Sebelum saya memutuskan untuk menjejakkan kaki ke Jepang, nada-nada sumbang dan pesimistis sudah banyak sekali yang saya dengar. Misalnya aja kata-kata mutiara indah seperti :
1. Di Jepang itu semua Mahal.
2. Komunikasi dalam Bahasa Jepang itu susah.
3. Petunjuk/ rambu-rambu semau dalam huruf Kanji.
Pokoknya garis besarnya itu karena mahal dan susah jadi nggak usah pernah berpikiran untuk mampir ke Jepang...Ho Ho Ho Ho no way Jose! Semuanya itu salah besar...! Jepang itu tidak semahal yang dipikirkan. Orang Jepangnya sendiri hidup sangat sederhana, tidak sulit berkomunikasi karena Orang Jepang senang menolong, tidak jadi buta huruf karena ada Mbak Google translate hehehheheh. Pokoknya nggak ada yang susah di Jepang, yang ada kita hanya tidak terbiasa saja. Yang justru diperlukan untuk menjelajahi Jepang adalah ketahanan fisik yang prima hehehhehhe nggak percaya, coba deh disimak.
Selepas bermalam di atas Bus Malam Willer Osaka-Jepang menunju Stasiun Shinjuku (lumayan ngirit nginep semalam), langsung mencari hostel di daerah Kuramae. Walaupun belum bisa dapet kamar, setidaknya saya bisa menitipkan barang dan tentu saja nebeng mandi. Maklum, terakhir mandi itu dua hari yang lalu saat masih di Bandung hehehhehe. Perjalanan ke Hostel berjalan mulus-mulus saja setelah mencoba line kereta bawah tanah yang super njlimet. Apa coba rahasianya.... gampang lho, ternyata tiap weekend di setiap stasiun bawah tanah selalu ada volunteer yang membantu pelancong untuk menemukan rute dan alamatnya. Mereka sekalian "practice English" dan memang sangat membantu sekali. Bahkan sangat senang hati kalo kita banyak pertanyaan, karena semakin banyak, semakin sering dia menggunakan Bahasa Inggris. Hebat yah, kepikiran untuk terjun langsung praktek Inggris.
Nah, setelah beres dengan urusan administrasi, mandi dan sekedar brunch, perjalanan dimulai dari rute terdekat yaitu mengunjuni kuil Senso-ji di Asakusa yang jaraknya hanya 400 meter dari hostel. Tanda-tanda semakin mendekat yaitu dengan banyaknya abang tukang becak yang menawarkan jasa mengelilingi kuil selama 30 menit dengan mahar 8.000 yen. Mau nyoba, lumayan ganteng kok si Mamang Becak teh...cuman inget bayarnya mah rasanya niat dikurung kembali....
Jalan menuju Kuil Senso-Ji namanaya Nakamise dipenuhi oleh pedagang-pedagang yang menjajakan makanannya. Mulai dari Dorayaki (pas pagi datang harganya 300 Yen per 8 Buah, pas pulang agak siang jadinya 200 Yen. Turun harga hehehehheheheh), sampe ke samurai ala ninja juga ada. Yah, mirip-mirip pasar minggon di Gasibu deh yang sagala aya. Cuman banyaknya disini lebih ke makanan dan cindera mata.
Hayo... siapa yang nggak ngiler liat gantungan kunci, gantungan handphone sampe ke dekorasi lainnya yang dipajang sepanjang jalan. Makanya jadi macet dimana-mana karena banyaknya pengunjung yang mampir dan milih-milih barang-barang yang lucu-lucu semua.
Mentang-mentang di kandangnya sendiri, dekorasi Hello Kitty itu sangat juara disini. Mulai dari dompet sampe ke rantang tinggal pilih model dan barang apa yang disuka.
Yang ini jualan kain yang biasa dipakai untuk bungkus bento, kantong kecil sampe ke kotak permen. Mangga, dipilih-dipilih....
Saya sangat tergila-gila dengan Matcha Supa Ice Cream alias greentea soft es krim. Pasti setiap ada kedai Es Krim saya beli. Bukan cuman saya, Mbak Hani rekan seperjalanan pun kelakuan sebelas duabelas dengan saya. Sayangnya dia memutuskan untuk berhenti karena setelah beberapa kali makan matcha es krim muncul tamu tak diundang...Bisul.
Ada hal unik setiap membeli es krim di Tokyo. Si penjual akan mengajukan syarat dan ketentuan yang berlaku, yaitu makan es krimnya nggak sambil jalan-jalan dan nggak akan berceceran kemana-mana. Setelah kita setuju, baru deh transaksi pembelian bisa berjalan.
Ada hal unik setiap membeli es krim di Tokyo. Si penjual akan mengajukan syarat dan ketentuan yang berlaku, yaitu makan es krimnya nggak sambil jalan-jalan dan nggak akan berceceran kemana-mana. Setelah kita setuju, baru deh transaksi pembelian bisa berjalan.
Nah, kalo ini specialisasinya jualan berbagai snack dari beras. Kalo
kata saya sih berbagai jenis opak, cuman bentuknya lebih kecil dan lebih
pipih, mulai dari opak asin, manis asin sampai opak manis. Yang bagus
dan lucu itu kemasannya yang sangat unik.
Kita udah deket deh sama Kaminarimon dengan lentera raksasa yang ada di pintu kuil. Saya paling suka melihat banyaknya orang yang wara-wiri dengan berbagai gaya dan style. Berhubung sudah memasuki musim dingin, jadinya mulai banyak orang yang berpakaian tebal atau menggunakan kimono musim dingin yang hangat.