Thursday, December 6, 2012

My Cousin Big Fat Bataknese Wedding

Tepat satu minggu yang lalu, saya menghadiri rangkaian acara pernikahan sepupu saya. Kenapa rangkaian, karena dua minggu yang lalu mereka telah melakukan upacara dan resepsi dengan adat mempelai wanita yang berasal dari Aceh dan kali ini acara ngunduh mantu dengan adat Batak Angkola-Mandailing. Bagi keluarga kami yang berasal dari Tapanuli Selatan, acara adat besar dalam kehidupan itu yang sangat besar adalah sukacita, dan duka cita. Pernikahan adalah horja (pesta) sukacita yang diperingati dengan meriah. Dibawah ini cerita singkat saat pernikahan sepupu saya yang seru diikuti.

Jemput

Acara pertama adalah menjemput mempelai wanita. Sebelum keluarga berhasil menjemput mempelai wanita, diadakan acara pemberian bekal untuk mempelai wanita di kampung mempelai pria. Yang diberikan adalah seperangkat alat dapur, tikar, kasur, beras, dan ayam betina hidup. Heheheheh udah cantik bawa-bawa ayam deh....

Sanggul

Sekarang perjalanan ke rumah mempelai pria dengan iring-iringan sanak saudara. Penganten ditudungi dengan payung warna kuning. Hehehhehe jadi raja dan ratu sehari deh...

Pangupa

Sesampainya mempelai wanita di rumah mempelai pria, diadakan acara adat pemberian marga karena mempelai wanita berasal dari luar suku batak, dan acara lainnya ( hehehehheheh nggak ngerti). Tapi yang jelas, diadakan acara mangupa dengan memberikan pangupa (nasi komplit dengan lauknya). Pangupa ini mempunyai tingkatan-tingkatan. Yang paling sederhana adalah pangupa yang terdiri dari nasi, telur ayam dan garam. Tingkat selanjutnya adalah pangupa manuk yang berisi ayam, pangupa hambeng yang berisi kambing dan yang paling tinggi adalah pangupa horbo yang berasal dari kerbau.

Horbo

Waktu saya menikah, saya diberikan pangupa hambeng . Tapi kali ini pangupa yang diberikan adalah pangupa yang berasal dari kerbau. Nggak percaya...tuh liat aja kepalanya yang dipasang didepan rumah lengkap dengan pawang kerbaunya hihihihihihihihi 

The bride

Selama acara mangupa, para sanak saudara memberikan segala nasehat terbaiknya bagi mempelai wanita sebagai anggota keluarga. Lumayan lho, duduk dibawah mendengarkan semua wejangan. Sedikit pegel dan berat kepala karena bulang (mahkota penganten) yang dipakai seharian.

Selain acara memberikan hidangan pangupa, tidak lupa juga acara tor-tor. Tor-tor kali ini adalah tor-tor yang berbeda dengan tor-tor Tapanuli Selatan yang menghentak. Tor-tor Tapanuli Selatan lebih lembut dan halus gerakannya. Kepala selalu menunduk selama musik mengalun. Penganten melakukan tor-tor yang kemudian diikuit oleh ibu-ibu muda yang membawa bayinya.....

Tortor


Acara tor-tor ini diiringi oleh live musik. Musik yang sangat syahdu akan membimbing kita menari sesuai dengan alunannya.

SulingSelain musik untuk mengiringi mempelai menari, ada juga kesenian Gondang Sambilan. Kenapa dinamakan demikian, karena musik ini terdiri dari 9 buah gendang yang berbeda ukurannya. Dari mulai yang terkecil sampai terbesar dan jumlah penabuhnya pun ada 9 orang. Masing-masing bertugas memukul gendang secara bergantian sehingga menciptakan alunan gendang yang harmonis. Kesenian ini aslinya dari daerah Mandailing, walaupun Malaysia mencoba mengklaimnya....

Gondang 9

Kalo ada pesta tentunya ada makanan kan. Nah dibawah ini adalah makanan yang dibawa dari mempelai wanita. Sepertinya sih khas dari Daerah Aceh. Hmmmm saya belum tau apa saja namanya, cuman tau menikmatinya saja. Ada yang tau nggak, hidangan ini apa namannya?

Wajik

Nah, kalo yang ini sih bolu bentuk ikan mas. Kebayang kan cetakan bolunya lucu-lucu....

Ikan

41 comments:

  1. Mbak Junita, foto2nya keren banget...:)
    Indonesia kita kaya banget ya Mbak...Satu pernikahannya saja perayaannya bisa dua adat. Keren deh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mbak Evi, tapi banyak yang goyang juga. Betul, Indonesia tanah air beta, berbeda untuk saling memperkaya ya....

      Delete
  2. Wooow.........splendid! Cantiknya pakaian pengantin adat ini. Bangga melihatnya, walaupun bunda bukan dari Suku Batak. Foto2nya kereeeen. Hiasan kepala pengantin perempuan banyak miripnya dengan pengantin adat Minang, berat, glamour dan indah sekali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bunda, mirip dengan suntiang ya. Cuman ini tidak seberat itu. Memang cantik sekali pengantin perempuannya...

      Delete
  3. itu kalo gak salah kue keukara (yang kaya serat2 itu, foto nomor dua dari bawah) terus di bawahnya (foto terakhir) kalo gak salah biasa disebut boi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kue keukara mirip dengan kue kremes ya, terus bolu ikannya enak. Thanks ya, jadi tau nama kue-kue tersebut.

      Delete
  4. Replies
    1. Paling seru kalo udah urusan nyanyi... Nggak ada yang bisa berhentikan para biduannya..... Xixixixixixix

      Delete
  5. wow .. fotonya mbak keren ... jadi tahu ttg pernikahan di sana

    pengen ngerasakan bolu bentuk ikannya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. setiap pesta pernikahan harus mengosongkan perut, soalnya makanannya suka seru-seru dan yang nggak biasa dimakan sehari-hari. Si bolu ikan itu seperti madeleine tapi susunya nggak terlalu kerasa Mbak.

      Delete
  6. foto fotonya bagus.... saya belum pernah nih melihat live perkawinan adat ini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang paling seru nanti acara nyanyinya lho.... keluarlah pasukan suara-suara emas

      Delete
  7. waaa, fotonya keren, reportasenya juga lumayan lengkap, jadi tahu deh macam2 adat pernikahan di negeri ini. Bangganya jadi orang Indonesia, punya beragam budaya

    btw foto2nya ga ditambahin watermark? foto2 sebagus ini sayang kalau dicomot begitu aja tanpa menyebutkan sumbernya *karna ga tahu aturan tak tertulis macam itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you Bun untuk masukkannya. Saya memang agak malas memberikan watermark karena terkadang suka nutupin si fotonya. Ditaro paling pinggir, eh dipotong juga. Karena belum pernah gondok dicuri orang jadi saya masih anteng tanpa watermark hehehehhe

      Delete
  8. Wah seru dan hebat juga bisa mengalami rangkaian acara pernikahan dengan dua adat yang berbeda.

    ReplyDelete
  9. Iya, tapinya jadi lama dan berhari-hari...cape deeehhhh

    ReplyDelete
  10. kalo dilihat dari images sepertinya adat ini masih sangat kental terasa yah..
    salam sukses selalu...btw untuk memasang tag alt nanti di posting yah hihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Adat yang dipake asli, bukan KW super.... Thanks untuk berbagi tips-tipsnya ya Kang

      Delete
  11. Replies
    1. Untuk acara-acara sukacita dan dukacita, tor-tor selalu hadir. Khasnya adat batak heheheheh

      Delete
  12. Sebuah rangkaian upacara adat yang tetap terjaga dan dilestarikan. Jarang loh sekarang ada orang yang memilki kesempatan melakukan dan mersakan hal seperti ini. Yang ada meeka mau jalan ringkas dan cepat.

    Sedangkan proses berjalanannya suatu upacara tradisi ini juga merupakan suatu sarana pengenalan budaya daerah dari berbagai macam adat istiadat yang dimiliki bangsa Indonesia. Dan tentunya hanya Indonesia yang memilki acara tradisional yang beragam

    Sukses selalu
    Salam Wisata

    ReplyDelete
  13. Justru dengan perlahan seperti ini bermakna bahwa segala sesuatunya ada proses tidak instan. Penuh dengan kata-kata bijak dan nasehat yang berguna dalam langkah selanjutnya.
    Makasih untuk kunjungannya, Mas....

    ReplyDelete
  14. wah reportasenya komplit dengan dukungan foto yang ciamik
    pakaianya bagus dan hidagannya enak2 ya jeng
    Ipar saya juga menikah dengan orang Batak dari marga Pakpahan lho.
    Saya juga punya foto memakai ulos...
    Terima kasih sajian yang menarik dan menambah wawasan
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam hangat kembali Pak Dhe...
      Memang begini lah kalo mengikuti adat batak, pasti rame, meriah, musik dan makanan. Wah, Uwakku marga Pakpahan juga, jangan-jangan kita bersodara. Nanti aku liat foto Pakdhe pake ulos ya....

      Delete
  15. Bangga rasanya menjadi bagian dari Indonesia. Banyak budaya, adat, dana bahasa. Terima kasih sudah posting tulisan dan foto yang penuh inspirasi ini. Salam:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanah airku Indonesia.... semoga banyak blogger yang menggali dan memperkenalkan kekayaan bangsa kita ini, Bhinneka Tunggal Ika

      Delete
  16. Benar2 rangkaian kalo ini, usai pernikahan dengan adat Aceh, ngunduhnya dengan Batak Angkola-Mandailing. Hmmm..., foto2nya bagus bener....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Mas, memang rangkaian acaranya sangat menggoda untuk difoto. Senang liat warna-warni cerah dalam acara ini.

      Delete
  17. selamat berbahagia ya untuk kedua mempelai, semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahma :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih, nanti disampaikan sama adik sepupuku... :)

      Delete
  18. bangga bgt sm Indonesia ya.. sangat kayak budaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Teh, tinggal kita harus sadar memeliharanya

      Delete
  19. inilah indonesia
    inilah batak
    warisan nenek moyang kita
    semoga tradisi seperti ini bisa langgeng terus
    #amin
    i ♥ indonesia

    tapi ngemeng2 seru juga tuch acaranya
    pengen banget ikutan acara tor tornya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Horas....
      semoga masih banyak yang mau meneruskan dan menjalani tradisi pernikahan tradisional semua daerah di Indonesia.

      Delete
  20. Seru banget,
    ga kebayang kepala kerbaunya di keringin sampai jadi fosil

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehhehe dagingnya jadi makanan untuk jamuan. Enak lho, seperti kambing guling tapi lebih lezat

      Delete
  21. wah, kayaknya seru banget ya, pernikahan dengan adat batak ini..
    hihihi...
    walaupun pasti capek tapi seruuuu...
    salam kenal... :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, lebih sakral rasanya. Salam kenal kembali

      Delete
  22. wow, your post just driven me to my sister's wed memories..
    gmn heboh, hiruk pikuknya acara adat batak..
    kakakku pake bulang(mahkota wanita mandailing/tapsel)sampe tiga kali, dua kali resepsi di dua kota yg jaraknya jauh dan sekali di acara adat,untung wkt pemberkatannya gak pake bulang dia...
    abis acara dia nangis coz lehernya pegel... hahahah pangupa kakakku di adat juga horbo/kerbau. gedenya seabreg2, trus wkt dibagiin hrs adil tu, bs ribut soalnya klo motongnya gak pas...
    anter2annya gak pake kue2a, cuma ulos, uang sama ama berlian satu set....
    btw ada acara pengantin pria tortor "mangayap-ayapi" atau seperti ayam jantan yg meminang ayam betina???
    olosnya diikat di kedua jari tangan pgantin pria dan kedua tangan direntangkan kayak jubahnya batman sambil nari mengiring pengantin wanita....

    ReplyDelete