Friday, July 3, 2015

Animal 4D+ cara baru menikmati fotografi

Animal 4D+ Flashcard dan app karya Octagon Studio dengan basis augmented reality merupakan salah satu alat bantu belajar untuk anak-anak yang sangat digemari, terutama dengan teknologinya yang dapat menghadirkan dunia digital ke dunia nyata seperti seri Animal, Alphabet Card yang bisa menghadirkan dunia fauna ke dunia nyata melalui bantuan smartphone. 


Buat saya yang sudah melewati masa mengajarkan anak mengenal huruf dan membaca, ternyata kartu flashcard seukuran kartu remi ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lainnya, seperti Fotografi. Nah ide ini diawali oleh teman saya Young yang hobi banget motret dengan mashab toys fotografi. Nggak sengaja liat idenya dan langsung deh ikutan.


Dengan augmented reality, kita bisa menampilkan gambar-gambar di kamera hape dan dengan sedikit kreativitas, gambar-gambar lucu bisa muncul dengan imajinasi kita, bahkan yang rasanya tidak mungkin pun bisa dituangkan.

Nah, sayangnya app yang octagon berikan masih menyita banyak memori di HP, jadinya suka macet-macet atau harus rela melepas beberapa app yang sudah ada. Lalu kartu yang ada sangat rawan pembajakan.... soalnya waktu itu kita mencoba photo copy kartunya dan voila, app bisa berjalan seperti di kartu aslinya. Sepertinya Octagon Studio harus membuat kode tertentu supaya kartu tidak bisa diduplikat dengan mudahnya.
Nah buat temen-temen yang doyan selfie, bisa tuh dimanfaatkan kartunya untuk nambah tema foto dan berdoa saja kalo Octagon Studio mengeluarkan seri lainnya yang bisa kita manfaatkan untuk asesoris selfie....jadi makin asik kan.... Pokonya, nggak cuman anak-anak aja deh yang suka sama kartunya, orangtua juga perlu lho....

Thursday, May 28, 2015

Women's Lab with Dove & Femina

Kali ini kantor saya beruntung kebagian dikunjungi sama Dove dan majalah femina dalam acara off airnya yang mengusung tema Women's Lab, Healthy Skin Happy Life. Dari judulnya aja udah jadi jaminan pasti bakal penuh banget yang ikutan, jadilah Gedung Serba Guna penuh dengan karyawati dengan dresscodenya putih dan biru. Dan nggak pake lama, acara pun langsung dibuka oleh Redaktur Pelaksana Majalah Femina, Ibu Argarini Devi dan disambut antusias para peserta.


Walaupun acara dimulai jam 14.00 yang merupakan jam rawan ngantuk, tetapi para peserta dengan semangat mendengarkan paparan seru dari dr. Grace tentang pola makan yang sehat untuk kecantikan kulit. Dari paparannya, bahwa pola makan warga Jakarta dan warga Bandung berbeda dan berpengaruh terhadap kulit. Katanya warga Bandung terlihat lebih kinclong karena banyak makan sayuran, lalab, lotek dan karedok. Dan satu lagi yang fakta yang mencengangkan adalah gula. Gula yang kita makan dalam bentuk minuman manis, makanan ternyata membentuk kristal dalam tubuh kita. Kristal itu akan beredar melalui aliran darah dan karena bentuknya krital tajam, selama perjalanan gula merusak aliran darah. Oleh karena itu zat-zat yang seharusnya diperlukan kulit menjadi terpakai untuk perbaikan yang disebabkan oleh gula, termasuk collagen untuk kulit kita. Cadangannya akan memperbaiki kerusakan sisanya baru untuk keperluan kulit. Jadi sebaiknya dibatasi asupan gula sehingga collagen kita bisa digunakan untuk melindungi kulit. Hmmm sudah saatnya kita mengurangi si manis yang tak semanis rasanya....


Setelah itu, pembicara selanjutnya adalah  dr Nora Sp.KK dari RSAD Gatot Subroto, Jakarta yang membahas kesehatan kulit manusia secara menyeluruh. Ternyata ada langkah-langkah mudah untuk merawat kulit kita, pertama, be Gentle with our skin. Jangan melakukan scrub atau luluran terlalu sering karena akan mengikis habis lemak pelindung kulit. Gunakan sabun yang lembut. Dan jangan mandi lebih dari 10 menit. Kedua,  hindari paparan dari sinar matahari dan gunakan sunblock. Kabar gembiranya, kulit asia tidak cepat berkerut seperti kulit bule, hanya saja kulit asia lebih cepat berpigmentasi. Jadi flek akan cepat muncul jika tidak dilindungi tabir surya. Maksimal SPF sunblock adalah 50, jika lebih dari itu sudah tidak ada gunanya lagi. dan jangan menggunakan kosmetik yang tidak berlabel dari BPOM. Seperti membeli dari online, menggunakan kangen water (karena ada steroidnya). Nano spray yang kegunaannya tidak lebih baik dari berwudlu. Apalagi melakukan acara suntik menyuntik di Salon.... It's a big NO. Cukup dengan senyum kita akan langsung cantik alami.


Acara seru lainnya adalah tes kelembaban, sebelum dan sesudah menggunakan dove. Dari testimoni pengguna dove pada acara ini, kelembaban kulit mereka nilainya bertambah signifikan. Nah dari seluruh peserta yang dites, yang memiliki nilai kelembaban tertinggi mendapatkan hadiah dari dove. Hoooooo sabun dove dengan seluruh variannya.... bisa tiga bulan nggak belanja sabun mandi nih.


Dan acara penutupan adalah peragaan busana batik Pakidulan dari Sukabumi yang menggunakan teknologi ramah lingkungan . Yang uniknya, seluruh model catwalk adalah karyawan dan karyawati, jadi seru aja liat teman sendiri berbeda dan bisa juga bergaya model profesional. Dan pembagian hadiah hamper dari dove untuk pengirim tweeter terseru. Buat yang tertarik dengan acara ini, femina sepertinya sedang roadshow ke seluruh kantor-kantor di Indonesia. Karena setelah Bandung, perjalanan berikutnya Women's Lab akan mampir ke Surabaya. Tertarik? Bisa langsung saja hubungi bagian promosi femina melalui twitternya @feminamagazine.


Friday, May 22, 2015

CsR XL mencetak generasi baru

Love XLFuture Leader atau XLFL adalah andalan program salah satu provider komunikasi besar di Indonesia. Seperti perusahaan besar lainnya yang sudah mempunyai gelar Tbk, ada keharusan untuk mengembalikan dana atau saya lebih suka memakai istilah zakat perusahaan kepada masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility. Untuk mensosialisasikannya, Blogger Bandung berkesempatan untuk mendengarkan langsung dari VP Corporate Communication XL....


Eheeem berhubung acaranya dimulai pada saat jam yang paling membahagiakan aka makan siang, kita dijamu dulu supaya semangat mengikuti rangkaian acara yang telah disiapkan... Walaupun saya datang terlambat karena mensiasati jam istirahat, tapi saya kebagian juga makanan yang mantap dari Noah Barn, yaitu Nacho yang kejunya royal bingits, terus maincoursenya kwetiau dan ditutup dengan air jeruk aseli.

 Nah, ini dia teman-teman dari Blogger Bandung yang sudah ngumpul dan menikmati hidangan makan siang. Sambil menikmati, Bapak Indra dari Central Regional XL memperkenalkan diri dan rombongan XLFL pada siang itu. Selain dari XL ada juga adik-adik penerima beasiswa XLFL dari tahun-tahun sebelumnya.

Saya pikir hari ini XL akan launching produk baru, ternyata XL memaparkan kegiatan CSRnya yang belum dikenal dekat oleh masyarakat luas. Dengan dana yang harus disalurkan, XL menitikberatkan programnya pada pendidikan dan community development. 

XLFL merupakan fokus utama CSR XL. Program yang pertamakali diadakan pada tahun 2012 ini mempunyai tujuan untuk menikatkan kemampuan softskill generasi muda Indonesia. XLFL melihat fenomena mahasiswa gemilang secara akademis tapi masih minim dalam bidang softskill. Softskill adalah hal-hal ynag tidak diajarkan dalam bangku kuliah seperti kemampuan komunikasi, kreatifitas dan inovasi. Diharapkan program XLFL ini akan berlanjut sampai dengan 10 tahun mendatang. Untuk bisa ikut kelas XLFL ini ada tahap-tahap seleksi yang harus dilalui oleh seluruh calon peserta. Salah satu syaratnya adalah berada pada tahap kuliah di tahun ke2 atau ke3.
 

Nah, bagaimana dengan saya yang overage ingin mengikuti dan mengembangkan diri. Tenang... XL punya program e-learning untuk seluruh masyarakat. E-learning ini mengadaptasi kurikulum dari Swedia. Untuk sementara modulnya masih dalam Bahasa Inggris, jadi sebetulnya asik juga bisa sekalian buka kamu lagi untuk bisa mengerti paparan ilmunya hehehehhe. Yang pengen nyoba, daftar aja http://elearn.xlfutureleaders.com/ dan kita bakal dapet banyak ilmu-ilmu baru yang berguna untuk pengembangan diri kita.

Dan karena program CSR, XL tidak mengharapkan balasan apapun dalam bentuk materi. XL berharap para future leaders ini akan membawa nama baik XL, nama baik Indonesia ke pentas dunia. Tahun ini, program recruitment XLFL cakupannya lebih luas, mengingat selama ini hanya Universitas di Pulau Jawa saja yang mendapatkan kesempatan. Kali ini untuk Indonesia wilayah Timur lebih diprioritaskan supaya kesempatan menjadi yang terbaik juga dirasakan oleh sauda-saudara kita di wilayah timur.


Acara penutupan memang paling ditunggu-tunggu sama seluruh peserta, apalagi ada doorprizenya. Nah, kali ini keberuntungan berpihak ke para ladies Blogger Bandung. Hampir seluruh hadiah disapu bersih sama para ladies in. Maaf ya Masbro...kita nggak KKN kok, memang hari itu harinya kita.... Alhamdulillah saya juga dapet tuh, cuman fotonya nggak ada, mungkin harus minta sama blogger lainnya. Pokoknya, acara kumpul hari itu seneng banget deh, udah dapet ilmu, makan enak, dapet hadiah pula... Terimakasih ya XL dan Blogger Bandung yang sudah ngasih kesempatan aku... See next event :)

Monday, April 13, 2015

[tinjauan pustaka] Where the wild things are

Judul Buku : Where The wild things are
Tahun penerbitan : 1963
Pengarang : Maurice Sendak
Genre : Buku Anak
Awards : Caldecott Medal 1964



Penjelajahan imajinasi terliar dari seorang anak yang sering bikin meledak sang ibu. Max, anak berusia 6 tahun acapkali  membuat sang ibu naik pitam. Puncaknya saat Max berpakaian srigala dan membuat keonaran, sang ibu menyuruhnya diam dan menjulukinya si mahluk buas. Max membalas perkataan ibunya, "kan kumakan kau" dan hadiah kurungan kamar tanpa makan malam diberikan sang ibu karena kelakuannya. Dalam masa hukuman kurungan, kamar Max berubah menjadi hutan liar lengkap dengan mahluk-mahluk buas khayalannya. Dengan gagah berani Max menaklukan seluruh mahluk buas dan menjadi raja diantara mahluk terbuas. Tapi, perut lapar dengan bayangan sedap masakan dan kasih ibu membuat Max menaiki perahu dan kembali ke rumahnya. 

Bagian favorit saya adalah ketika halaman-halaman buku ini penuh dengan gambar-gambar detail goresan pinsil dari Maurice, seperti Max sedang bermain sesuka hati dengan para Mahluk Buas. Anak-anak biasanya akan tertarik dan berinteraksi bertanya tentang gambar yang ada. 

Max, seperti anak lain seumurnya, mengesalkan, sok tau tapi nggak bisa ditinggalkan ibu tercinta dan terbukti ketika rasa lapar yang tidak tertahankan, mengalahkan pertemanan khayalan Max demi sepiring makan malam dan kelembutan ibunya. 

Buku ini ditulis dan diilustrasi oleh Maurice Sendak pada tahun 1963 dan mendapatkan  Caldecott Book Award 1964, ajang prestasi buku dan ilustrasi anak di Amerika. Selain itu buku ini oleh Tom Hanks dan Warner Bros dibuat versi filmnya pada tahun 2009 dengan judul yang sama.Menjadi salah satu ikon cerita klasik dan digemari oleh anak-anak usia sekolah dasar di Amerika.



Buat para ibu-ibu yang punya anak-anak, buku ini sangat membantu menjelaskan 'parental love', bahwa kasih sayang ibu adalah segalanya bagi anak. Format buku yang "anak' banget (halaman huruf dan gambar terpisah) tidak akan membuat anak-anak bingung dan memberi kesempatan berinteraksi dalam cerita. berkreasi dengan dongeng sendiri walaupun buku dalam Bahasa Inggris.

Thursday, April 9, 2015

Randoseru yang nggak seru harganya...

Rondoseru, tas kotak kulit (ataupun seperti kulit) yang jadi item wajib anak sekolah SD di Jepang itu sepertinya mulai mencuri perhatian semua orang. Padahal sih bentuknya cuman kotak kaku, warna hitam dan merah (tapi mulai juga ada warna-warna lainnya, mengikuti selera pasar). Randoseru bukan kata bahasa Jepang, tetapi bahasa Belanda RANSEL yang diadaptasi menjadi rand(o)-sel(r)-u, jadilah randoseru.
Kalo nonton Dorameon pasti inget deh adegan-adegan Nobita jatuh trus bukunya berhamburan dari randoseru yang nggak dikancingkan. (Padahal randoseru akan mengunci otomatis). Maklum, namanya juga Nobita pasti clumsy dan riweuh.

foto: kaskus

Randoseru ini jadi ngehits banget dan sepertinya jadi oleh-oleh turis yang berkunjung ke Jepang gara-gara Zooey Deschanel, pemain seri New Girl kelihatan lagi gendong tas ini. Entah karena unik atau karena kenyamanan, Zooey selalu membawa dan orang-orang jadi pengen tau itu barang apa sih? Hihihihi padahal di Jepang sendiri jadi pembahasan, karena orang dewasa dan randoseru itu dua hal yang nggak ada sambungannya. 

foto : rocketnews24

Randoseru lazimnya dipakai anak-anak Sekolah Dasar di Jepang. Harganya lumayan fantastis, sekitar 30.000-50.000 Y (sekitar 3-5 Juta Rupiah saja). Tapi, garansi yang diberikan selama anak bersekolah di SD, jadi sekitar 6 tahun. Jadi, menurut temen saya yang anaknya bersekolah SD disana, kalo sekolah SD di Jepang itu gratis/ murah, yang mahal beli tas sekolahnya wkwkwkkwkwkw. Tapi untuk pendatang, biasanya sekolah memberi pinjaman randoseru sampai si anak punya sendiri. Biasanya toko-toko besar seperti Takashimaya, Isetan, ataupun Don Quixote (semacam Matahari Dept. Store) menjual randoseru, dan stock baru akan banyak tersedia di bulan April pas pendaftaran murid baru. Sayangnya orang Jepang nggak tega beliin randoseru second untuk anaknya (wong anaknya cuman sekali masuk SD hehehehhe), walaupun di pasar-pasar minggon suka ada juga yang menjual bekasnya. Tapi kalo untuk pendatang sih, sah-sah saja memakainya, maklum harga fantastis randoseru bisa membolongi dompet kedasar-dasarnya.

foto: google

Biasanya orang tua akan membeli randoseru terbaik untuk putera-puterinya yang akan bersekolah SD sebagai tanda bahwa anaknya sudah besar sudah bisa bersekolah. Dan randoseru akan dipakai terus selama 6 tahun sampai si anak menamatkan sekolah dasarnya. Hmmmm pasti pada mikir ya, tas untuk anak SD aja saingan ama harga tas gaya emaknya wkwkkwkwkwk. Tapi beneran, acara beli randoseru ini memang kewajiban untuk orangtua sebagai memperingati moment anaknya sekolah..... hehehehhe memangnya saya, anak masuk SD aja disuruh pake tas bekas kakaknya, masih bagus kok....


Tapi saya nggak bisa nolak juga ketika anak saya meminta dibelikan randoseru yang nggak seru harganya. Anak saya udah ngumpulin uang jajan selama setahun untuk bisa meminang tas kotak ini, dan nggak tega ngeliat ekspresi mukanya ketika melihat harga dan tabungan masih jauh. Sssstttt, suami saya punya crazy idea untuk mendapatkan tas itu. Katanya kita kipas-kipas aja 5 lembar duit 1000 yen ke anak-anak SD, sapa tau ada yang nakal pengen punya uang. Sayangnya rencana itu pasti nggak akan berhasil, wong itu anak-anak Jepang nggak ada yang mata duitan wkwkwkkwkwkkw.

Saya nggak sengaja menemukan satu-satunya randoseru baru yang masih berlabel 10.000 yen di Akibahara, dan dengan semangat menebusnya. Bapak penjual, menjelaskan bahwa itu tas terakhir yang dia jual, terus kartu garansi selama 6 tahun, dan memeriksa gerakan tali didasar tas. Dasar tas yang berengsel besi itu bertujuan untuk menjaga kelenturan tali randoseru, berbeda dengan ransel yang kita pakai, gerakannya nggak bisa ke semua arah. Gerakan ini dimaksutkan agar tas bisa mudah dilepaskan dari badan anak.



Nah kalo gambar diatas adalah bagian terkaku yang kena dengan punggung langsung. Tujuannya adalah untuk membentuk punggung anak SD yang masih lentur menjadi tegap dan tidak bungkuk. Selama 6 tahun, tas ini akan membentuk punggung yang lurus dan tegap. Sedangkan tebalnya randoseru juga memang sudah standar. Tujuannya untuk melindungi anak ketika jatuh punggung terlebih dahulu. Dengan ketebalan yang sudah ditentukan, randoseru akan melindungi kepala anak dari benturan ke tanah atau lantai. Berat randoseru pun selalu dibawah 1 kg. Jadi bentuknya aja yang besar, beratnya sih ringan di punggung anak. Hihihihi hebat yah, segalanya dipikirin demi safety anak-anak.
 

 

Nah kalo ini posisi tas terbuka lebar, didalamnya ada kompartemen-kompartemen untuk menyimpan peralatan tulis-menulis. Terus ada daftar pelajaran yang tertempel di tas, jadinya nggak ada alesan untuk lupa kalo hari ini belajar apa aja. (Berarti Nobita itu bener-bener keterlaluan ya bisa salah jadwal ulangan wkwkwkkwk). Banyak sangkutan-sangkutan untuk menggantung keperluan anak seperti alarm keselamatan, payung, tempat bekal, kartu bus. Tapi terlepas dari harganya yang nggak seru itu, randoseru memang benar-benar sudah menjadi iconnya pelajar SD Jepang. Walaupun mereknya berbeda (Nike dan Puma juga bikin randoseru lho), tapi lebar, besar dan beratnya standar dari ujung barat ke timur Jepang. Hmmmm berminat menukar tas Prada anda menjadi randoseru seperti Zooey? Keliatannya keren juga ...:)

Thursday, March 19, 2015

Selamat Jalan Buku-buku

Dear all,
Kali ini saya sebetulnya posting penting nggak penting. Kebetulan lagi cuti, jadinya disempetin beres-beres rumah. Ternyata, saya menemukan tas anak saya jaman masih PAUD penuh dengan buku-buku hardbook. Buku hardbook ini bentuknya masih sederhana, lebih banyak gambar daripada tulisannya. Dicetak di kertas tebal untuk keawetannya karena balita masih belum bisa menghargai kertas yang tipis.


Buku-buku ini semua berbahasa Inggris, serinya ada yang walt disney, sesame street, dll. Saya pengen melelang buku-buku ini dengan harga yang terjangkau. Seluruh buku saya jual dengan harga mulai Rp.50.000 (minus tasnya) plus ongkr. Kenapa "mulai", karena kalo yang berminat bisa menambahkan kelipatan Rp.1.000 dikolom komentar... Hmmmmm semi lelang gitu. Please, no hit and run ya. Kalo yang nawar nggak serius, penawar sebelumnya yang dapetin buku-bukunya ya....


Nah, yang berminat silahkan komen dan menyebutkan harga penawarannya ya. Lelang akan saya tutup jam 22.00, Hari Kamis, tanggal 19 Maret 2015. Nanya dulu juga boleh.....
Terimakasih untuk perhatiannya...

Monday, December 29, 2014

Tateyama, ketika salju yang tak lekang panas di Bulan Mei

Tulisan ini dimuat di Harian Umum Pikiran Rakyat, Minggu 28 Desember 2014 dengan judul Salju Abadi di Gunung Tate.



Gunung Tate atau Tateyama yang membentang di dua Prefektur, Toyama dan Nagano, merupakan rangkaian Pegunungan Alpen yang berada di Jepang. Walaupun tidak seterkenal icon Jepang, Fujiyama, gunung ini menjadi destinasi favorit penduduk lokal karena ketebalan salju, sepanjang tahun, pemandangan indah di Taman Nasional Chubu Sangaku dan Yuki no Otani, atau koridor salju dengan tinggi 20 meter yang dibuka untuk umum dan pejalan kaki setiap pertengahan April sampai akhir Juni.

Karena titik awal perjalanan saya dari Tokyo, maka diputuskan jalur perjalanan melalui Toyama. Jika ditempuh dengan Shinkansen memakan waktu sekitar 4 jam, atau menggunakan bis sekitar 6 jam. Karena jam beroperasinya mulai jam 05.00 pagi sampai 17.00 sore, maka saya memutuskan untuk menaiki bus malam dari Terminal bis Shinjuku, Tokyo tepat jam 24.00 dan tiba di Stasiun Toyama keesokan harinya jam 6 pagi. Dengan cara ini saya bisa berhemat satu malam biaya penginapan. Bus seharga 4500Y ini sangat nyaman, bersih, dilengkapi Wi-Fi dan selimut. Tapi, jika ingin bermalam di Murodo, puncak Tateyama, perjalanan dapat dilakukan pada siang hari dan  tiba di Toyama atau Shinano Omachi sore hari

  photo null_zps45eff525.jpg


Bagi penggemar hiking atau jalan jauh, siap-siap akan kecewa jika berkunjung ke Tateyama karena transportasi ke puncak berupa cable car, bis hybrid dan ropeway. Kendaraan umum dan pribadi dilarang masuk ke area ini untuk mengurangi polusi. Rangkaian transportasi ramah lingkungan ini akan membawa kita menempuh station pertama hingga terahkir selama 7 jam. Karcis terusan dengan harga 9450Y untuk dewasa dan 4750Y untuk anak-anak dijual di stasiun pertama untuk memudahkan kita dalam melakukan perjalanan tanpa harus berhenti dan membeli karcis disetiap stasiun.


Point pertama dalam melakukan perjalanan dimulai dari Toyama Stasiun dengan menaiki kereta Toyama Chiho Railway. Kereta vintage buatan tahun 70’an yang akan membawa kami ke Stasiun Tateyama selama 1 jam menyuguhkan pemandangan desa khas Jepang yang asri dan rangkaian pegunungan Tateyama yang masih diselimuti salju. Suasana kereta pun sangat ramai dengan anak-anak sekolah berseragam bak sailormoon dan turis dengan perlengkapan ski dan snowboarding.

Sesampainya di Stasiun Tateyama, antrian disusun sesuai dengan waktu yang tercetak di tiket. Sambil menunggu giliran, pengunjung disuguhi keadaan daerah Tateyama secara langsung. Membuat hati tidak sabar ingin merasakan dinginnya salju. Perjalanan selanjutnya menggunakan cable car unik, karena miring 45 derajat. Di dalam keretanya pun dibuat tangga-tangga sesuai kemiringan sehingga penumpang tidak tergelincir.  Selama 7 menit, menempuh 1,3 km dengan interval vertical sepanjang 487 meter dan beberapa terowongan membawa ke Stasiun Bijodaira. Dari Stasiun inilah perjalanan dilanjut menggunakan bis listrik hibrid menuju ke Murodo, puncak Tateyama. Perjalanan 50 menit menuju puncak tak terasa karena pemandangan hutan pohon cedar yang berusia lebih dari 100 tahun dan air terjun yang sangat indah. Supir Bus pun melambatkan laju untuk memberikan kesempatan penumpang mengambil foto-foto. Jika kita melihat lewat jendela belakang, akan terlihat kelokan-kelokan jalan yang membentuk spiral.

  photo null_zpsf8fc5a8c.jpg

Sesampai di terminal bus yang berada di puncak Tateyama, 2450 M diatas permukaan laut, Disinilah atraksi yang spektakuler, snow koridor yang tingginya bisa mencapai 20 meter dan pemandangan hotel tertinggi yang ada di Jepang. Dipuncak ini kita bisa menikmati pemandangan barisan Tateyama dan yuki no otani, yang artinya tembok salju. Setahun sekali, jalur ini dibuka secara full pada bulan April sampai akhir Oktober. Murodo ditutup aksesnya pada musim dingin karena salju yang sangat tebal sulit ditembus. Pengerukan salju untuk membuat dinding tinggi ini, dilakukan awal Bulan April menggunakan dua eksavator dan gps untuk kekuratannya. Setiap hari akan dicatat penurunan tinggi salju dan suhu udaranya.





 photo null_zps5d60eca6.jpg



Tuesday, December 9, 2014

Pesta Persahabatan Ananda 26 Tahun

Dunia gambar menggambar memang nggak bisa lepas dari anak-anak, mulai dari media tembok di rumah sampai yang paling serius di atas kanvas. Biasanya para orangtua membantu menyalurkan hobi anak-anak dengan mengikutkan ke sanggar-sanggar gambar. Kebetulan, anak saya yang paling kecil itu suka gambar. Dulu sih sempet manggil guru privat ke rumah cuman seringan nggak datengnya jadi si anaknya malah banyakan nunggu Mr. Jo (aslinya Pak Joko) daripada praktek gambar. Lumayan nganggur beberapa bulan sampai akhirnya saya nemuin yang namanya Sanggar Ananda di Jl. Cibadak Bandung.



Saya baru tau kalo di Jalan Cibadak yang beken dengan aktifitas bisnisnya, terselip sanggar menggambar anak-anak yang sudah berdiri selama 26 tahun. Padahal rumah orangtua saya berdekatan cuman saya yang nggak ngeh aja. Setelah mendatangi dan tanya-tanya, akhirnya Sanggar ini menjadi pilihan untuk mengasah hobi anak saya. Walaupun jaraknya lumayan, mulai Bulan Mei yang lalu, setiap minggu harus bolak balik Cimahi-Bandung-Cimahi. Tapi daripada nanti hobinya hilang ya, dijalanin aja sambil jalan-jalan.


Kemampuan si anak semakin terasah sejak bergabung disini. Dan yang bikin saya kagum, Ibu Yanti sebagai mentor dan pemilik sanggarnya sangat berdedikasi untuk dunia seni anak-anak. Hehehheheh baru tahu kalo disini tuh ada kurikulum gambar, teknik, tingkatan, tes kemampuan. Selain untuk gambar anak, banyak juga remaja dan lulusan SMA yang belajar disini untuk persiapan masuk FSRD ITB, La Salle, NAFA Singapore. Pokoknya sanggarnya dikelola secara serius. Si bungsu awalnya sih nggak suka dan nggak betah untuk belajar disini karena biasanya dia seenaknya menggambar dengan gurunya. Disini diajarkan disiplin yang ketat, keseriusan, dan dedikasi yang bikin si bungsu bete tiap beres les. Tapi untungnya bisa adaptasi dengan cepat dan sampai sekarang masih semangat untuk belajar. Sebagai apresiasi kepada anak-anak sanggar yang semangat belajar, setiap tahunnya sanggar ini mengadakan acara Pesta Persahabatan Ananda yang tahun ini kebetulan berlangsung di NuArt Sculpture Park, Setra Duta Bandung. 


Walaupun tiap hari saya melewati NuArt, tapi baru kali ini saya menginjakkan kaki ke tempat workshop milik Pak Nyoman Nuarta. Pak Nyoman ini seorang pematung yang sangat terkenal, dan karyanya yang sangat fenomenal adalah Patung Garuda Wishnu Kencana di Bali. Yang pembuatannya semua dilakukan di workshop Setra Duta Bandung. 

 
Di workshop yang luas ini, kita seakan-akan dibawa jauh dari kemacetan luar biasa di luar sana. Padahal posisi Galeri Nuart tepat didalam kota yang sarat dengan kemacetan. Selain banyak patung, terdapat juga lukisan-lukisan karya Pak Nyoman, terus kalo haus ada cafe. Ada juga kursus-kursus membuat patung, melukis dan kegiatan kesenian lainnya. 

patung inul
Nah, ini rangka awal membuat patung-patung. Dibuat perpotongan dan memakai nomor-nomor. Nggak kebayang pas merangkainya seperti apa. Seperti perpaduan puzzle dan TTS.....

 


Monday, November 10, 2014

Akhirnya ke Ikea juga...

Perusahaan furniture asal Swedia akhirnya membuka cabangnya di Jakarta. Walaupun sudah sebulan beroperasi, tapi antusias pengunjung masih tinggi. Terbukti dari antrian panjang di lahan parkir meskipun waktu baru menunjukkan jam 10 pagi. Termasuk juga saya yang paling semangat untuk bisa dateng ke Ikea Alam Sutra Jakarta. Pokonya udah ngerayu pooool suami untuk nganter kesini...

Kalo pengamatan datang sih, rasanya gedung Ikea sama saja di seluruh dunia, dan dekorasi tokonya juga idem. Sesampai di lobby, langsung disambut si Embak-embak dengan seragam kuning khas dan mengarahkan untuk ke lantai dua. Okay, petualangan dimulai...
Berhubung saya dan keluarga dateng jauh dari Bandung dan pake nyasar segala untuk menemukannya, pertama-tama incaran adalah Ikea Kafe yang terkenal dengan Meatball dan apple pienya. Berhubung dateng pagi-pagi, jadinya menu breakfast yang bisa dibeli. Ya sudah lah diterima dengan senang hati, apalagi dengan Rp. 7.000 minumnya free flow...ahhhhhhhh

Suasana kafenya santai, seluruh furniture dan peralatan makan merupakan produk ikea. Yang bagus adalah dekorasi batik kuning biru. Ikea berusaha menggabungkan seni khas Indonesia Batik dan warna bendera Swedia, kuning biru
Yang lucu itu trolley makanannya. Satu trolley bisa muat tiga baki untuk membawa makanan. Jadi tangan kita nggak ribet bawa makanan, apalagi ada insiden tumpah segala... Gelasnya dikasih dua, kalo mau minuman hangat dikasih mug tapi kalo mo minuman dingin dikasih gelas goblet. 

Mari kita sarapan sebelum bertualang di dunia Ikea...... Saladnya enak dan seger lho.....
Jangan lupa untuk membereskan kembali seluruh perlengkapan makan kita dan menyimpannya di tempat yang tersedia. Sepertinya layanan yang serba mandiri ini belum membudaya di masyarakat kita. Masih banyak yang tidak perduli dengan kepentingan orang lain menggunakan meja makan, dan membiarkannya berantakan....

Tuesday, September 30, 2014

Saya dan Angelina Jolie pernah mampir di Ta Prohm

Kupu-kupu putih dan derai tawa ceria sang anak Khmer menuntunku untuk melanjutkan perjalanan di hutan tropis ini... Semakin jauh aku mengejarnya, semakin lebat hutan yang kulalui.... dan tanpa kusadari ku terperosok dalam lubang gelap.... dan ketika cahaya menyeruak.... sebuah peradaban yang menakjubkan membawa kembali ke masa silam..... cahaya semakin terang semakin terang tapi kenapa semakin bergoyang... ohhhh ternyata saya ngelamun di atas Tuk-Tuk....Hahahahahh itu sih potongan film Tomb Rider, di adegan Angelina Jolie aka Lara Croft menemukan Ta Phrom yang super heroik.... Terjun langsung pake mobil ke TKP. Padahal sih aslinya nggak gitu pisan. Atau nasib aku aja yang harus memandangi punggung si Mas supir Tuk-tuk untuk bisa sampe ke Ta Phrom.

 photo IMG_7290_zps5abe4215.jpg
  
Saat itu, cuaca di Siem Reap lagi lucu-lucunya, 32 derajat celcius. Terpaan angin panas dan debu mulai menggoda. Persediaan air yang memadai cukup membantu... apalagi yang dingin. Nggak heran ya, kalo di filmnya Angelina Jolie pake celana pendek dan tanktop yang nyaman plus kacamata cengdem.
Ta Prhom salah satu candi di komplek Angkor Wat, Kamboja. Candi ini menjadi sangat amat terkenal dan paling banyak pengunjungnya karena secara tidak langsung dipromosikan dalam film Lara Croft's Tombrider, the cradle of life. 


Tuh, gara-gara si Lara, spot yang ini paling rame dikunjungi. Susah banget nunggu sepinya...pasti aja ada yang mau berfoto. Frustasi deh mau berpose ala Lara Croft disini. Padahal udah wig panjang udah dikepang ala dirinya *bohong lho....