Friday, June 21, 2013

Angkor Thom & Bayon, the last city of Angkorian

Selepas mengunjungi Angkor Wat, saya melanjutkan perjalanan ke Angkor Thom dan Bayon. Walaupun jam belum menyentuh angka 10, tetapi panas terik matahari sudah mulai tak kompromi dan keringat yang bercucuran sudah mulai aksinya. Kami menggunakan tuk-tuk carteran untuk mencapainya. Sebelum memasuki Angkor Thom, Sara, pengemudi tuk-tuk mengingatkan bahwa kami harus turun sebelum gerbang dan berjalan kaki masuk untuk melanjutkan perjalanan ke Bayon. 

 photo 88165747-ed4d-4e92-b2fe-c743ef688983_zpsb73eea57.jpg

 photo IMG_7452_zps0ab49cd0.jpg

Jembatan menuju Angkor Thom mempunyai patung-patung dikiri-kanan jalan. Diantaranya kita bisa melihat danau atau mungkin sistem irigasi yang mengitari kota Angkor Thom. Sebelum bisa masuk kedalam gapura, seluruh wisatawan turun dari kendaraan untuk mengambil foto-foto gapura yang sangat megah ini. Karena kecil, jadi diatur sehingga ada sedikit antrian kendaraan dan wisatawan. He..he..he...he untung nggak pada kreatif jadi polisi cepek deh... 

 photo IMG_7457_zpsb4211dcd.jpg
 photo 3b57a56d-f872-4bc8-8fe5-ea6f997aec58_zps69f15b0b.jpg

Kalo diperhatiin ada beberapa patung dengan muka yang masih mulus, bersih, lebih detail dan lebih terang. Itu dikarenakan adanya jasa salon facial wajah dan operasi bedah batu (kalo manusia bedah plastik ya) heheheheh bukan deng, itu karena beberapa bagian patung sudah lapuk dimakan alam dan waktu jadi direstorasi lagi sesuai seperti jaman dahulu kala saat Angkorian masih berjaya. 

 photo IMG_7447_zps9ad064a9.jpg

Akhirnya kita sampe juga di Bayon, letaknya bersebelahan dengan Phnom Bangkeng yang masih dalam restorasi. Jadi hanya dilihat saja tidak di mampiri. Setelah melakukan perjanjian penjemputan dengan Sara, kita mulai deh mengeksplore Bayon.

 photo IMG_7478_zps4f23f948.jpg


 photo IMG_7459_zps3eba6103.jpg

Apsara selalu menemani dimana-mana. Btw, saya baru tau kalo apsara itu dalam Bahasa Indonesia adalah hapsari yang artinya adalah bidadari. Kelasnya begitu tinggi ya untuk Bangsa Angkor, di candi-candinya selalu diabadikan.

 photo IMG_7462_zpsa9ba5880.jpg

Wednesday, June 12, 2013

The Angkor Wat: Auntie and Niece Adventure

Hampir setahun yang lalu, saya dan keponakan berencana untuk pergi ke Siem Reap, Cambodia (Kamboja) untuk melihat Angkor Wat Archeology Park. Selama itu juga kita menyusun rencana-rencana dan mencari tiket promo untuk mencapai mimpi kami. Kami sadar bahwa destinasi yang kami pilih bukan hal yang biasa dan banyak hal yang bisa mempengaruhi perjalanan kami. Apalagi kakanda tercinta ingin turut serta yang bisa merubah peta kenikmatan kami berbackpacker. (setengah nolak dengan alasan, nanti kakak ada rapat mendadak dan tiket nggak bisa diremburs... beli mendadak aja). Dan akhirnya tibalah waktu kami untuk bisa menjelajahi Siem Reap dengan destinasi utama ANGKOR WAT....

 photo 016d8b4c-ba21-4dac-bcaf-ac507b593905_zpse2dcf8a6.jpg

Setelah melakukan  riset kecil-kecilan, ternyata untuk mampir ke Angkor Wat haruslah pada saat matahari tidak terlalu terik, karena suhu di Siem Reap biasanya mencapai lebih dari 30 derajat celsius. Lalu kami memutuskan untuk tidak memakai guide karena tarifnya yang tidak bersahabat dengan kantong kami, USD20 plus USD5 jika ingin mendapatkan sunrise atau sunset. Tiket masuk Angkor Wat dipatok USD 20 untuk sehari dan USD 40 untuk 3 hari. Plus tuk-tuk seharian USD14. Perbekalan kami pun sangatlah komplit, mulai dari payung, topi, kacamata hitam sampai kantong air minum untuk menghemat pengeluaran. Karena disana menggunakan USD, harga-harga akan lebih mahal dan kita nggak rela membuang uang hanya untuk air minum saja (apalagi bayar guide dengan Bahasa Inggris yang susah dicerna mending baca wikitravel hehehhehehehhe)

Tiket masuk ke Angkor Wat dilengkapi foto diri untuk mencegah pemalsuan, percaloan dan penggunaan tiket orang lain. Antrian pembelian tiket lumayan agak panjang, jadi kita putuskan untuk beli tiket sehari sebelumnya. Setiap memasuk komplek Angkor Wat, tiket akan diperiksa dan muka kita akan dicocokan sesuai dengan foto yang ada di tiket. (tiket saya dilengkapi dengan foto ekspresi kaget liat harga hehehehhehe)

 photo 13e4e8b6-4632-40df-a6de-a147484313d0_zpsbdae8876.jpg

Perjalanan menuju Angkor Wat dimulai jam 5 pagi untuk berburu matahari terbit. Banyak sekali turis yang mengejar momen ini yang menjadikan suasana sangat ramai. Bak paparazzi pencari momen istimewa, mereka berebut posisi PW. Seru sih rebutan dengan mereka, apalagi pas matahari muncul, langsung deh bunyi kamera membahana plus lampu kilat berlomba-lomba menangkap momen. Hihihihihi kenapa juga pake lampu kilat, kan nggak nyampe juga ke objeknya :P
 photo 6f471e20-1db5-4547-acf7-d5ebffd8ff6f_zpsf2869897.jpg

Setelah jeprat-jepret memotret kemunculan matahari, akhirnya saya bisa mendapatkan foto yang menurut saya bagus. Maklum, ini kali pertama saya memakai Canon Eos M dengan lensa tele pinjaman dari suami tercinta (saya bukan pecinta lensa tele dan tidak tertarik untuk mengenalnya). Jadi jangan ditanya saya pake setting apa ya, saya hanya trial and error untuk bisa mendapatkan foto ini.
 photo 1388feba-9b23-45d5-a712-db71f445e764_zps6c9ab567.jpg

Angkor Wat adalah candi  hindu, berbeda dengan Borobudur yang merupakan candi budha. Menghadap ke barat untuk penyembahan Dewa Shiwa dengan lima puncak yang melambangkan Gunung Meru. Dibangun oleh Raja Suryawarman II tahun 1112-1152. Komplek candi terbesar dengan luas hampir 40km dan menggunakan banyak sekali batu dalam pembuatannya.

 photo cd79763c-5513-429f-add7-2fd426c6b2fa_zps78bc2f02.jpg

Memasuki komplek Angkor Wat, terdapat perpustakaan dan bangunan-bangunan pendukung kegiatan lainnya. Dikarenan pintu utama sedang dalam tahap restorasi, pintu samping kiri yang digunakan untuk memasukinya. Seluruh tangga kayu dibuat di komplek ini karena tangga batu yang ada kurang memadai untuk para pengunjung menjelajah.

 photo e1e6034b-00c9-499f-bb43-bf9373fcf2da_zps4b15740b.jpg

Seluruh dinding Angkor Wat dihiasi oleh pahatan halus para artis dijamannya. Di pintu utama, pahatan bercerita tentang perang Barata Yudha dengan detail yang sangat menakjubkan. Dibuat batasan karena jika terlalu sering disentuh, pahatan akan berkurang detail dan timbulnya. Disetiap pilar terdapat ukuran orang bermeditasi....



Final Part, Malang dan sekitarnya

Akhirnya kita kembali ke Malang dan menghabiskan waktu disana. Setelah keliling-keliling, saya berkesimpulan bahwa jalanan di kota ini sangat mirip dengan jalan-jalan di Bandung yang lengkap dengan rumah-rumah tua artdeco hasil design arsitek Belanda. Terutama Kathedral/ Gereja yang saya liat mirip dengan Kathedral Sato Yusup yang ada di Jl. Jawa Bandung. 

 photo 621647a3-e845-422f-bcfb-4f0750693466_zpse1e150fe.jpg

 photo e71d83f8-0d7c-4f87-bfc2-82cd772e8ba9_zps2c1f11d7.jpg

Nah, kita nyobain Restaurant Oen yuk, katanya sih mirip-mirip dengan Toko Sumber Hidangan, Jl. Braga Bandung.
 photo 1370246638_zpsea532f87.jpg

 photo 1370246749_zps493f74f5.jpg

 photo 1370246470_zps28ce2e96.jpg

 photo 1370246366_zpsa24cd990.jpg


 photo 1370247961_zps365b42ce.jpg

Tuesday, June 11, 2013

Tour de Malang Part 3 : BNS, Pohon Inn dan Jatim Park 2

Di postingan yang lalu, ternyata saya belum memasukkan foto-foto dari BNS (Batu Night Spectakular) dan restaurant berputar di Pohon Inn. Jadinya kali ini postingan melengkapi perjalanan saya di kota Malang dan Batu.

 photo 1370248844_zpsbdd97e92.jpg

Setelah seharian bermain di Jatim Park 1, Green Eco Park, Museum Satwa, ternyata perut mulai memberontak minta jatah untuk diisi. Setelah berpikir daripada harus keluar lokasi hanya untuk mencari makan malam, kita mampir ke restoran di Pohon Inn. Ternyata ada program buffet untuk makan malamnya. Dengan Rp. 70.000 untuk dewasa dan Rp. 35.000 untuk anak, diputuskan untuk makan disitu aja. Hehehehhe kalo soal buffet nggak ada ruginya, soalnya kita semua doyan makan.

  photo 1370248989_zps77f65604.jpg

Disini saya menemukan menu tradisional yaitu Angsle. Saya baru nyoba yang namanya Angsle dan rasanya ternyata enak. Saya pikir seperti wedang ronde, ternyata hanya santan saja jadi nggak ada pedes-pesesnya.

 photo 1370249374_zps42981797.jpg

Kenapa dibilang Pohon Inn... karena bentuknya seperti akar pohon yang menjulang tinggi. Kalo dalemnya sih nggak tau juga, soalnya nggak masuk.

  photo 1370249757_zps0dcf0fac.jpg

Setelah kenyang makan malam, kita berkunjung ke Batu Night Spectacular. Lampu-lampu meramaikan suasana malam hari yang cukup dingin.

 photo 1370249631_zps26ac0cd0.jpg

Dipintu masuk, terdapat kartu-kartu informasi wisata yang ingin kita kunjungi. Saya mengambil beberapa untuk referensi berkunjung suatu saat nanti.

 photo 1370249701_zpsbf1f5550.jpg

Pertama kali masuk, sepeda udara mendapat giliran pertama. Sebetulnya saya sudah pernah mencoba dan saya takut dengan permainan ini. Berhubung kalo saya nggak ikut akan kurang orang, akhirnya dipaksakan untuk naik juga. Keliatan kan dari hasil fotonya, nggak bisa fokus karena gemeteran...

 photo 1370249649_zpsc4889505.jpg


 photo 1370249113_zps42cb3466.jpg

Setelah itu anak-anak memilih mainannya sendiri, sedangkan saya sih nehi-nehi meregehese... mendingan juga jalan-jalan sambil latihan motret deh. Ternyata semakin bertambah usia, semakin berkurang nyali. Nggak percaya? Cobain deh naik sepeda yang bisa muter 360 derajat ini. Hehehehheheh head over heels

  photo 1370249298_zpsa319e215.jpg

Tuesday, June 4, 2013

Tour de Malang : Part 2, Eco Park, Jatim Park 2, BNS, Museum Satwa dan Secret Zoo

Jika beberapa tahun yang lalu Kota Batu terkenal dengan wisata agro memetik buah apel dan jeruk sepuasnya, Kali ini wisata ditekankan kepada konsep pendidikan sekaligus senang-senang. Karena mempunyai waktu longgar di kota ini, maka diputuskan untuk membeli tiket paket terusan yang bisa dipakai untuk dua hari. Arena yang bisa dikunjungi adalah Jatim Park1 & 2, Eco green park, BNS, Museum Satwa, dan Batu secret zoo. Paket tersebut dibanderol Rp. 150.000 all in (kecuali bermain di BNS). Nah, akhirnya disusunlah acara untuk mengunjungi seluruhnya dengan diawali 

1. Eco Green Park

   photo 1370246880_zps0ef46bf9.jpg 

Di Eco Green Park, kita diperkenalkan dengan segala macam yang berhubungan dengan alam,  recycle dan gaya hidup hijau. Diajarkan bagaimana kita harus hidup selaras dengan alam dan menjaganya demi anak-cucu pada masa mendatang.

 photo 8e93e5a3-d14f-4fe1-9f89-1ceef7d71599_zps1738d36e.jpg

  photo 1370247870_zpse93f20bc.jpg  photo 1370247000_zpsb8501450.jpg

Selain itu, ada juga insectarium dengan koleksinya berupa kupu-kupu, belalang, kumbang dan serangga lainnya. Saya paling suka liat kupu-kupu yang disusun menjadi sangat cantik. Hmmm tapi buat Lulla, masuk insectarium menjadi tantangan adrenalin sendiri. Maklum, si neneng ini teh takut sama kupu-kupu, jadi sibuk sendiri lari-lari menghindari kupu-kupu yang berterbangan dengan bebas. 


 photo 1370247562_zps45c6f1e7.jpg 
Sebetulnya masih banyak lagi yang dilihat sebelum memasuki rumah terbalik, takut kebanyakan foto jadi dipangkas aja ya.... 
Ada rumah terbalik lho..... kalo di Dufan ada rumah miring, kalo disini ada rumah terbalik. Semua perabotan jadinya ada diatas kepala kita. Lucu deh, banyak barang yang jadi berjatuhan ....

 photo 17f3298f-8cb5-4120-9ac4-067e38c9f065_zps911fbed3.jpg

Monday, June 3, 2013

Tour de Malang: Day 1, Batu

Kunjungan ke Kota Malang dan sekitarnya pernah saya lakukan beberapa tahun silam.. Liburan paskah kali ini, saya kembali mengunjungi Abang saya yang memang merantau ke kota apel ini. Kali ini perjalanan dengan keluarga dan niatnya mau jalan-jalan dan senang-senang saja. Berbekal dari blogwalking dan membaca cerita-cerita, akhirnya diputuskan untuk menghabiskan waktu di Batu, Malang. Malam pertama, kita mengunjungi Alun-alun Batu. 

 photo 1370255850_zps9179222f.jpg

Di alun-alun ini saya sangat takjub dengan RPH (Ruang Publik Hijau) yang disediakan oleh Kabupaten ini. Terus terang, saya belum pernah melihat RPH yang betul-betul berpihak ke masyarakat. Disini masyarakat bisa menikmati malam dengan hiburan sesungguhnya. Kedatangan saya disambut dengan aneka lampion yang sangat lucu-lucu, mulai dari apel, wortel, sampai ke sapi dan hewan lainnya. Rasanya saya pernah datang ke festival lampion dan harus merogoh kocek agak dalam untuk menikmati keindahan lampu berwarna-warni. Sedangkan disini semua serba gratis.

 photo 1370249452_zpscb50b8b8.jpg


Taman yang ada pun tampak asri dan terawat dengan baik. Semua ditata dengan baik dan rapih, tidak ada yang melanggar "berat" kesepakatan dan aturan main di Alun-alun ini. Tertib, tidak ada yang gelar tiker di rumput (hehehehhehhehe soalnya si tukang kebon bawa selang yang siap semprot kalo ada yang berani duduk disitu). Belum lagi playground yang disediakan untuk anak-anak. Rasanya senang ada juga yang berpihak dan perduli dengan dunia anak. Jadi ngiri, di Bandung nggak ada yang seperti ini :(

 photo 1370249490_zps395c9e3d.jpg


Selain taman yang kering dan asri, ada juga air mancur yang bisa dinikmati oleh semuanya. Sayangnya cuaca dingin dan nggak bawa baju ganti membuat saya agak melarang anak-anak menghabiskan waktu di area ini. Maklum, nggak enak nanti malah basah-basahan di jalan....

 photo 1370249516_zpscc32e8e5.jpg
Kalo di Singapore punya Singapore flyer, London punya London eye, di Batu juga punya Ferris  Wheel yang besar dan bisa melihat keindahan kota Selekta saat malam. Hanya dengan mengeluarkan uang Rp. 3.000, kita sudah bisa naik dan menikmati keindahan kota. Harus agak bersabar, karena murah antrian juga jadinya panjang. 
Kalo lapar, nggak usah khawatir, banyak cafe-cafe di pinggir Alun-alun menyediakan makanan ringan sampai berat dan diiringi live music. Sayangnya malam itu kita langsung pulang, karena masih capek karena perjalanan siang ke Malang. Jadinya disajikan hiburan seperti ini saja udah merasa senang sekali. Langsung pulang istirahat aja, karena besok mo nerusin jalan-jalan lainnya....

Wednesday, May 22, 2013

Marina UV White extra SPF 15 : mengoptimalkan persahabatan kulitmu dengan matahari

Ingatkah masa kecil dulu, saat persahabatan dengan matahari yang sangat akrab, saat mandi matahari menjadi kewajiban pada pagi sebelum mengawali seluruh hari, tanpa busana, tanpa perlindungan demi mendapatkan manfaat dari sinarnya. Tapi setelah beranjak besar, matahari seakan-akan menjadi musuh besar, kita enggan keluar di siang hari, walaupun terpaksa kita memakai perlindungan yang "lebay" dari ujung rambut ke ujung kaki. Tapi terkadang kita juga salah kaprah dalam melindungi diri terhadap matahari, sebagian besar orang hanya ingat untuk melindungi kulit bagian muka karena terlihat padahal, kulit bagian lain pun memerlukan perlindungan yang sama karena seluruh kulit yang ada ditubuh kita itu mempunyai umur dan bekerja sama kerasnya dengan kulit bagian lainnya.

 photo 4ec72a80-3770-48ea-a955-3e75454ca0cb_zps7be95699.jpg
marina uv white SPF 15, my travel buddy

Matahari kita takuti karena sinar ultravioletnya yang langsung mengenai kulit. Padahal, matahari juga memiliki kekuatan menembus dan memantul UV dengan dayanya yang ruarr biasa. Ketidaktahuan saya dalam melindungi kulit menyebabkan kerusakan kulit yang mengganggu. Hal ini dialami saat saya melakukan perjalanan saat musim salju. Perubahan cuaca dari tropis ke empat musim menyebabkan kulit harus berusaha keras beradaptasi. Mengapa? karena di musim dingin  justru sinar matahari sedang  ganas-ganasnya plus pantulan dari salju putih serta tingkat kelembaban yang rendah menyebabkan kekeringan luar biasa. Padahal, anak lelaki pemilik rumah yang masih duduk kelas 3 SD sudah mengingatkan saya untuk memakai lotion. "Nita, don't leave bathroom without applying the lotion. Your skin will be suffering because of the winter time". Ihhhh, ni anak kecil lebay banget sih, udah cowok, kecil, bawel lagi, ngapain sih si kutu kupret ini ngurusin urusan kulit, lotion, lip balm segala, saya aja yang cewek nggak peduli.... Nggak cukup apa pakaian yang menutupi ujung rambut ke ujung kaki.

Ternyata.... Di musim ini selain kulit terbakar juga  kulit mengalami kekeringan luar biasa. Kalo cuman kering dan berbusik sih itu mah udah biasa dialami tapi ini kondisi ekstrem yang saya sendiri baru tahu dan mengalami.....Kulit saya terutama bagian tangan menjadi kering seperti kerupuk kulit, gatal luar biasa, mengelupas dan pecah berdarah. Selain itu saya mengalami electric static karena kekeringan kulit yang bisa mengalirkan listrik ketika bersentuhan dengan manusia dan benda metal seperti knob pintu, handle mobil dan bersinggungan dengan orang lain. Kondisi ini belum pernah saya rasakan dan sangat menggangu, saya jadi takut untuk membuka pintu dan bersalaman, apalagi berpelukan....huuuuaahhhhh bagaikan Tom yang selalu disetrum oleh Jerry ketika bersalaman. Ah, kali ini si kutukupret benar adanya. Pelajaran dan  pengetahuan bagaimana melindungi kulit ternyata saya peroleh dari anak lelaki kelas 3 SD.

Photobucket Pictures, Images and Photos
pilihlah ukuran Marina UV White SPF 15 yang cocok dengna mu
Sejak hari itulah saya tidak pernah meninggalkan kamar mandi tanpa mengoleskan lotion ke seluruh badan. dan  memakai kemanapun pergi. Sampai-sampai baju semua baunya sama dan banyak noda karena pemakaian lotion yang lengket dan menempel. Lotion walaupun tidak berbentuk cream, tetapi saya merasa berat memakainya karena menempel, berminyak, bau khas tabir surya dan menodai kain dan baju.

Dan kebiasaan ini pun saya bawa pulang ke rumah. Sesampai di Bandung saya mulai hunting lotion karena nggak mau kena masalah yang sama. Apalagi iklim tropis dengan sinar matahari sepanjang tahun. Nggak mungkin kan saya memutuskan silaturahmi dengan sang matahari, apalagi memusuhinya.... Yang bisa saya lakukan adalah berdamai dengannya. Untuk bisa berdamai dan bersahabat, kita harus tahu kelebihan dan kekurangan dari  sahabat lama kita....

Karena Indonesia tercinta memiliki iklim tropis dengan matahari bersinar sepanjang hari, sepanjang musim,  sepanjang tahun, mau tak mau kita harus memilih lotion dengan kemampuan yang bisa mengimbangi efek buruk  radiasi ultra violet, yang bisa menyebabkan kulit terbakar sampai ke kanker. Dalam kontes lotion idol kali ini saya menerapkan penjurian sebagai berikut :

1. Memiliki perlindungan broadspectrum terhadap sinar UV, baik UVB ataupun UVA.
2. Bahan atau ingredients
3. Harga yang bersahabat dengan kantong.



Dan....pemenangnya adalah...taaaddaaaaaaaa......

Marina UV White Extra SPF 15 Hand & Body Lotion. 
Ada yang protes atau keberatan saya memilih produk ini? Hmmmm gini lho.... Marina UV White Extra SPF 15 Hand & Body Lotion mempunyai spesifikasi sebagai berikut:
  1. SPF 15 sebagai UV B Protection yang melindungi dari paparan sinar matahari. Kenapa SPF 15, tidak dengan angka lebih tinggi? Coba bandingkan harga SPF15 dan SPF 30, harganya akan berbeda 2 kali lipat padahal kalo dibandingkan, manfaat Marina UV White SPF 15 optimal melindungi dari 94% sinar UV sedangkan SPF30 hanya melindungi 96%. Karena sesungguhnya angka dibelakang SPF itu bukan menunjukkan kekuatan lotion dalam melindungi kulit melainkan menunjukkan waktu perlindungan. Jadi kalo seseorang dalam 10 menit bisa terbakar kulitnya, maka jika menggunakan SPF 15 berarti 15 kali 10 menit dia akan terlindungi. Sedangkan kita masih membutuhkan sinar matahari untuk kesehatan tulang dan manfaat lainnya. Jadi jika kita menggunakan SPF tinggi yang melindungi 100% sinar UV kita tidak bisa mendapatkan manfaat dari sinar matahari dan justru mendapatkan masalah kesehatan lainnya. Benci boleh tapi bukan berarti memutuskan tali silaturahmi dengan sahabat lama kita matahari.
  2. PA+ sebagai UV A Protection yang membantu menghambat proses penggelapan kulit. PA adalah istilah yang digunakan oleh dermatologis Jepang. Menunjukkan tingkat perlindungan terhadap pigmentasi atau penggelapan kulit oleh sinar UV A. Semakin banyak angka + nya, semakin tinggi perlindungannya. Sama dengan fungsi SPF, Marina UV White Extra SPF 15 Hand & Body Lotion memberikan kesempatan kulit kita untuk tetap bersahabat optimal dengan matahari tanpa membuat kulit menjadi gelap. 
  3. Biowhitening Complex dari Yogurt dan Vitamin B3 yang kaya akan nutrisi, bekerja membantu mencerahkan warna kulit, sehingga tampak lebih putih merata. Yogurt dikenal sebagai makanan sehat tubuh kita. Selain dimakan, ternyata dioleskan ke kulit pun manfaatnya sama baiknya. Enaknya, untuk mendapatkan manfaat yang sama, tidak perlu menyimpan lotion ini di lemari es.  Hati-hati.... jangan sampai tertukar memakan lotion ini karena harumnya yang segar seperti yogurt.....
  4. Vitamin E. Lingkungan udara kita telah terpapar oleh radikal bebas seperti asap rokok, polusi udara dan polusi lainnya yang akan merusak kulit kita. Cegah dengan mudah dengan memakai Marina UV White Extra SPF 15 Hand & Body Lotion.
 photo 1367893704_zpsb407fc5d.jpg
Marina UV White SPF 15, cemilan sehat untuk kulit mu
Faktor lainnya adalah masalah harga. Harga mahal belum tentu berbanding lurus dengan produk yang baik, biasanya harga mahal memakai bahan yang sama saja tetapi konsumen  harus membayar biaya packaging dan marketing. Pemilihan produk harusnya berdasarkan bagaimana kita merasakan bukan berapa harga yang bisa kita bayarkan. Rasakan manfaat dari Marina UV White Extra SPF 15 Hand & Body Lotion baru bisa deh kita membuat perbandingan dan mengerti kenapa kita memilih dan jatuh cinta sama lotion ini.

Ukuran. Marina memiliki  kemasan dengan ukuran yang berbeda. Saya memilih ukuran besar untuk pemakaian setelah mandi dan kemasan terkecil untuk pemakaian ulang dimanapun saya berada. Saya lebay.... Ah nggak juga. Pemakaian hand and body lotion harus diulangi beberapa kali. Walaupun mengandung SPF15 membuat kulit kita lebih tahan 15 kali, tapi air, keringat akan menghapus fungsi SPF 15. Jadi harus dioleskan kembali. Terutama untuk bagian tangan yang mempunyai ketebalan kulit tertipis tapi bekerja paling banyak (mungkin itu sebabnya disebut Hand and body lotion, karena kulit tersebut harus mendapatkan perlindungan optimal...bukan face and hand lotion hehehehhehe). Kelembabannya akan menghilang karena kita akan sering mencuci tangan, sabun akan menggerus kelembabannya. Saya biasanya mengoleskan lotion setelah mandi pagi dan sore, setelah makan siang dan sholat. Selain itu harumnya membuat saya tetap segar sepanjang hari tanpa harus memakai parfum.

 
 photo 2c2aaef3-68eb-4bed-b48e-689a2285cd60_zps41af534b.jpg
Marina UV White SPF 15, kulit putih sehat merata

Matahari bukanlah penyebab tunggal kekeringan dan pigmentasi kulit, tetapi ruangan ber AC akan mencuri kelembaban kulit kita. Pernah dong, merasakan memakai baju, biasanya bawahan, rasanya tidak nyaman karena kain menempel di badan kita. Itu ciri-ciri kelembaban sudah dicuri oleh AC. Terapinya hanya satu, oleskan Marina UV White Extra SPF 15 Hand & Body Lotion untuk menjaga kelembaban kulit sehingga kain tidak akan sudi lagi menempel di badan kita. Selain itu perjalanan atau travelling jarak jauh menggunakan pesawat terbang juga harus memakai lotion karena udara diatur oleh AC sehingga kering luar biasa. Dengan ukuran kecil,  marina dapat dibawa kemana saja bahkan masuk ke dalam pesawat karena ukurannya yang tidak lebih dari 100ml. 

Sepertinya paradigma menggunakan lotion dan tabir surya sebagai bagian dari perawatan kosmetika sepertinya harus diubah. Karena sesungguhnya menggunakan lotion berSPF itu tugasnya bukan hanya merawat, tapi yang terpenting adalah melindungi kita dari kekeringan yang dapat menyebabkan dehidrasi kulit dan paparan sinar matahari penyebab kerusakan kulit kecil sampai dengan kanker kulit yang dapat membahayakan jiwa kita padahal dapat dihindari dengan langkah kecil seperti memberikan Marina UV White Extra SPF 15 Hand & Body Lotion secukupnya setiap pagi. 

Sebetulnya siapa sih yang harus memakai lotion, saya kan pria, saya kan sudah besar. Well, kulit diciptakan untuk semua kalangan tanpa melihat gender, RAS dengan tugas yang sama beratnya, menahan aliran darah didalam tubuh kita. Hmmmmm masih nggak kasihan dan nggak mau merawat pemberian Tuhan? Mengeluarkan uang banyak untuk perawatan muka, tapi kulit yang lain dilupakan. Masalah kulit bukan hanya milik wanita dewasa saja tetapi semua umur, ras dan gender haruslah memulai untuk memikirkan melindunginya. Jangan sampai menyesal karena terlanjur santai dibawah sinar matahari tanpa perlindungan, tetapi harus dioptimalkan perlindungannya dengan menggunakan lotion yang cocok untuk menghindari flek pada kulit, keriput  dan penuaan dini. Walaupun kulit kita tipe kulit asia yang mempunyai melanin dan lebih tahan terhadap sinar matahari, tetap saja perlindungan dibutuhkan. Ingat, semakin terang warna kulit semakin rentan terbakar sinar matahari.

Jadi, gimana...masih ragu juga melindungi kulit dengan Marina UV White Extra SPF 15 Hand & Body Lotion? Hayooo jadikan matahari sahabat mu yang paling berguna dan kulit sehat putih merata .dengan sang Mak Comblang terpercaya Marina UV White Extra SPF 15 Hand & Body Lotion

 photo 1367894977_zps2c4bcc31.jpg
Lomba Blog Sahabat Marina






Tulisan ini diikutkan dalam "Lomba Blog Sahabat Marina"

Sumber : wikipedia.com, skincareabout.com