Thursday, January 2, 2014

Batam tidak selebar Nongsa

Kesempatan saya untuk mendatangi suatu tempat biasanya ada dua jalur, dinas dan cuti. Kalo cuti, perencanaan sangat matang karena harus sesuai dengan budget dan kekuatan dana yang saya punyai. Jalur kedua yaitu dinas, biasanya suka-suka karena semua sudah ditanggung hanya sayangnya waktu dan tempat yang dijelajahi menjadi terbatas. Seperti waktu yang lalu, saya mendapat kesempatan untuk dinas ke Batam yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Terbayang cerita-cerita orang tentang bagaimana Batam dengan barang-barang elektronik, tas, parfum dan segala yang tidak ada di Bandung. Dan juga cita-cita saya untuk melihat Pulau Galang yang pernah jadi transit manusia perahu dari Vietnam.

 photo IMG_8830_zps2bea7cd5.jpg
Cerita dan cita-cita boleh saya didambakan. Kenyataannya, saya harus terdampar di daerah Nongsa, yang jauh dari mana-mana dan harus berdiam diri sampai kerjaan selesai. Setelah touchdown di Bandara Batu Besar, Batam, langsung deh ke TKP untuk nyiapin persiapan rapat. Bandara-Nongsa ditempuh perjalanan selama 45 menit. Hehehehehhe panitia tau aja kalo rapat itu harus sepi dan bebas gangguan supaya khusyu rapatnya. Yah, nggak apa-apa yang penting udah nyampe Batam deh.

 photo IMG_8835_zpsd43a83ba.jpg
Sebelum rapat berlangsung, waktu saya sempatkan untuk melihat spot-spot menarik dan indah yang ditawarkan oleh Turi Beach Hotel ini. Ada dermaga yang menjorok ke laut tempat orang-orang memancing. Ikan yang didapat juga lumayan besar-besar tidak seperti mancing di kolam pemancingan.

 photo IMG_8834_zpsff073c52.jpg
Pemandangannya juga indah dan masih banyak yang asli. Dari dermaga ini kalo kita melihat ke sebelah kanan akan tampak , Johor Bahru, Malaysia dan di sebelah kiri terlihat Singapore. Ini membuktikan bahwa jarak Batam memang deket dengan negara-negara tertentu. Perbedaan suasana sangat terasa padahal jarak yang sangat dekat.
 photo IMG_8878_zpsd635035e.jpg
Pantainya pasir putih dengan batu-batuan yang besar, mengingatkan pada pantai laskar pelangi di Belitung (walaupun tidak sebesar itu tapi kata saya sih mirip hehehhehhe maksa, padahal belum pernah juga ke sana).

 photo IMG_8833_zps4d058293.jpg

Waktu kita melihat-liat ke arah hotelnya, tiba-tiba ada suara dan gerakan yang mencurigakan dari air. Sambil menyimak suara dan gerakan, ternyata ada sepasang lumba-lumba yang sedang jalan-jalan juga ke sini. Saya sangat excited bisa liat lumba-lumba berenang bebas. Diikutin ke arah mana mereka berenang.

 photo IMG_8843_zps76a97ff6.jpg

Saya menunggu lumba-lumba mendekat karena pengen memotret dari jarak dekat. Yang ada lumba-lumba jaga jarak dan saya terlalu menunggu, hasilnya saya nggak berhasil motret sejoli lumba-lumba, hanya punggungnya saja yang kepotret. Hehheheheh ketahuan amatiran banget ya, nggak bisa ngontrol emosi dan kamera....

 photo IMG_8842_zps131870b7.jpg

Saya paling seneng lihat kolam renang hotelnya. Sepertinya adem banget kalo rendeman disitu. Tapi nggak saya kerjain, karena perut saya mengalahkan segalanya...lapar..... jadi mendingan ke restoran deh mendiamkan keributan yang ditimbulkan oleh sang cacing naga.

 photo IMG_8861_zps2c300d4f.jpg

Hmmmmm, mau sarapan apa ya. Ceraal plus susu? atau nyoba yang lainnya. Sebelum memutuskan, saya mo jadi orang Amrik dulu ah, sarapan dengan seraal cornflake dan susu segar.



Nah, kalo yang ini sarapan ala Nonya banget, roti panggang pake selai sarikaya. Sarapan model gini sering saya dapatkan kalo sedang berkunjung ke daerah-daerah rumpun Melayu. Misalnya saja di kedai di Medan, Kim Theng, Pekanbaru, Penang, KL, Singapore. Biasanya plus kopi tiam dengan cangkirnya yang khas banget.

 photo IMG_8848_zps1ff9c5db.jpg

Nah, yang paling seru itu sarapan roti canai plus kuah kari ataupun coklat meses dan susu kental manis. Roti canai biasanya hadir dalam acara khusus di rumah saya. Dia akan hadir dalam acara lebaran ataupun acara-acara kumpul-kumpul keluarga. Disini saya bisa ngedapetin tiap sarapan dengan catatan mau sabar menunggu koki dan proses pembuatannya. Sang koki baru beroperasi tepat jam 7 Teng. Sambil membawa panci besar berisi adonan, koki akan menerima order roti canai yang kita mau.

 photo IMG_8850_zpsbb5d5d16.jpg

Cuman dibanting-banting, sang roti pun membuat tekturnya yang khas. Mirip dengan roti Maryam. Setelah adonan jadi, langsung dipanggang di wajan yang sangat lebar. Rotinya sangat fresh karena dibuat saat kita order.
 photo IMG_8851_zps1bf4e5a0.jpg

Nah, roti canai saya plus kuah kari sudah selesai dibuat. Mau coba, enak lho... Sayangnya karena booth roti canai ini favorit semua orang, jadinya jatahnya cuman satu, padahal kepengen lagi. Cuman mikirin nunggu dan antrinya langsung deh ciut..

 photo IMG_8854_zpsc0cbb063.jpg

Yang ini buffetnya, makanannya standar aja sama setiap hotel kalo sarapan pasti menunya itu-itu aja. Cuman yang bikin saya seneng liatnya, bayangan cermin diatas. Sepertinya lucu aja kalo tutup hidangna dibuka semua, bisa lihat makanan dari cermin mantul...

 photo IMG_8844_zps30905d2b.jpg

Nah, makannya harus cepet selesai deh, soalnya belum mandi dan harus siap-siap untuk kerja lagi berkutat dengan kertas. Dan ngarep bisa keluar hotel supaya bisa liat Batam bukan cuman disini aja Soalnya saya yakin, kalo Batam itu cukup luas untuk dijelajahi dan saya ingin melihat sisa-sisa kejayaan Batam saat menjadi daerah otorita. (hiks sampe pulang tidak terlaksana tuh untuk melihat Balerang, Nagoya dkk, lain kali semoga punya kesempatan deh).