Tuesday, November 20, 2012

Menikmati Romantisme Bumi Melayu di Pekanbaru

Kunjungan ke Pekanbaru disambut dengan nada heran sama teman-teman di kantor, memang mau ngapain disana, ada apa disana, disana bukan daerah wisata, bla..bla...bla..... Namun saya hanya menjawab, saya ingin berkunjung ke rumah Almarhum Abang saya dan bersilaturahmi, tidak memikirkan akan apa, kemana ataupun melakukan kegiatan apa. Hanya bernostalgia beberapa tahun yang lalu saat kami berkumpul bersama dan berjalan-jalan melihat hijaunya kebun sawit dan nikmatnya ikan patin. 


An nur

Perjalanan hari ini dimulai dengan berkeliling kota Pekanbaru untuk melihat-lihat kota dan bersilaturahmi dengan sanak saudara lainnya. Kota Pekanbaru yang saya liat lima tahun silam, berubah menjadi sangat cantik. Terakhir saya mengagumi Mesjid Agung An-Nur yang sangat indah, tapi sekarang saya sangat kagum dengan Perpustakaan Provinsinya. It's so amazing..... melihat perpustakaan yang sangat megah dan isinya yang sangat menyenangkan untuk saya dan anak-anak. Didalam perpustakaan ada kafe, wi-fi gratis dan fasilitas belajar lainnya. Dan perpustakaan ini buka sepanjang waktu hanya tutup saat libur nasional saja. Rasanya iri melihatnya, saya yang tinggal di Bandung saja belum pernah melihat gedung publik semegah ini. 

AdobePhotoshopExpress_20121120095336

AdobePhotoshopExpress_20121120095757


AdobePhotoshopExpress_20121120100055


AdobePhotoshopExpress_20121120100617


AdobePhotoshopExpress_20121120101215


AdobePhotoshopExpress_20121120095948


Belum lagi dengan kantor gubernurannya. Serasa melihat bangunan Marina Bay Sands di Singapore. Hanya bedanya, gedung ini bukan menjadi tempat komersial. Tetapi tempat bekerja perangkat negara dalam memikirkan kemajuan rakyatnya...Amiiinnnnn.

AdobePhotoshopExpress_20121120100255



Setelah berkeliling kota, akhirnya tiba makan siang. Menu yang ingin dinikmati siang ini adalah menu ala melayu. Meluncurlah kita ke Pondok Patin  HM. Yunus yang terkenal dengan ikan Patinnya. Lokasinya agak nyingcet sedikit dari kota, dan bangunannya khas melayu, rumah panggung dengan kolam ikan dibawahnya. Masakannya pun okay bangetzzzz, terutama jus buah naga merahnya....asli seger..... heheheheh liat aja ya gambar di bawah ini. Selamat menikmati.....

photo.JPG


photo.JPG


Pucuk


Udang


Toge


Naga merah


Malam harinya adalah saat yang dinantikan, karena godaan durian sepanjang jalan di sekitar Pasar Sail tidak dapat dihindari. Akhirnya kita berhenti untuk sekedar menikmati duren dan pulut. Rasanya..... tidak ada yang bisa mengalahkan Durian Sumatera....

Durian


Pulut



Love duren