Monday, February 4, 2013

Bokeh, efek fotografi yang bikin cantik

Kali ini postingan tentang bokeh menurut sudut pandang saya sebagai tukang oprek dan nubi dalam dunia memotret. Karena ada beberapa teman yang menanyakan bagaimana cara membuat efek ini, saya memberanikan diri melaporkan hasil eksperimen. Bokeh adalah istilah fotografi yang berasal dari bahasa Jepang yang mempunyai arti "buram". Buram disini dalam arti disengaja bukan karena tidak fokusnya hasil pemotretan, tetapi untuk membuat efek latar belakang buram yang menjadi indah untuk mendukung sang subjek utama. Biasanya bokeh dipakai untuk fotografi yang berhubungan dengan potrait dan food photography. Untuk food photography, bokeh diperlukan untuk membuat sang subjek tampak lebih menarik selera dan fokusnya jelas ke arah makanan tersebut bukan ke bagian lainnya. Untuk menghasilkan bokeh yang baik, diperlukan pengetahuan tentang depth of field yang memadai agar bokeh yang dihasilkan sempurna.

Pancake
Sejauh yang saya ketahui, hanya lensa (baik DSLR ataupun saku) yang mempunyai f/stop dengan angka kecil seperti 1.4, 1.8, ataupun 2.8 yang bisa menghasilkan efek bokeh ini. Untuk DSLR, hampir semua lensa dengan f stop kecil ini berharga mahal, kecuali lensa canon plastik 50mm, f2.8 dan lensa manual yang harganya masih ramah dengan kantong (bahas lensa ini nanti aja ya, biar saya punya bahan postingan lagi). Ternyata kesulitan saya dalam membuat bokeh itu adalah dalam menentuken subyek foto. Titik fokus yang digunakan haruslah tunggal, jangan multi fokus karena kamera akan bingung dalam menentukan titiknya. Seperti foto dibawah ini, subyeknya bisa berbeda karena kamera mencari fokus secara otomatis. Solusinya adalah, matikan fungsi otomatis di lensa (pindahkan switch AF ke MF) untuk mencegah kamera kebingungan dalam menentukan titik fokus.  

Bunga


Subyek yang dekat dan latar belakang yang jauh akan menjadikan efek bokeh yang indah. Dengan berjauhannya subyek dan latar belakang akan menjadikan depth of filed yang besar. Kalo di kamera terdapat mode Av selain manual. gunakan mode ini untuk bisa menangkap bokeh. Bokeh akan semakin indah jika latar belakang lebih terang atau berupa lampu-lampu jalan. Dengan menggunakan lensa dengan f stop kecil dan mode Av, window shutter akan menangkap bokeh yang kita inginkan. Saya sendiri kaget ketika bisa mendapatkan foto ini, lampu kota berubah menjadi efek yang keren (menurut saya pribadi yah). Narsis dikit nggak apa-apa deh.

 Me

Membuat foto yang bokeh ternyata harus punya subyek. Jika tidak ada subyeknya, hasilnya kurang indah. Foto ini dibuat karena saya suka dengan lampu hias natal. Saya langsung memotret tanpa memperhatikan mana subyeknya. Bokehnya sih jadi, tapi kurang indah karena tidak ada yang didukungnya. Mungkin foto ini akan jadi sedikit indah kalo si anak yang paling kiri melihat ke kamera. Saya kurang sabar menanti.


Bokeh gagal

Jadi, tips sederhana dari saya untuk menghasilkan bokeh adalah:
1. Gunakan lensa dengan bukaan besar/ f stop kecil seperti 1.4, 1.8, atau 2.8.
2. Mode manual dan AV adalah wajib.
3. Gunakan fokus tunggal
4. Jika lensa tidak kunjung menemukan fokusnya, matikan mode auto di lensa dan gunakan mata untuk menemukan titik fokus yang diinginkan.
5. Dekatkan subyek dengan lensa dan jauhkan latar belakang untuk mendapatkan bokeh.
6. Gunakan tripod untuk mendapatkan hasil yang stabil.

Saya sendiri pun belum banyak menghasilkan foto bokeh dengan berbagai percobaannya. Hmmmm harus hunting dulu deh, supaya bisa berbagi lagi teknik bokeh yang bisa menginspirasi teman-teman lainnya....