manfaatkan untuk asesoris selfie....jadi makin asik kan.... Pokonya, nggak cuman anak-anak aja deh yang suka sama kartunya, orangtua juga perlu lho....

Thursday, May 28, 2015

Women's Lab with Dove & Femina

Kali ini kantor saya beruntung kebagian dikunjungi sama Dove dan majalah femina dalam acara off airnya yang mengusung tema Women's Lab, Healthy Skin Happy Life. Dari judulnya aja udah jadi jaminan pasti bakal penuh banget yang ikutan, jadilah Gedung Serba Guna penuh dengan karyawati dengan dresscodenya putih dan biru. Dan nggak pake lama, acara pun langsung dibuka oleh Redaktur Pelaksana Majalah Femina, Ibu Argarini Devi dan disambut antusias para peserta.


Walaupun acara dimulai jam 14.00 yang merupakan jam rawan ngantuk, tetapi para peserta dengan semangat mendengarkan paparan seru dari dr. Grace tentang pola makan yang sehat untuk kecantikan kulit. Dari paparannya, bahwa pola makan warga Jakarta dan warga Bandung berbeda dan berpengaruh terhadap kulit. Katanya warga Bandung terlihat lebih kinclong karena banyak makan sayuran, lalab, lotek dan karedok. Dan satu lagi yang fakta yang mencengangkan adalah gula. Gula yang kita makan dalam bentuk minuman manis, makanan ternyata membentuk kristal dalam tubuh kita. Kristal itu akan beredar melalui aliran darah dan karena bentuknya krital tajam, selama perjalanan gula merusak aliran darah. Oleh karena itu zat-zat yang seharusnya diperlukan kulit menjadi terpakai untuk perbaikan yang disebabkan oleh gula, termasuk collagen untuk kulit kita. Cadangannya akan memperbaiki kerusakan sisanya baru untuk keperluan kulit. Jadi sebaiknya dibatasi asupan gula sehingga collagen kita bisa digunakan untuk melindungi kulit. Hmmm sudah saatnya kita mengurangi si manis yang tak semanis rasanya....


Setelah itu, pembicara selanjutnya adalah  dr Nora Sp.KK dari RSAD Gatot Subroto, Jakarta yang membahas kesehatan kulit manusia secara menyeluruh. Ternyata ada langkah-langkah mudah untuk merawat kulit kita, pertama, be Gentle with our skin. Jangan melakukan scrub atau luluran terlalu sering karena akan mengikis habis lemak pelindung kulit. Gunakan sabun yang lembut. Dan jangan mandi lebih dari 10 menit. Kedua,  hindari paparan dari sinar matahari dan gunakan sunblock. Kabar gembiranya, kulit asia tidak cepat berkerut seperti kulit bule, hanya saja kulit asia lebih cepat berpigmentasi. Jadi flek akan cepat muncul jika tidak dilindungi tabir surya. Maksimal SPF sunblock adalah 50, jika lebih dari itu sudah tidak ada gunanya lagi. dan jangan menggunakan kosmetik yang tidak berlabel dari BPOM. Seperti membeli dari online, menggunakan kangen water (karena ada steroidnya). Nano spray yang kegunaannya tidak lebih baik dari berwudlu. Apalagi melakukan acara suntik menyuntik di Salon.... It's a big NO. Cukup dengan senyum kita akan langsung cantik alami.


Acara seru lainnya adalah tes kelembaban, sebelum dan sesudah menggunakan dove. Dari testimoni pengguna dove pada acara ini, kelembaban kulit mereka nilainya bertambah signifikan. Nah dari seluruh peserta yang dites, yang memiliki nilai kelembaban tertinggi mendapatkan hadiah dari dove. Hoooooo sabun dove dengan seluruh variannya.... bisa tiga bulan nggak belanja sabun mandi nih.


Dan acara penutupan adalah peragaan busana batik Pakidulan dari Sukabumi yang menggunakan teknologi ramah lingkungan . Yang uniknya, seluruh model catwalk adalah karyawan dan karyawati, jadi seru aja liat teman sendiri berbeda dan bisa juga bergaya model profesional. Dan pembagian hadiah hamper dari dove untuk pengirim tweeter terseru. Buat yang tertarik dengan acara ini, femina sepertinya sedang roadshow ke seluruh kantor-kantor di Indonesia. Karena setelah Bandung, perjalanan berikutnya Women's Lab akan mampir ke Surabaya. Tertarik? Bisa langsung saja hubungi bagian promosi femina melalui twitternya @feminamagazine.


Friday, May 22, 2015

CsR XL mencetak generasi baru

Love XLFuture Leader atau XLFL adalah andalan program salah satu provider komunikasi besar di Indonesia. Seperti perusahaan besar lainnya yang sudah mempunyai gelar Tbk, ada keharusan untuk mengembalikan dana atau saya lebih suka memakai istilah zakat perusahaan kepada masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility. Untuk mensosialisasikannya, Blogger Bandung berkesempatan untuk mendengarkan langsung dari VP Corporate Communication XL....


Eheeem berhubung acaranya dimulai pada saat jam yang paling membahagiakan aka makan siang, kita dijamu dulu supaya semangat mengikuti rangkaian acara yang telah disiapkan... Walaupun saya datang terlambat karena mensiasati jam istirahat, tapi saya kebagian juga makanan yang mantap dari Noah Barn, yaitu Nacho yang kejunya royal bingits, terus maincoursenya kwetiau dan ditutup dengan air jeruk aseli.

 Nah, ini dia teman-teman dari Blogger Bandung yang sudah ngumpul dan menikmati hidangan makan siang. Sambil menikmati, Bapak Indra dari Central Regional XL memperkenalkan diri dan rombongan XLFL pada siang itu. Selain dari XL ada juga adik-adik penerima beasiswa XLFL dari tahun-tahun sebelumnya.

Saya pikir hari ini XL akan launching produk baru, ternyata XL memaparkan kegiatan CSRnya yang belum dikenal dekat oleh masyarakat luas. Dengan dana yang harus disalurkan, XL menitikberatkan programnya pada pendidikan dan community development. 

XLFL merupakan fokus utama CSR XL. Program yang pertamakali diadakan pada tahun 2012 ini mempunyai tujuan untuk menikatkan kemampuan softskill generasi muda Indonesia. XLFL melihat fenomena mahasiswa gemilang secara akademis tapi masih minim dalam bidang softskill. Softskill adalah hal-hal ynag tidak diajarkan dalam bangku kuliah seperti kemampuan komunikasi, kreatifitas dan inovasi. Diharapkan program XLFL ini akan berlanjut sampai dengan 10 tahun mendatang. Untuk bisa ikut kelas XLFL ini ada tahap-tahap seleksi yang harus dilalui oleh seluruh calon peserta. Salah satu syaratnya adalah berada pada tahap kuliah di tahun ke2 atau ke3.
 

Nah, bagaimana dengan saya yang overage ingin mengikuti dan mengembangkan diri. Tenang... XL punya program e-learning untuk seluruh masyarakat. E-learning ini mengadaptasi kurikulum dari Swedia. Untuk sementara modulnya masih dalam Bahasa Inggris, jadi sebetulnya asik juga bisa sekalian buka kamu lagi untuk bisa mengerti paparan ilmunya hehehehhe. Yang pengen nyoba, daftar aja http://elearn.xlfutureleaders.com/ dan kita bakal dapet banyak ilmu-ilmu baru yang berguna untuk pengembangan diri kita.

Dan karena program CSR, XL tidak mengharapkan balasan apapun dalam bentuk materi. XL berharap para future leaders ini akan membawa nama baik XL, nama baik Indonesia ke pentas dunia. Tahun ini, program recruitment XLFL cakupannya lebih luas, mengingat selama ini hanya Universitas di Pulau Jawa saja yang mendapatkan kesempatan. Kali ini untuk Indonesia wilayah Timur lebih diprioritaskan supaya kesempatan menjadi yang terbaik juga dirasakan oleh sauda-saudara kita di wilayah timur.


Acara penutupan memang paling ditunggu-tunggu sama seluruh peserta, apalagi ada doorprizenya. Nah, kali ini keberuntungan berpihak ke para ladies Blogger Bandung. Hampir seluruh hadiah disapu bersih sama para ladies in. Maaf ya Masbro...kita nggak KKN kok, memang hari itu harinya kita.... Alhamdulillah saya juga dapet tuh, cuman fotonya nggak ada, mungkin harus minta sama blogger lainnya. Pokoknya, acara kumpul hari itu seneng banget deh, udah dapet ilmu, makan enak, dapet hadiah pula... Terimakasih ya XL dan Blogger Bandung yang sudah ngasih kesempatan aku... See next event :)