Tuesday, December 10, 2013

Anda pelit, stamina dan waktu terbuang dengan cepat di sini

Masih ingat kata-kata mutiara bahwa Jepang itu mahal, terutama untuk transportnya. Sepertinya saya termakan oleh kata-kata ajaib itu. Saya rasa saya melakukan kesalahan fatal dalam membeli tiket kereta. Sejak awal pergi, saya  memutuskan untuk tidak membeli tiket JR Pass karena harganya yang mendekati 3 juta rupiah (mendekati tiket airasia bandung-osaka hehehhehe) dan saya kurang dari seminggu melancong disini, rasanya memang kurang efektif. Tapi penasaran juga sih kayak apa kalo naek kereta cepat Shinkansen itu?

 photo 8e9a6fcb-fdcd-4f9b-965b-990dd3545aba_zpsf158c9dc.jpg

Setelah baca buku dan blog sana-sini, saya memutuskan hanya membeli JR Kansai, pertimbangannya karena untuk kereta pulang nanti dari Kyoto ke Bandara Kansai, Osaka. Trus karena 2 hari terakhir saya akan mengelilingi daerah-daerah Kansai, lumayan bisa merasakan Shinkansen walaupun hanya 15 menit. Untuk transportasi dalam kota, diputuskan untuk membeli daypass saja . Nah, disini saya terlalu perhitungan. Tokyo memiliki sistem kereta api bawah tanah yang terintegrasi. Perusahaan kereta ada beberapa, JR milik pemerintah dan 2 line milik swasta. Tiket kereta pun berbeda-beda tergantung line mana yang akan dipakai. Nah, saya pengen ngirit waktu membeli tiket, karena saya pikir sudah mencukupi area yang saya kunjungi. Tiket seharga 700 yen bisa menggunakan Toei Line seharian, padahal kalo mau nambah 300 yen lagi, bisa memakai metro line. Tau apa akibatnya karena terlalu pelit untuk bayar 300 yen???????


Saya tidak bisa mengakses banyak stasiun bawah tanah di Tokyo. Dan saya harus keluar dari suatu stasiun untuk menemukan pintu yang sesuai dengan tiket saya. Dan sialnya lagi, tidak semua stasiun memiliki pintu keluar dengan eskalator dan lift. Kebayang kan harus naik 8 tingkat tanpa bantuan eskalator. Gempor...! Belum lagi harus nyasar-nyasar karena salah menemukan pintu masuk. Waktu dan tenaga sudah banyak terbuang percuma hari ini. (gara-gara pengen ngirit 300 yen, nasib). Sampe akhirnya kita ke Tokyo Station karena disini semua kereta bermuara. Station ini merupakan tempat tersibuk di Jepang karena seluruh line dan juga Shinkansen ada disini. Sekali lagi, jangan harap bisa menemukan bangku untuk duduk beristirahat. Semua orang bergegas untuk melanjutkan perjalanannya.

 photo 605421a8-bdae-4930-b657-11a2369e64e8_zps778e7933.jpg

Musim gugur dan musim dingin memang hanya menyisakan waktu terang yang relatif lebih sedikit dibanding dengan musim lainnya. Jadi jangan heran jika jam menunjukkan waktu 5 sore tapi diluar sana kelihatan sudah melewati waktu Isya. Apalagi, awan gelap pembawa hujan kerap sekali muncul, menambah suasana temaram yang buat saya nggak nyaman untuk berjalan-jalan. Ada rasa yang berbeda saat melakukan perjalanan saat terang dan gelap. Biasanya, otak saya jadi kram dan sedikit tulalit kalo dikasih malam.

 photo 718ad497-8718-4a65-b423-c84cb3cad92b_zpsa8f33e54.jpg

Untuk mengantisipasi sore yang berasa malam, biasanya sih banyak lampu-lampu dipasang. Terutama di pohon-pohon yang meranggas karena memang waktunya mereka menggugurkan daun-daun untuk hibernasi dimusim selanjutnya. Setelah melihat-lihat daerah sekitar, kita berencana untuk mencari Shibuya dan Patung Hachiko. Saya pengen menikmati sensasi The Fast and Furious, Tokyo drift dan juga film Hachiko yang diperankan oleh Richard Gere. Nah, karena kesalahan kecil yang fatal tadi (gara-gara pengen ngirit), akhirnya kedua tempat itu tidak bisa ditemukan karena stasiun hanya terlewati bukan tempat berhenti. Apalagi pake perasaan bahwa tempat itu ada diatas kita, akhirnya, nyasar.com selama beberapa jam. Sempet nanya ke Koban (polisi) dan ditunjukkan petanya. Hasilnya.... jauh pisan dan kayaknya nggak sanggup lagi untuk berjalan ke dua tempat itu. Kita memutuskan untuk kembali ke penginapan aja.

 photo 1a84c487-e215-4a34-89bd-7e4c24bd7f51_zpsa4f6c0fd.jpg

Sebelum sampai kembali ke penginapan, tiba-tiba terlintas tulisan Stasiun Akihabara.... tuing.... entah ide darimana tiba-tiba dapet enerji untuk naik keatas buat liat Akihabara yang beken dengan barang elektronik dan jadi "Mecca" untuk para gamers. Selain itu, supaya besok kalo mo kesini udah tau rutenya hehehhehehe



 photo a1ef5a28-2938-49ee-8544-f77b029cdc2e_zps0d055936.jpg

Hahahhahahahahha yang pertama dilihat langsung banner gedenya AKB 48 plus game-game terbaru keluaran taito ataupun console merk Jepang. Disini juga arkas besar untuk produsen concole game seperti Nintendo, Playstation, dan merek besar lainnya. Sepertinya justru barang elektronik tidak terlalu terlihat seperti cerita-cerita orang-orang. Banyak juga pusat game online dan game cafe. Karena persaingan yang sangat ketat, masing-masing tempat mempunyai sales yang berdandan ala anime maid. Mereka membawa brosur sambil menawarkan isi cafenya. Tawarannya tentu dalam Bahasa Jepang ya...

 photo de60c728-290c-4d2c-8a7f-d4938e087e4d_zps4ec2e77d.jpg

Setelah berjalan beberapa saat, tiba-tiba mata tertumbuk pada tulisan besar AKB48 cafe and shop. Saya langsung terbahak-bahak melihatnya karena teringat para abg yang mengidolakan rombongan penyanyi ini Angka 48 juga jadi trademark grup indonesia yaitu JKT48 (hisss jadi inget twitter disalahgunakan oleh penggemar grup ini). Sepertinya 48 itu merupakan jumlah anggotanya dan huruf depan menyebutkan nama kota, AKB tentunya singkatan dari Akihabara dan JKT singkatan dari Jakarta (mohon maaf jika salah  menterjemahkannya...)

 photo d01c6a6f-3540-4bbc-ad46-0cea4447c1a9_zps0a5b4faa.jpg






Iseng aja masuk kedalam sambil motret tokonya yang jual bermacam mechandise resmi AKB48. Sumprit saya nggak beli karena saya nggak tau, nggak ngefans dan juga nggak mau bikin temen saya dikantor yang tergila-gila sama grup ini senang. Sangkanya nanti saya perhatian banget ngasih oleh-oleh ini sama dia ...ihhhh nehi ya....

 photo f97dfa3f-df32-4efd-aee8-2a45a3d68a72_zps10785bdc.jpg

Nggak ketemu sih sama anggotanya, cuman liat foto-foto dan barang-barang aja. Eh, ada menu yang tulisannya JKT48. Jadinya menu di kafe semua itu ditandai sama nama-nama grup diseluruh dunia yang punya kode 48. Setelah dibaca dengan cermat, menu JKT 48 itu berupa Nasi Goreng....

 photo 42e4ac4d-c859-48a9-aa41-065b9863a0fe_zpsc451e1fa.jpg

Kalo sebelah AKB48 Cafe, ada Gundam Cafe. Yang ini sepertinya khusus untuk penyuka Meca-Robot. Walaupun tak seramai AKB48, cafe ini juga merupakan trademark para pencinta anime jepang, baik anak-anak ataupun dewasa. Di pintu masuknya kita akan disambut oleh robot besar dan tulisan menu.

 photo eaa09276-1488-460d-9e39-17233fb67695_zps144bb8c6.jpg


 photo 01705eb0-c758-4996-9ad8-391b9390c7a8_zps1d0aaac0.jpg


 photo 5e748449-e071-41e1-bb88-a0eacec21e40_zps1815f6bd.jpg

Nah, kalo yang ini tutup hydrant yang ada di jalan. Saya potret karena lucu aja liat pemadam kebakaran Jepang versi anime. Dan tutup seperti ini ada disetiap sudut hydrant. Masing-masing kota punya tutup gorong-gorong dengan ciri khasnya sendiri. Hmmm lucu juga ya kalo di Indonesia seperti ini. Jogya dengan lambang keraton, Bandung dengna lambang gedung sate, Jakarta dengan Monas. Siapa yang mo ngusulin hehehheheheh

 photo 3395bd78-51ce-4149-85ba-f1c31d5deae7_zps908c8c24.jpg

Nah, udah liat ini semua akhirnya kita kali ini beneran ke penginapan. Dan ternyata masih tetep salah baca peta jadinya ngabisin lagi tenaga hehehhehe. Jalan kaki udah nggak bener dan nggak bisa jongkok takut nggak bisa bangun lagi. Ya, pelajaran hari ini adalah jangan pernah pelit untuk diri sendiri karena waktu itu nggak bisa dituker dengan apapun. Hasilnya jalan-jalan hari ini kurang efektif karena kebanyakan jalan kaki dan nyasarnya .....     Aduhhhh kasur dimana kau, aku sangat merindukan mu.....