Monday, February 13, 2012

Caffeine Booster ala Sayah

Sebetulnya, saya bukan kopi maniak yang harus meminumnya setiap hari. Tapi sempet juga sih nyandu berat sama minuman ini. Saya nggak punya satu pakem pun, kopi style apa yang harus diminum, tapi yang jelas kopi yang sangat saya suka itu milk base. Kopi dengan dasar susu itu biasanya bernama caffe latte, cappucino, frappucino. Jadi kalo dikasih kopi hitam atau Coffee O kata orang Malaysia/ Singapore, saya pasti akan menambahkan creamer ke dalamnya.

Kegilaan saya dengan milk base coffee dimulai ketika saya dikenalkan dengan Starbuck, khususnya yang frappucino. Hampir tiap hari saya bisa meminum mocha grande cappucino. Rasanya memang nikmat untuk hari panas dan tidak menyakiti lambung. Sempat vakum karena di Bandung belum ada Starbuck, dan setelah saya menikah baru ada deh kedai kopi uang bintang ini di Ciwalk, Cihampelas. Berhubung harus mengerem budget karena rebutan pos dengan susu anak, akhirnya saya mengubah kebiasaan dengan mengkomsumsi kopi instant. Kopi yang saya suka adalah Nescafe Mochacino dengan tambanan krimer 3 sendok. Lumayan, ada rasa coklat dan busanya, serta ramah dikantong.

Tapi mengkonsumsi kopi instant mengakibatkan efek tersendiri untuk saya, seluruh badan saya bau kopi (juga pipis bau mochacino) dan lambung perih. Setelah mendapatkan pengetahuan dari Pak Widya pemilik Kopi Aroma di Bantjeuy, saya kebanyakan mengkonsumsei essense kopi, bukan kopi asli.

Akhirnya, saya mengkonsumsi kopi hanya ketika saya butuh semangat ekstra (hahahhahah talk to myself iyeu mah). Ilmu kopi saya bertambah ketika saya melancong ke blognya Kang Toni Wahid Disitu banyak sekali ilmu yang kita dapat mulai dari tanaman kopi, proses dan mesin kopi. Tahukah kawan, harga mesin kopi espresso yang kita lihat di kedai kopi itu harganya jutaan bahkan puluhan juta. Belum lagi teknologi yang digunakan juga ribet, mulai dari tekanan per barnya, pemanas. Makanya, pantesan juga harga kopi percupnya sangat mahal.

Tapi, suatu hari saya diajak belanja peralatan dapur di House of Culinaire, Jalan Braga Bandung. Sempet heran, kok toko pecah belah tapi harum kopinya sangat kuat. Ternyata, di belakang toko ada section khusus mesin kopi espresso dan asesorisnya. Mata saya tertuju ke mesin espresso rumahan merek krups. Tapi ternyata harganya juga lumayan... sekitar 2,5 Jutaan. Saat itu sih saya cuman berkata dalam hati, harus nabung nih... Nah, sambil mikir-mikir, saya ikut aja demo pembuatan espresso. Di demo itu saya baru tau bahwa pembuatan kopi yang enak itu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi

kata baristanya......
  • Kopi harus fresh digiling, karena dalam waktu 10 menit aroma harum kopi akan hilang setelah proses penggilingan.
  • Hasil penggilingan tidak boleh terlalu halus, karena akan menyebabkan mesin cepet jebol. Ada tingkatan grind yang tepat. Jangan lupa proses tamping, yaitu memadatkan kopi dengan alat tamper. Jangan terlalu padat, nanti kopinya jadi pahit.
  • Air digunakan harus air yang baik, seperti air kemasan. Karena air keran di Indonesia mempunyai mineral yang tinggi, mengakibatkan tersumbatnya pipa-pipa mesin.
  • Suhu air dan waktu harus tepat untuk menghasilkan kopi dan crema yang sedap. Crema adalah juice nya kopi. 
  • Untuk kopi dengan base susu, diperlukan proses frothing milk, yakni pemanasan susu memakai uap sampai dihasilkan foaming yang lembut. Dengan proses frothing ini, susu berubah rasa menjadi agak manis. Untuk menghasilkan foaming yang lembut diperlukan fresh milk bukan susu UHT. Karena dengan susu UHT, foaming terbentuk hanya tipis bahkan cenderung tidak ada. Foaming ini diperlukan untuk membentuk berbagai macam motif diatas kopi, atau kerennya caffe latte art.
  • Kalo kita suka melihat cangkir yang disimpan diatas mesin, tujuannya adalah memanaskan cangkir. Cangkir yang hangat akan berpengaruh kepada rasa dan aroma kopi.
  • Untuk mendapatkan rasa-rasa kopi seperti di kedai kopi (Caramel, irish coffee, hazelnut, greentea) , tersedia bermacam syrup yang harga perbotolnya lumayan. House of Culinaire menjual syrup dengan merek MONIN
Beberapa waktu kemudian, saya mendapatkan mesin kopi personal merek Gaggia, The Color, warna merah. Hati saya senang tentunya, karena saya bisa praktek ilmu saya dapatkan. Dibawah ini, foto saya ketika praktek kopi. Saya memakai kopi Aroma yang toraja dan request digiling untuk mesin kopi. Untuk frothing, saya pake susu uht saja karena pas akhir bulan. Karena harga susu segar dua kali lipat harga susu uht kemasan. Nah, untuk gulanya, saya menggunakan palmsuiker untuk mendapatkan rasa yang berbeda. Gula putih, rasanya kurang nendang gitu....sedangkan untuk syrupnya...hehehheheh nanti sayalah nunggu limpahan dari tetangga sebelah. Hmmmmmmmmm yummy sambil ditemani sepotong banana cake...


A picture for you

A picture for you

A picture for you