Tuesday, September 30, 2014

Saya dan Angelina Jolie pernah mampir di Ta Prohm

Kupu-kupu putih dan derai tawa ceria sang anak Khmer menuntunku untuk melanjutkan perjalanan di hutan tropis ini... Semakin jauh aku mengejarnya, semakin lebat hutan yang kulalui.... dan tanpa kusadari ku terperosok dalam lubang gelap.... dan ketika cahaya menyeruak.... sebuah peradaban yang menakjubkan membawa kembali ke masa silam..... cahaya semakin terang semakin terang tapi kenapa semakin bergoyang... ohhhh ternyata saya ngelamun di atas Tuk-Tuk....Hahahahahh itu sih potongan film Tomb Rider, di adegan Angelina Jolie aka Lara Croft menemukan Ta Phrom yang super heroik.... Terjun langsung pake mobil ke TKP. Padahal sih aslinya nggak gitu pisan. Atau nasib aku aja yang harus memandangi punggung si Mas supir Tuk-tuk untuk bisa sampe ke Ta Phrom.

 photo IMG_7290_zps5abe4215.jpg
  
Saat itu, cuaca di Siem Reap lagi lucu-lucunya, 32 derajat celcius. Terpaan angin panas dan debu mulai menggoda. Persediaan air yang memadai cukup membantu... apalagi yang dingin. Nggak heran ya, kalo di filmnya Angelina Jolie pake celana pendek dan tanktop yang nyaman plus kacamata cengdem.
Ta Prhom salah satu candi di komplek Angkor Wat, Kamboja. Candi ini menjadi sangat amat terkenal dan paling banyak pengunjungnya karena secara tidak langsung dipromosikan dalam film Lara Croft's Tombrider, the cradle of life. 


Tuh, gara-gara si Lara, spot yang ini paling rame dikunjungi. Susah banget nunggu sepinya...pasti aja ada yang mau berfoto. Frustasi deh mau berpose ala Lara Croft disini. Padahal udah wig panjang udah dikepang ala dirinya *bohong lho....

Apa sih yang buat candi-candi disini menarik? Hmmm mau tau atau mau tau banget? Hehehhehe, ini mah personal opinion ya jangan dimasukkin ke hati apalagi dibuat rame di medsos. Hampir seluruh candi di Ta Phrom masih seperti aslinya ketika pertama kali ditemukan. Restorasinya tidak terlalu banyak, hanya pembersihan dan penggalian. Batu-batunya masih asli tanpa aspartam eh bukan buatan beton masa kini. Justru ketidaksempurnaan candi dan ditambah akar pohon yang melilit ratusan tahun di bangunan candi, menambah keeksotisan candi ini. Less is more. Akar pohon itu sulit untuk dibersihkan, karena bisa menyebabkan bangunan candi runtuh dan hancur. Akar pohon berfungsi juga sebagai penyangga bangunan candi. Dan rasanya pertempuran seru Lara Croft juga nggak berlangsung disini.... kalo rusak kebayang petinggi UNESCO ngamuknya kayak apa....


Karena posisinya di tengah hutan, jangan lupa untuk menggunakan sepatu yang nyaman. Terus nggak boleh kebelet pipis.... toiletnya jauh. Air minum harus bawa yang banyak karena takut dehidrasi, bisa dibeli di warung, bayarnya pake dollar Amerika, padahal asli warungnya cuman pake meja pake taplak plastik biru.dengan ibu yang nggak bisa bahasa Inggris. Topi lebar dan kaca muke juga wajib dibawa.... Nah kalo transportasinya, booking mas Tuk-tuk untuk mengelilingi komplek Angkor seharian. Jadi kita nggak bingung dan nggak bakalan harus nyari-nyari lagi kendaraan yang lewat (nggak bakalan ada hehehehhe Tuk-tuknya bookingan semua). Kalo mau sedikit berpetualangan bisa pake sepeda. Merasakan sensasi angin dan cahaya matahari yang berusaha menembus dedaunan....seru.....cape yang jelas mah .....


Disini juga kita harus tahan iman dan tegaan. Banyak banget pengemis baik dewasa dan anak-anak berkeliaran setengah maksa kita untuk membeli suvenir dan barang-barang lainnya. Nah, kita harus lurus dengan muka agak terganggu. Dan si anak pun tidak kalah serunya, membalas dengan muka yang sangat memelas. Saran sayah mah, nggak usah digubris, karena itu memang modus mereka kok. Apalagi yang sok baik hati (biasanya supir tuk-tuk nih) menawarkan untuk mampir ke rumahnya, makan siang, kenalan dengan keluarga. Pulangnya anda-anda sekalian ditagih $100 untuk biaya tour tambahan mengenal kebudayaan lokal.  Selain itu juga panti asuhan dan korban ranjau paling banyak beroperasi menjaring turis-turis yang baik hati disini. Rada sedih juga sih liatnya.... menjual kemiskinan demi dollar.... Ssssttttt jangan-jangan Angelina Jolie nggak tega liat ketidakberuntungan anak-anak Khmer selama shooting, makanya adopsi Maddox.


Kalo pergi sendiri, paling aman sih memang deketin (nebeng) grup-grup tur besar. Keuntungannya, selain aman dan tidak diganggu, tour guide sudah hapal rute mana saja yang harus dilewati dan numpang denger penjelasan dan cerita Ta Phrom hehehheheheheh. Asal jangan salah milih grup yang non Inggris ya... dijamin cuman bengong dengerin tour guide jelasin....trus jidat mengkerut.... eh kok nggak ngerti-ngerti juga....


Karena banyak banget yang sedang direstorasi, pintu masuk dan keluar di Ta Phrom hanya satu arah. Jadinya, janjian sama Mas Tuk-tuk untuk jemput di pintu keluar. Soalnya kalo harus balik lagi, lumayan jauh jalannya. Tandanya komplek candi ini sudah selesai dikunjungi, ada lorong panjang seperti di Angkor Wat yang akan mengantarkan kita ke pintu keluar. Didinding, pastinya akan ada relief cerita pewayangan seperti Mahabrata versi Khmer tapinya (jangan bayangkan yang ada di TV Nasional ya) Pahatan diatas batunya sangat detail dah halus... nggak kebayang berapa lama ngerjainnya. Dibawah tekanan, dan pecut nggak ya? *lebay mode on. Tapi pelajaran yang saya dapat disini adalah sekuat apapun, secanggih apapun, pun akan tetap kalah oleh alam. Sang pencipta sudah menselaraskan semua yang ada di bumi ini agar seimbang lahir batin... setuju ya.... Eh.....Angelina Jolie lewat jalan ini juga nggak ya ? wkwkwkkwkwkkw