Wednesday, March 14, 2012

Alun-alun Bandung 1

Kalo orang lain selalu kangen dengan kampung halamannya, tidak dengan saya. Saya dibesarkan di daerah alun-alun Bandung, very very downtown girl. Jadi hampir kegiatan sehari-hari saya dipenuhi kegiatan orang berdagang dan berbisnis. Tapi tinggal didaerah pusat kota pun meninggalkan kenangan tersendiri. Walaupun tidak berbentuk lukisan alam yang indah, daerah pusat kota pun punya keunikan tersendiri, seperti yang coba saya tangkap saat berjalan-jalan menyusuri Jalan Asia Afrika.

Waktu kecil, saya sering dibawa ke Alun-alun Bandung karena memang disana pusat kegiatan dari mulai olahraga pagi ataupun sekedar bersantai di bangku taman. Saya selalu merasa nyaman kalo melihat bangunan Mesjid Agung yang sekarang menjadi Mesjid Raya dan bangunan Swarha. Entah kenapa saya selalu berimajinasi kalo saya mempunyai satu kamar di Swarha dan tinggal disana. Terbayang, setiap sore menatap ke alun-alun sambil menikmati air mancurnya dari atas balkonnya, atau melihat jam diatas gedung Bank Mandiri dan melihat kesibukan orang di Kantor pos....

swarha.JPG


PLN.JPG
Tugas rutin saya adalah membayar tagihan listrik, sebulan sekali saya selalu mampir ke Gedung PLN di Cikapundung. Pemanggilan nama pelanggan dilakukan memakai teriakan suara petugas dan telinga saya harus benar-benar peka, maklum tagihan listrik saya masih atas nama pemilik rumah terdahulu YO LIONG TJIN. Kalo terlewat, siap-siap untuk mengabiskan waktu menunggu lagi, maklum jaman dahulu loket cuman sedikit dan belum ada sistem pembayaran online. Kebayang, sekota Bandung numpuk disitu semua.

exim.JPG
Bangunan ini dulunya merupakan bank EXIM yang sekarang jadi pusat pelatihan Bank Mandiri. Saya selalu suka melihat kedalamnya sambil berjalan menuju kantor PLN. Paling suka liat pintunya yang kokoh dan kotak surat yang ada dipintunya.... Kalo hari menuju malam, banyak tukang makanan berjualan disamping gedung ini, tepanta di jalan Cikapundung Timur. Favorit saya adalah sate padang sampe sekarang. Dahulu sih, tukang martabak bertebaran dan tukang sop kaki kambing yang punya trade mark "kumis".



posindo.JPG
Kantor pos..... hooooo senangnya, apalagi kalo disuruh ambil wesel dan paket. Wah, ngantri di sini adem, karena lantai dan dinding kantor pos itu terbuat dari marmer. Terus selalu terdengar bunyi khas dari petugas pos yang melakukan cap, dug..dug..dug.... belum lagi bunyi mesin tik.

photo.JPG

BBD.JPG

Gedung ini dikenal dengan nama Bank Dagang Negara atau BDN (eh salah ngasih judul foto). Saya berkunjung krsini biasanya dengan Bapak saya. Dulu, konternya tinggi banget untuk ukuran saya yang masih TK, jadi bapak saya selalu menggendong daya dan menaikkan saya di loketnya. Meja loket terbuat dari marmer, dan petugas loket berdiri di belakang pagar untuk melayani nasabah. Hal yang paling saya suka ketika melewati brankas besi yang gede banget. Wuihhh isi uangnya berapa ya... Sekarang gedung ini jadi gedung Bank Mandiri.
merdeka.JPG
yang ini the famous Gedung Merdeka. Saya berkunjung kemari karena ada perpustakaan yang rajin saya kunjungi pas kecil. Dan sekrang karena ada museum Asia Afrika. Kalo berkesempatan tour disini, coba deh akustik di gedung pertemuannya..... Suara dari arah mana pun bisa terdengar jelas.
jiwasraya.JPG
Kalo gedung jiwasraya, saya hanya lewat saja... Biasanya banyak tukang stempel, gravir dan kupon undian harapan disisi gedungnya. Sayangnya, gedung ini bagian depannya sudah tidak terlalu terawat, dan jadi tempat perlindungan dan menetap para gelandangan. Hmmm kalo lewat gedung ini, siap-siap saja mencium aroma tak sedap.