Monday, December 9, 2013

Tokyo membutuhkan ketahanan fisik yang prima (selain isi dompet)

Sebelum saya memutuskan untuk menjejakkan kaki ke Jepang, nada-nada sumbang dan pesimistis sudah banyak sekali yang saya dengar. Misalnya aja kata-kata mutiara indah seperti :

1. Di Jepang itu semua Mahal.
2. Komunikasi dalam Bahasa Jepang itu susah.
3. Petunjuk/ rambu-rambu semau dalam huruf Kanji.

Pokoknya garis besarnya itu karena mahal dan susah jadi nggak usah pernah berpikiran untuk mampir ke Jepang...Ho Ho Ho Ho no way Jose! Semuanya itu salah besar...! Jepang itu tidak semahal yang dipikirkan. Orang Jepangnya sendiri hidup sangat sederhana, tidak sulit berkomunikasi karena Orang Jepang senang menolong, tidak jadi buta huruf karena ada Mbak Google translate hehehheheh. Pokoknya nggak ada yang susah di Jepang, yang ada kita hanya tidak terbiasa saja. Yang justru diperlukan untuk menjelajahi Jepang adalah ketahanan fisik yang prima hehehhehhe nggak percaya, coba deh disimak.

 photo be4b60ae-7ecc-4f44-bde3-bf26c59abb23_zps387b43e9.jpg
Selepas bermalam di atas Bus Malam Willer Osaka-Jepang menunju Stasiun Shinjuku (lumayan ngirit nginep semalam), langsung mencari hostel di daerah Kuramae. Walaupun belum bisa dapet kamar, setidaknya saya bisa menitipkan barang dan tentu saja nebeng mandi. Maklum, terakhir mandi itu dua hari yang lalu saat masih di Bandung hehehhehe. Perjalanan ke Hostel berjalan mulus-mulus saja setelah mencoba line kereta bawah tanah yang super njlimet. Apa coba rahasianya.... gampang lho, ternyata tiap weekend di setiap stasiun bawah tanah selalu ada volunteer yang membantu pelancong untuk menemukan rute dan alamatnya. Mereka sekalian "practice English" dan memang sangat membantu sekali. Bahkan sangat senang hati kalo kita banyak pertanyaan, karena semakin banyak, semakin sering dia menggunakan Bahasa Inggris. Hebat yah, kepikiran untuk terjun langsung praktek Inggris.

Nah, setelah beres dengan urusan administrasi, mandi dan sekedar brunch, perjalanan dimulai dari rute terdekat yaitu mengunjuni kuil Senso-ji di Asakusa yang jaraknya hanya 400 meter dari hostel. Tanda-tanda semakin mendekat yaitu dengan banyaknya abang tukang becak yang menawarkan jasa mengelilingi kuil selama 30 menit dengan mahar 8.000 yen. Mau nyoba, lumayan ganteng kok si Mamang Becak teh...cuman inget bayarnya mah rasanya niat dikurung kembali....

 photo 7f992ac7-74d5-413c-9c73-46bdd19a5b87_zps33b72c58.jpg

Jalan menuju Kuil Senso-Ji namanaya Nakamise dipenuhi oleh pedagang-pedagang yang menjajakan makanannya. Mulai dari Dorayaki (pas pagi datang harganya 300 Yen per 8 Buah, pas pulang agak siang jadinya 200 Yen. Turun harga hehehehheheheh), sampe ke samurai ala ninja juga ada. Yah, mirip-mirip pasar minggon di Gasibu deh yang sagala aya. Cuman banyaknya disini lebih ke makanan dan cindera mata.

 photo 683f64a8-3d61-4f62-97d7-c605c57e6c0b_zps6c5d7692.jpg

Hayo... siapa yang nggak ngiler liat gantungan kunci, gantungan handphone sampe ke dekorasi lainnya yang dipajang sepanjang jalan. Makanya jadi macet dimana-mana karena banyaknya pengunjung yang mampir dan milih-milih barang-barang yang lucu-lucu semua. 

 photo 406c2d4a-b769-4cf9-bb7b-4254d9c3c6f7_zpsb6a55a94.jpg

Mentang-mentang di kandangnya sendiri, dekorasi Hello Kitty itu sangat juara disini. Mulai dari dompet sampe ke rantang tinggal pilih model dan barang apa yang disuka.

 photo 38be7244-412a-4eb0-99b9-9816a4f45c94_zps5058dd46.jpg

Yang ini jualan kain yang biasa dipakai untuk bungkus bento, kantong kecil sampe ke kotak permen. Mangga, dipilih-dipilih....

 photo 9f0763f2-7724-4a7e-ba17-47581afdfa65_zpsb24eedc0.jpg


Saya sangat tergila-gila dengan Matcha Supa Ice Cream alias greentea soft es krim. Pasti setiap ada kedai Es Krim saya beli. Bukan cuman saya, Mbak Hani rekan seperjalanan pun kelakuan sebelas duabelas dengan saya. Sayangnya dia memutuskan untuk berhenti karena setelah beberapa kali makan matcha es krim muncul tamu tak diundang...Bisul.
Ada hal unik setiap membeli es krim di Tokyo. Si penjual akan mengajukan syarat dan ketentuan yang berlaku, yaitu makan es krimnya nggak sambil jalan-jalan dan nggak akan berceceran kemana-mana. Setelah kita setuju, baru deh transaksi pembelian bisa berjalan. 

 photo d992adbd-9edc-42fa-be3f-09f55342b81a_zpsc924cd01.jpg

Nah, kalo ini specialisasinya jualan berbagai snack dari beras. Kalo kata saya sih berbagai jenis opak, cuman bentuknya lebih kecil dan lebih pipih, mulai dari opak asin, manis asin sampai opak manis. Yang bagus dan lucu itu kemasannya yang sangat unik.

 photo 4b03660d-32bd-4bb0-a177-2575a5ad7133_zps90dbd911.jpg

Kita udah deket deh sama Kaminarimon dengan lentera raksasa yang ada di pintu kuil. Saya paling suka melihat banyaknya orang yang wara-wiri dengan berbagai gaya dan style. Berhubung sudah memasuki musim dingin, jadinya mulai banyak orang yang berpakaian tebal atau menggunakan kimono musim dingin yang hangat.


 photo ff6de6d0-f056-4e5f-b3e5-340fa3850c73_zps7e082584.jpg


 photo 666baf06-fcbb-4b7e-a1fa-356fcb573d41_zpsa705166c.jpg
Pintu masuk kuil sangat ramai karena banyak sekali orang yang ingin berfoto dengan latar belakang gerbang raksasa, Kaminarimon. Susah banget nunggu keadaan kosong, karena semua pengen mendapatkan objek yang sama. Kasian kan si adek kecil yang udah dandan cantik pake kimono bingung kapan bisa foto dengan latar belakang yang kosong hehehhehehe.




 photo df502b03-e1b5-401e-8822-7fc5a1472af0_zps707836bf.jpg











 photo ce88ecae-3c1c-4af4-ae28-9739cbc09993_zps94aae771.jpg

Nah, ini dia si Kaminarimon dari jarak dekat. Lentera ini mempunyai tinggi kurang lebih 4 meter dengan berat 670 kg. Hehehehhe kebayang kalo ketimpa, gepeng deh saya kayak dorayaki. Dibagian bawah lentera terdapat ukiran naga kayu. Hmmmmm nambah berat deh. Lentera ini diturunkan ketika ada festval-festival karena dalam festival membawa kayu-kayu besar yang akan terhalang oleh lentera.

 photo 9f99e523-25cf-4efd-8d5d-12d50f64ae5d_zpsb9ae48b7.jpg

 photo 5091661f-0597-4133-8496-9faa487ee8f1_zps7225aee9.jpg

 photo 05c6a978-50f9-49e8-b6f5-8a15f28eadd5_zpsdc6de13a.jpg

Disebelah kanan kuil, terdapat lampion-lampion kecil, dengan latar belakang Tokyo Skytree Tower. Kelihatannya deket, padahal jauh sekali si Skytree itu berada hehehehheehee.

 photo 3bef62de-73dd-499a-881a-195468a166c1_zps878897ba.jpg

Di kuil ini juga banyak sekali orang yang meramalkan nasibnya dengan menggunakan kayu sejenis sumpit yang dikocok-kocok trus keluarlah isi nasib anda. Berhubung nggak ngerti juga saya percaya nasib saya telah ditentukan oleh Maha Pencipta, saya hanya nonton aja melihat ekspresi orang-orang yang menerima nasib mereka lewat kayu dan secarik kertas.Yang nasibnya kurang bagus pasti deh rada manyun bacanya. Kalo saya disuruh baca kertasnya mau bagus atau jelek cuman bisa garuk-garuk kepala tanda nggak ngerti....

 photo 860cda41-8c14-4df1-bb10-8432f351e7f4_zps60f049bc.jpg

Dempoin Temple masih bagian dari kuil Senso Ji, atanya sih didalamnya ada taman yang indah. Sayangnya temple ini tidak terbuka untuk umum, hanya dengan perjanjian khusus bisa masuk kedalamnya. Oooohhh pantesan kok sepi... (dengan gaya bicara doraemon hehehhehe)

 photo 9079b0bc-bad6-4060-af92-6b062ab960c3_zpsde7f600f.jpg

Selepas dari daerah Asakusa, perjalanan dilanjutkan lagi menuju downtown Tokyo. Selama perjalanan ke kota, saya tidak melihat bangku untuk sekedar melepas penat. Bangku tersedia di taman-taman yang saya pun belum jelas adanya dimana. Hiks..... ternyata orang Jepang nggak suka nongkrong kayak kita, jadi kalo duduk nyaman dan berlama-lama sepertinya hal yang tidak baik....waduh ini udah 4 jam berdiri, rasanya lutut pengen istirahat tapi entah dimana.... hiks koyo cabe memang sahabat setia untuk saat ini....

Eheemmmm, cerita downtownnya di posting berikutnya ya, berhubung sangat banyak foto yang saya upload dan saya nggak tega karena akan memakan bandwith para pembaca yang terhormat, jadinya saya sambungkan ke postingan berikutnya ya...  To be continued...