Friday, September 12, 2014

Kali pertama di Banjarmasin Kalimantan

Kali ini saya beruntung karena diharuskan dinas ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Seumur-umur baru kali ini saya bisa mengujungi salah satu pulau terbesar di Indonesia. Dan enaknya lagi, perginya pake Garuda hehehehhehe, jalan-jalannya pake tour, jadi tinggal duduk manis nyampe deh ditujuan. Rencana perjalanan kita kali ini mau menyusuri Sungai Martapura, dengan tujuan akhir Pasar Terapung Lok Baintan. Terus ke pusat batu perhiasan. Berhubung saya masih harus bertugas, jadinya cuman sempet ke Lok Baintan aja nggak ke tempat batu.

Perjalanan ke Lok Baintan, ternyata harus menyusuri sungai Martapura selama kurang lebih satu jam setengah dari Banjarmasin. Karena pasar dimulai sejak Adzan Shubuh, mau tak mau kita juga harus mengejar waktu ke dermaga. Selama perjalanan, jangan lupa bawa jaket, karena angin yang nakal sering menggangu perjalanan. Jangan lupa bawa juga minum dan cemilan untuk menemani ngantuk di  perahu klotok.

 photo 1409646194_zps3dd4d988.jpg

Sesampai di Lok Baintan, matahari pun mulai menampakkan sinarnya. Di kanan-kiri sungai terlihat rumah-rumah warga dan aktifitasnya. Banyak juga perahu-perahu kecil keluar dari rumah untuk mulai berjualan di pasar terapung.
  photo c239c3d1-7303-4301-a024-84607a4d8f9d_zps2ea5bd37.jpg

Katanya, Sungai Martapura itu salah satu sungai terdalam di Indonesia. Dan untungnya, nggak ada buaya. Hoooahhhh kebayang kan kalo ada, pasti itu buaya nyosor aku duluan, soalnya paling gede dan paling banyak dagingnya...glek....

  photo 1409646542_zps6faa1639.jpg

Nah, sekarang pasarnya udah keliatan. Jadi keingetan iklan TV swasta nasional yang memakai ikon penjual pasar terapung. Trus..trus... kalo diperhatiin, ternyata yang jualannya banyakan ibu-ibu deh. Terus jualannya mayoritas jeruk semua. Yuk ah, kita mulai berbelanja...

  photo 1409646713_zpsd8f5d1bf.jpg


Belanja disini ternyata nggak selalu pake uang, ternyata banyak juga yang sistem barter. Katanya sih untuk dijual lagi di pasar-pasar darat. Selain itu jarang yang mengecer jualannya, kebanyakan harus semua dibeli semua dengan keranjang-keranjangnya.
Matahari pun semakin memperlihatkan kehebatannya. Buat kita-kita sih udah persiapan pake sunblock demi mencegah kulit menjadi nggak karu-karuan. Dan ternyata, ibi-ibu pun ternyata juga sudah siap mengalahkan matahari dengan bedak dingin racikkannya. Wahhhhh nggak kalah hebat deh si ibu...

 photo 1409812311_zps46855a39.jpg

 photo 1409811937_zps0143e52d.jpg
Sudah puas berbelanja, akhirnya kita kembali lagi dengan rute yang sama ke Banjarmasih. Matahari semakin terik tapi untungnya awan sedang berteman, dan akhirnya pun hujan datang tanpa diundang. Selama perjalanan saya nggak inget apa-apa lagi, karena dialun oleh ombak sungai, matapun akhirnya meredup, apalagi disapa oleh angin...... Tau-tau udah sampe lagi di dermaga hehehehhehehhehe

 photo 352ba3ed-0788-464a-aef4-cf135e84904f_zpsbdc29160.jpg
 O iya, selama perjalanan, yang bikin saya terkagun-kagum adalah rambu-rambu lalu lintas yang dipasang sepanjang sungai. Dan, tetep, mo didarat dan di air harus di taati. Yang ini menunjukkan arah waktu tu mau ke Lok Baintan, kalo nggak nurut bisa nyasar kayaknya ya.... ke air terjun niagara (wah jauh banget)

  photo 1409645847_zps849ad53c.jpg