Tuesday, March 13, 2012

Visa Australia

Australia adalah salah satu negara yang juga benua dan terletak di bagian bawah dari bola dunia, makanya Australia sering disebut juga "Down Under". Untuk Warga Negara Indonesia yang ingin berkunjung diharuskan mempunyai visa terlebih dahulu (berbeda dengan Malaysia, karena mereka tergabung dalam Commonwealth Country, sehingga tidak memerlukan visa). Untuk mendapatkannya kita tidak perlu mendatangi Kedutaan Australia, tetapi cukup melalui agen resmi yang ditunjuk yaitu Australian Visa Application Centre di Plaza ASIA, Lt 22, Zone C. Jalan Jenderal Sudirman Kav 59, Jakarta 12190. Untuk yang tinggal diluar Jakarta, aplikasi bisa dilakukan via pos tercatat.



Persyaratan Untuk Mendapatkan Visa Turis Australia adalah :
1. Mengisi form sesuai dengan tujuan visa (Turis, Bisnis, Sekolah, Migrasi). Klik disini untuk formulir visa 48R
2. Paspor yang masih berlaku 6 Bulan dan foto kopi halaman 1, 2, 3, dan 4.
3. Foto berwarna ukuran 4X6 cm
4. Kartu keluarga dan KTP untuk WNI.
5.Surat keterangan dari kantor yang menyebutkan pekerjaan, berapa lama cuti yang akan diberikan, jaminan financsial dan  jaminan akan kembali ke Indonesia.
6. Untuk yang berwiraswasta, surat SIUP disertakan.
7. Rekening koran 3 Bulan terakhir. Jumlahnya tidak ditentukan harus berapa, tapi harus cukup untuk perjalanan selama di Australia.
8. Membayar biaya visa Rp. 1.200.000.
9. Menyertakan surat jaminan dari suami/istri untuk yang bepergian tanpa suami.
Untuk keterangan lebih lanjut silahkan berkunjung ke webnya,  www.vfs-au-id.com

Setelah lengkap, bawa seluruh dokumen ke AVAC di Plaza ASIA, Lt 22, Zone C. Jalan Jenderal Sudirman Kav 59. Jika tidak bisa membawa sendiri, bisa diwakilkan dengan membawa surat kuasa. Surat kuasa bisa dipakai kembali untuk mengambil visa. Jangan lupa, nanti ada pemeriksaan, jadi nggak usah bawa barang banyak-banyak. Hape dan alat elektronik lainnya harap dimatikan selama di area Visa Service. Setelah seluruh dokumen diterima, akan ada recipt yang berisi kode dan tanggal lahir kita, jangan hilang karena kode itu digunakan untuk mengecek status visa kita via web. Jika status visa sudah okay (biasanya satu minggu), visa bisa diambil dan siap untuk digunakan....

Monday, March 12, 2012

Macaron, hanya untuk yang berani

Entar karena provokasi media dan milis yang sempet ngeramein macaron, jadinya pengen juga ikutan bikin. Hampir disetiap resep yang ada, semua mengakui bahwa membuat kue ini perlu ekstra kesabaran, dan kesabaran. Masalahnya, hampir seluruh bahan-bahan harus sesuai dengan resepnya. Misalnya saja telur yang beberapa hari menginap di lemari es, almond yang harus halus, pengocokan yang tidak terlalu lama.

photo.JPG
Akhirnya, memberanikan diri juga (didasari oleh rasa penasaran, sesusah apa sih...) untuk praktek macaroon. Resep diambil dari Helene Dujardin Karena sudah banyak warning bahwa si macaron ini perlu ekstra kesabaran, step by step diikuti, dan hasilnya adalah sebagai berikut :

photo.JPG

Monday, February 13, 2012

banana cheese chiffon cake

Punya persediaan pisang kematengan? Stop dulu, jangan maen buang sembarangan, karena justru pisang yang hampir matang paling enak diolah jadi cake. Buah pisang banyak cocoknya dengan bahan lain jika diolah. Misalnya dengan gula palem, rempah, apel, jeruk, coklat dan keju. Bentuknya pun bisa menjadi butter cake, chiffon atau pastry. Kali ini pisang diolah dengan keju dan pake gaya chiffon cake yang pastinya membelai lidah. Asli, sepotong nggak akan pernah cukup lho hehehheheheh.

A picture for you

A picture for you

Resep diambil dari buku Sedap, cake dan kreasinya.
Banana cheese chiffon cake
Bahan a :
7 putih telur
1/4 sdt cream of tartar (nggak dipakr)
100 gr gula pasir

Bahan b :
6 kuning telur
75 gr gula pasir
150 gr tepung terigu
75 gr keju parut
100 gr pisang ambon matang, dihaluskan
75 ml minyak goreng
100 ml susu
1/4 sdt garam

Cara membuat :
1. Aduk bahan B hingga rata, sisihkan
2. Buat bahan kocok A, kocok putih telur & cream of tartar hingga berbusa. Masukkan gula sedikit-dikit sambil dikocok hingga kaku.
3. Tambahkan adonan putih telur keadonan B, aduk perlahan.
4. Tuang kedalam loyang chiffon, hias dengan keju iris. Oven selama 45 menit dan suhu 160 derajat celcius.
5. Balikkan cetakan, tunggu dingin baru dikeluarkan dari loyang.

my favourite book

A picture for you

Caffeine Booster ala Sayah

Sebetulnya, saya bukan kopi maniak yang harus meminumnya setiap hari. Tapi sempet juga sih nyandu berat sama minuman ini. Saya nggak punya satu pakem pun, kopi style apa yang harus diminum, tapi yang jelas kopi yang sangat saya suka itu milk base. Kopi dengan dasar susu itu biasanya bernama caffe latte, cappucino, frappucino. Jadi kalo dikasih kopi hitam atau Coffee O kata orang Malaysia/ Singapore, saya pasti akan menambahkan creamer ke dalamnya.

Kegilaan saya dengan milk base coffee dimulai ketika saya dikenalkan dengan Starbuck, khususnya yang frappucino. Hampir tiap hari saya bisa meminum mocha grande cappucino. Rasanya memang nikmat untuk hari panas dan tidak menyakiti lambung. Sempat vakum karena di Bandung belum ada Starbuck, dan setelah saya menikah baru ada deh kedai kopi uang bintang ini di Ciwalk, Cihampelas. Berhubung harus mengerem budget karena rebutan pos dengan susu anak, akhirnya saya mengubah kebiasaan dengan mengkomsumsi kopi instant. Kopi yang saya suka adalah Nescafe Mochacino dengan tambanan krimer 3 sendok. Lumayan, ada rasa coklat dan busanya, serta ramah dikantong.

Tapi mengkonsumsi kopi instant mengakibatkan efek tersendiri untuk saya, seluruh badan saya bau kopi (juga pipis bau mochacino) dan lambung perih. Setelah mendapatkan pengetahuan dari Pak Widya pemilik Kopi Aroma di Bantjeuy, saya kebanyakan mengkonsumsei essense kopi, bukan kopi asli.

Akhirnya, saya mengkonsumsi kopi hanya ketika saya butuh semangat ekstra (hahahhahah talk to myself iyeu mah). Ilmu kopi saya bertambah ketika saya melancong ke blognya Kang Toni Wahid Disitu banyak sekali ilmu yang kita dapat mulai dari tanaman kopi, proses dan mesin kopi. Tahukah kawan, harga mesin kopi espresso yang kita lihat di kedai kopi itu harganya jutaan bahkan puluhan juta. Belum lagi teknologi yang digunakan juga ribet, mulai dari tekanan per barnya, pemanas. Makanya, pantesan juga harga kopi percupnya sangat mahal.

Tapi, suatu hari saya diajak belanja peralatan dapur di House of Culinaire, Jalan Braga Bandung. Sempet heran, kok toko pecah belah tapi harum kopinya sangat kuat. Ternyata, di belakang toko ada section khusus mesin kopi espresso dan asesorisnya. Mata saya tertuju ke mesin espresso rumahan merek krups. Tapi ternyata harganya juga lumayan... sekitar 2,5 Jutaan. Saat itu sih saya cuman berkata dalam hati, harus nabung nih... Nah, sambil mikir-mikir, saya ikut aja demo pembuatan espresso. Di demo itu saya baru tau bahwa pembuatan kopi yang enak itu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi

kata baristanya......
  • Kopi harus fresh digiling, karena dalam waktu 10 menit aroma harum kopi akan hilang setelah proses penggilingan.
  • Hasil penggilingan tidak boleh terlalu halus, karena akan menyebabkan mesin cepet jebol. Ada tingkatan grind yang tepat. Jangan lupa proses tamping, yaitu memadatkan kopi dengan alat tamper. Jangan terlalu padat, nanti kopinya jadi pahit.
  • Air digunakan harus air yang baik, seperti air kemasan. Karena air keran di Indonesia mempunyai mineral yang tinggi, mengakibatkan tersumbatnya pipa-pipa mesin.
  • Suhu air dan waktu harus tepat untuk menghasilkan kopi dan crema yang sedap. Crema adalah juice nya kopi. 
  • Untuk kopi dengan base susu, diperlukan proses frothing milk, yakni pemanasan susu memakai uap sampai dihasilkan foaming yang lembut. Dengan proses frothing ini, susu berubah rasa menjadi agak manis. Untuk menghasilkan foaming yang lembut diperlukan fresh milk bukan susu UHT. Karena dengan susu UHT, foaming terbentuk hanya tipis bahkan cenderung tidak ada. Foaming ini diperlukan untuk membentuk berbagai macam motif diatas kopi, atau kerennya caffe latte art.
  • Kalo kita suka melihat cangkir yang disimpan diatas mesin, tujuannya adalah memanaskan cangkir. Cangkir yang hangat akan berpengaruh kepada rasa dan aroma kopi.
  • Untuk mendapatkan rasa-rasa kopi seperti di kedai kopi (Caramel, irish coffee, hazelnut, greentea) , tersedia bermacam syrup yang harga perbotolnya lumayan. House of Culinaire menjual syrup dengan merek MONIN
Beberapa waktu kemudian, saya mendapatkan mesin kopi personal merek Gaggia, The Color, warna merah. Hati saya senang tentunya, karena saya bisa praktek ilmu saya dapatkan. Dibawah ini, foto saya ketika praktek kopi. Saya memakai kopi Aroma yang toraja dan request digiling untuk mesin kopi. Untuk frothing, saya pake susu uht saja karena pas akhir bulan. Karena harga susu segar dua kali lipat harga susu uht kemasan. Nah, untuk gulanya, saya menggunakan palmsuiker untuk mendapatkan rasa yang berbeda. Gula putih, rasanya kurang nendang gitu....sedangkan untuk syrupnya...hehehheheh nanti sayalah nunggu limpahan dari tetangga sebelah. Hmmmmmmmmm yummy sambil ditemani sepotong banana cake...


A picture for you

A picture for you

A picture for you