Friday, February 28, 2014

Suatu pagi di Panti Wredha

Kunjungan kali ini membuka mata saya bahwa menjadi tua itu bukan pilihan tetapi sudah pasti menjadi perjalanan tiap orang. Hanya saja dimana kita akan menghabiskan sisa waktu mungkin akan menjadi pilihan setiap orangnya. Saya berkesempatan mendatangi Panti Wredha, sebuah Panti Jompo yang sudah berdiri dari tahun 1950-an. Sebetulnya ini acara dadakan istri-itri karyawan di Kantor, dan saya kebagian kursi untuk ikut serta. Ide pertama sih mau mengunjungi panti asuhan, tapi ternyata sudah terlalu sering mengunjungi rumah yatim piatu. Diambillah kesempatan ke Panti Sosial Tresna Wredha di Jalan Sancang 3, Bandung. Posisinya tepat disebelah Mesjid Muhammadiyah.

  photo P1010216_zpsc6ecf89c.jpg

Tampak luar, bangunan hanya seperti rumah biasa. Tidak menampakkan bahwa penghuninya banyak. Tapi ketika masuk ke dalam, barulah terlihat kamar-kamar seperti layaknya asrama. Panti ini hanya menampung Ibu-Ibu Senior Citizen (istilah kerennya saya). Tidak diperkenankan ada lawan jenis. Dan juga karena ini bersifat swasta bukan milik pemerintah, hanya ibu-ibu yang mempunyai alamat dan keluarga jelas yang ditampung.Katanya sih pernah pihak pemkot menitipkan ibu tua yang ditemukan di pinggir jalan. Karena beda pola kehidupan, justru ibu yang ditemukan ini malah menjadi gangguan ibu-ibu rumahan lainnya. Katanya tiap malam sering menggedor pintu sertiap kamar di panti. Jadinya Ibu-ibu rumahan lainnya terganggu dan jadi kurang tidur. Akhirnya sang ibu liar dikembalikan lagi ke pemkot untuk dirawat.

 photo P1010203_zps36a7135d.jpg

Ternyata selain penghuni rumah jompo yang sudah senior, pengurusnya juga ternyata sudah sepuh-sepuh. Ibu Ketua Panti ternyata juga sudah berusia 85 tahun. Walaupun sudah berusia lanjut, Ibu masih tetap terlihat enerjik dan masih mengerjakan administrasi ringan rumah jompo. O iya, sebelum kita berkunjung, kita berkonsultasi dengan para pengurus, kira-kira oleh-oleh apa yang akan berguna untuk ibu-ibu. Ternyata yang sangat dibutuhkan adalah teh celup, karena jatah satu orang 10 buah perminggu, gula rendah kalori, kecap, susu berkalsium tinggi, beras dan biskuit marie.

 photo P1010215_zpsb864d6a0.jpg

Sejarahnya, Panti ini diresmikan oleh Presiden Pertama RI, Bapak Sukarno. Beliau memberikan rumah untuk menjadi perawatan ibu-ibu lanjut usia yang tinggal sebatang kara. Nama Panti juga beliau yang memberikan. Panti dirurus oleh Yayasan dan bersifat sosial. Selain mendapat dana dari Pemkot, juga dari para donatur.

 photo P1010212_zpsf7aa7837.jpg


 photo P1010211_zpsa4cdc7b8.jpg

Disetiap dinding diberikan tips untuk para ibu. Yang jadi perhatian adalah, ibu-ibu ini tidak boleh jatuh karena bisa berakibat fata. Pernah, ada ibu penghuni yang telah berusia 95 tahun. Beliau bersandar ke pintu yang ternyata tidak terkunci dan jatuh terjerembab. Setelah itu sang ibu kesehatannya menurun sampai akhirnya meninggal. Jadi memang harus dijaga betul masalah jatuh ini.

 photo P1010210_zps18f65412.jpg

Tadinya mau ada eprformance baca puisi dan paduan suara persembahan dari Ibu-ibu. Tapi sayangnya, mood ibu-ibu hari ini sedang tidak baik, jadinya performance gagal deh. Silaturahmi sih tetap berjalan dengan mengunjungi ibu-ibu yang sedang bersantai di depan kamarnya,. Dan diharapakan oleh-oleh yang kita bawa harus sama dan identik, karena sifat-ibu-ibu yang kembali seperti kanak-kanka. Beda sedikait akan menjadi runyam... persis seperti anak-anak balita yang berebutan coklat kalo berbeda akan ngambek....

 photo P1010206_zps4b9bf5e7.jpg

Yang lucunya, setiap penghuni sepertinya sudah mengetahui kebiasaan teman-temannya. Saya menyapa seorang ibu dan menanyakan kabarnya.... eh yang jawab ternyata teman-teman si ibu. Neng, ngomongnya yang keras.... si Ibu itu mah nggak denger harus keras ngomongnya heehehehhehehe....

 photo P1010204_zps73dbb9a1.jpg

Kalo yang ini ruang rawat inap jika ada anggota panti yang perlu intensif perawatan sebelum ke rumah sakit. Ruang sederhana ini merupakan kegiatan kesehatan para penghuni. Ternyata mereka juga punya kartu KITAS lho... persis seperti Balita-Balita di posyandu...

 photo P1010207_zps4c5e006c.jpg

Sedangkan ini merupakan tempat tidur para penghuni. Ada rasa sedih karena bangunan sepertinya perlu di perbaiki. Dindingnya ada yang sudah lapuk...

 photo P1010205_zps3d34cdbb.jpg

Kalo yang ini ruang prakarya. Kebanyakan para ibu menggemari ketrampilan menjahit dan merajut. Dua kegiatan ini sangat baik untuk gerakan motorik tangan. Dan hasil karya ibu-ibu juga dijual untuk uang kas mereka.
 photo P1010208_zps3652ef1f.jpg

 photo P1010202_zpsa65ab91f.jpg

Di ruang tamu yang berfungsi juga ruang administrasi, ada Kang Asep yang mengawal seluruh kegiatan panti. Beliau menjelaskan seluruh kegiatan, dan permasalahan yang ada. Menurut beliau, sekarang banyak juga dari keluarga yang mampu yang menitipkan ibunya ke panti.  Banyak yang memandang bahwa keluarga tega menitipkan anggota keluarganya ke Panti. Tapi ini menjadi suatu pilihan ketika alasan di rumah sudah tidak ada yang merawat dan takut terjadi hal-hal terjadi ketika penghuni rumah sedang beraktifitas di luar.

 photo P1010201_zpsb5fa196b.jpg

Nah, yang ini foto sebagian anggota panti. Melihat foto-foto ini, terbayang raut ibu saya yang sedang bermain dengan cucu-cucunya, sedang mengdengarkan keluh kesah saya.  Ya Allah, semoga saya diberikan kesempatan untuk selalu dekat dengan Ibu-Bapakku di rumah... bukan di tempat ini......

 photo P1010200_zps0a829313.jpg



32 comments:

  1. Mbaaa jadi inget orangtuaaaa huhuhu. Jd pengen mudik. Moga2 ibu2 di panti werdha itu selalu sehat yah mbaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga menangis ketika menciumi ibu-ibu itu satu persatu.... semoga mereka bahagia disana

      Delete
  2. Waaahhh... jadi ingat mamaku, tapi mamaku lagi asyik dengan cucu kembarnya, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah betapa bahagianya Mamanya Mbak Alfi... salam hormat dan sayang dari aku untuk mamanya ya....

      Delete
  3. pengen banget berkunjung ke panti wreda.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk, kita rencanakan berbagi kebahagian disana yuk...

      Delete
  4. huhuhuhu kenapa jadi sedih bacanya... semoga ortu saya bisa sehat selalu
    eh bener juga mak yg masalah jatuh, bude ku langsung meninggal abis jatuh :-(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan sedih Mak... kita berbagi kebahagian aja sama ortu yuk.... Jatuh memang masalah fatal ya, kalo nggak tulang patah, stroke dan bisa meninggal.... harus safety dimana-mana

      Delete
  5. Liat foto foto penghuni kok rasanya nyesek banget ya.. itukan ibu.. yang ngelahirin... yang ngerawat.. yang membesarkan.. yang bertaruh nyawa. Kok ya tuanya harus sendirian di panti begitu :(((

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak alasan yang ditebar disana Mak.... dan katanya sih tujuannya supaya ada yang merawat lebih baik...hiks....

      Delete
  6. aduh mbak kalau aku kesana pasti meleleh nih air mata

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mak Lidya, apalagi mendengar cerita-cerita perjalanan ibu-ibu tersebut bisa sampai ke sana...

      Delete
  7. iya nenek saya tahun lalu masih sehat bugar, tp abis jatuh jd kluar masuk rumah sakit... semoga beliau sehat walafiat... :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga nenek Mbak Wulan sehat bugar kembali...memamg harus hati-hati kalo sudah berumur ya

      Delete
  8. Saya menarik nafas panjang ...
    Cuma bisa berharap supaya mereka yang di panti ini ... senang ... bahagia ... tentram ...
    Sudah lama juga ya Jun, panti ini ... sejak zaman Presiden Sukarno rupanya

    Salam saya

    (28/2 : 6)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ada Om NH, terimakasih berkunjung kemari. Betul Om, ada rasa sesak melihatnya tetapi juga tidak bisa menyalahkan dengan alasan yang ada. Hanya berdoa semoga saya diberi rezeki untuk bisa mendampingi dan menyayangi orang tua di rumah.....
      Memang sudah lama berdiri dan bangunannya pun termasuk rumah heritage

      Delete
  9. saya pernah ke sini mak sewaktu kuliah dulu, tempantnya bersih sekali..ooya ngomong2 soal panti werdha, saya lg mengerjakan content web panti werdha di Balai Perlindungan Sosial Provinsi Banten mak. Panti ini dikhususkan untuk lansia yang terlantar, alias dah ga ada keluarganya lagi. Wahh di sana tempatnya nyaman sekali, sekamar berdua, makanannya bermenu variasi (kabarnya anggaran makan di panti ini relatif tinggi dibanding panti lain, lansianya juga mandiri dan ceria..wahh saya belum sempet posting ke blog. Tapi bisa melipir nih mah di web yg juga telah kami buat (belum launching) http://www.balinsos-banten.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap, nanti saya mampir ke TKP ya. Wah, persoalnnya akan lebih rumit lagi dong ya Mak kalo lansianya yang terlantar... lebih kompleks

      Delete
  10. Langsung keinget ortu. Ngga bisa selalu deket dengan mereka, karena emang beda domisili kota, smoga orangtua kita slalu diberi kesehatan dan kbahagiaan ya mbaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mak.... mungkin dengan telepon dan doa juga bisa buat kita selalu deket dengan ortu. Salam hormat saya untuk ortunya yah...

      Delete
  11. rasanya ada rasa nggak tega kalau membawa orang tua yang udah sepuh dibawa ke panti ini :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kita termasuk orang-orang yang diberi kesempatan untuk dapat mengurus orang tua dengan baik...Ammmiinnnn

      Delete
  12. di satu sisi kasihan, tapi di sisi lain mungkin ibu-ibu sepuh itu senang bisa kumpul bareng dengan sebayanya.. jadi pengen berkunjung juga ke ini.. apa perlu janji di waktu khusus??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kata pengurusnya, di panti ibu-ibu ini tidak mengalami kesulitan bersosialisasi karena tidak ada gap generasi. Bisa kapan saja berkunjung Mbak, hanya kalo memang mau ada sambutan resmi harus janjian dahulu. Mereka menerima tamu mulai pukul 9.00 pagi.

      Delete
  13. Semoga ibu ibu tersebut selalu diberikan kesehatan ya mba.. Aminn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aammmmiiinnnnnn. Juga kebahagian dan rejeki juga

      Delete
  14. Soal jatuh ini memang bener ya, mbah buyutku meninggal karena jatuh, ibunya teman saya juga begitu.
    Btw, ada rasa tidak tega melihat ibu-ibu sepuh ini, semoga saya diberi rezeki dan kekuatan untuk bisa merawat orang tua.

    ReplyDelete
  15. wah lagi melihat-lihat panti yah, semoga yang disana selalu sehat selalu
    aminnnnnnnnnnnnn

    ReplyDelete
  16. sedih juga kalau melihat orang tua tinggal di panti wreda, ya

    ReplyDelete
  17. Blogwalking..salam kenal
    Wah .. SD saya dulu pas di sebelah panti ini, dan sering main ke sana bersama teman dan guru untuk berrinteraksi dengan para orang tua ini.
    Terimakasih artikelnya, saya jadi bisa bernostalgia :))

    ReplyDelete
  18. mbak Junita...mohon maaf...saya mau kasih award yaa...
    https://embikumiracle.wordpress.com/2014/06/04/liebster-award-dariku-untukmu/
    semoga bisa diterima dengan baik.

    Salam,

    ReplyDelete
  19. ternyata banyak yaa di panti jompo dan kegiatan nya juga pada bermanfaat seperti merajut itu

    ReplyDelete