Friday, November 23, 2012

Istana Siak, the collection

Diatas pintu masuk istana terdapat enam patung elang yang melambangkan keberanian istana. Sayangnya ketika dilantai dua tidak diperkenankan memotret dari luar, Padahal saya ingin merasakan jadi permaisuri yang menatap ke Sungai Siak hehehhehehehhehe

Elang

Koleksi di Istana Siak bikin saya berdecak kagum, karena saya yakin semua yang ada adalah produk terbaik di Eropa, terbayang mahalnya dan bakal awet. Mulai dari peralatan makan kristal dengan grafir lambang Kesultanan Siak sampai ke peralatan perangnya.

Kristal

Ada cermin antik yang saya suka. Cermin tersebut mempunyai dua tempat lilin dikanan dan dikirinya. Tempat lilin bisa digeser-geser tergantung yang bercermin cahaya sebesar apa yang diinginkan. Persis seperti cermin para make-up artis jaman sekarang yang mempunyai lampu untuk memperlihatkan wajah yang diriasnya agar tampak lebih jelas.

file



Kursi ini terdapat di ruang makan. Kursi raja yang terbuat dari kuningan bersepuh emas ini pernah hilang dan baru ketemu pada tahun 1980-an. Menurut kabar, kursi ini ditemukan di Jakarta. Apa enaknya ya duduk di kursi ini?

Kursi emas

Kalo ini gramophone yang berada di ruang musik. Biasanya diadakan pesta dengan menggelar Tari Zapin yang khas melayu. Gramophone hanya bisa memainkan satu piringan hitam saja.

file

Yang dahsyat mesin dibawah ini. Mesin ini merupakan juke box antik buatan Jerman yang bernama Komet ini bisa memainkan ratusan lagu klasik mulai dari Mozart, Strauss sampai Bethoven. Kebayangkan, mesin ini bisa memilah berbagi lagu mana yang akan dimainkan. Dan suaranya pasti dahsyat tanpa bantuan speaker pun. Dan di dunia hanya ada dua mesin ini, di Kesultanan Siak dan negara asalnya, Jerman.

file

Taman depan Istana ditata dan apik. Banyak bunga ditanam, tapi banyaknya bunga kertas karena iklim yang panas dan tropis. Hmmmm satu langit dengan Singapur dan Malaysia. 

Istana depan

Saya berpikir sungai siak itu hanya seperti sungai yang saya tau saja. Ternyata Suangai Siak adalah sungai terdalam di Indonesia. Tidak heran, kapal-kapal besar membawa muatan kontainer lalu lalang, Hmmmm kalo saya jadi provider pariwisata disini, mungkin akan membuat jalur ke Istana siak via Sungai Siak dengan pelabuhannya di Istana Siak.... Seperti wisata sungai di sungai Mekong, Indochina.

file

Apalagi dengan adanya Jembatan Siak yang sangat megah. Kebayang kan seru berwisata air disini.... Apalagi kalo malam, lampu-lampu dinyalakan.... tampak sangat indah deh

Jembatan siak

Satu lagi, harusnya sih..... eh usul aja. Pihak pengelola istana buat cafe saja di komplek Istana Siak. Terus cantumkanlah menu-menu seperti santapan makan siang para sultan jaman dahulu. Keuntungannya dikembalikan untuk mengurus koleksi dan Istana. Setuju nggak?
Tapi kalo yang dibawah ini bukan menu Istana, ini menu makan siang kami di warung makan sebrang sungai. Hmmmmm enak menemani hari hujan....

file