Friday, July 6, 2018

Karena Green Tea bukan hanya Matcha

Postingan ini sebenernya iseng-iseng aja sih, sejak banyak banget yang menanyakan apa sih bedanya green tea dan matcha. Kenapa saya mesen green tea yang datang hanya teh biasa atau kenapa saya mesen green tea yang datang matcha. Nah, sebelum salah pengertian yuk kita kenali apa saja sih yang dibilang Japanese green tea itu. Kebetulan saat break kampus saya sempet intership di perusahaan teh di Kakegawa, Shizuoka. Saya share ya informasinya.


Japanese green tea atau disebut juga dengan Ocha, berasal dari pohon teh yang seperti kita kenal di Indonesia. Hanya karena perbedaan prosesnya, yang tidak melalui proses roasting (panggang), teh Jepang tetap berwarna hijau sedangkan teh Indonesia pada umumnya berwarna merah atau hitam karena proses roasting tadi. Teh Jepang diproses dengan cara di-steaming (diuap), karena tidak melalui proses roasting, selain warnanya hijau, oksidasinya sedikit, sehingga teh hijau lebih unggul dalam urusan anti oksidan daripada teh yang dipanggang. Proses steaming ini yang akan membedakan jenis-jenis teh hijau. Penghasil terbesar teh di Jepang adalah Perfektur Shizuoka tetapi yang terkenal Uji, Kyoto.



Japanese tea dibedakan berdasarkan proses steaming dan pengeringannya. Ada beberapa jenis teh hijau yang umumnya dijual di Jepang, antara lain


1. Gyokuro, teh paling mahal rasanya.... seperti minum seduhan nori alias teh rumput laut.




2. Matcha, paling populer dan paling banyak dikombinasikan dengan bahan lainnya.



3. Sencha, teh hijau pertama hasil steaming. Rasanya paling masuk ke lidah saya. Sempet diketawain karena ini jenis teh yang paling sederhana dan murah. Duh, gimana ya, abis kita mah orangnya emang cewek simpel sih hehehheheheh



4. Genmaicha, favorit anak-anak SD. Tehnya dicampur dengan beras yang telah diroasting.
5. Hojicha, green tea yang digosongkan/ diroasting, warnanya jadi coklat tapi tidak sepekat teh Indonesia.



6. Kukicha
7 .Bancha


Penyajian teh di Jepang jadi traditional ceremony. terutama yang paling susah buatnya si matcha itu. Saya mencoba membuatnya, ternyata ada syarat membuat matcha yang baik adalah bubble atau busa yang dihasilkan tidak boleh besar-besar. Alat pengocok dan mangkuk teh yang digunakan pun berbeda. Semakin halus busa yang dibuat semakin baik. Selain untuk tea ceremony, matcha paling sering dikombinasikan dengan bahan makanan lain, seperti es krim matcha, roll cake matcha, coklat matcha, dll.

canister penyimpanan teh



Peralatan utama yang dibutuhkan dalam membuat teh tentunya air dengan panas yang telah ditentukan dan berbeda setiap jenis teh nya. Untuk teh tetap awet di simpan dalam canister. dan sendok kayu kecil. Jangan lupa timer untuk waktu penyeduhan yang akurat. you know lah mereka sangat akurat dalam segala hal. O iya, orang Jepang tidak pernah menambahkan gula ke dalam teh. Jadi kalo menemukan produk teh yang ada di supermarket dengan klaim teh Jepang itu tidaklah sepenuhnya benar. Botol kemasan teh ala Jepang tidak pernah ada rasa manis. Kalaupun ada teh jepang dengan rasa manis seperti merek Pokka,  itu sudah bercampur dengan kebiasaan Indonesia yang menyukai teh manis.



Selain untuk upacara, teh di Jepang juga bisa digunakan untuk games tebak rasa teh. Nah, yang jago menebak jenis-jenis teh biasanya orang yang memang memiliki budaya minum teh seperti China dan Vietnam. Saya kedodoran tuh jawab rasa-rasa teh karena memang kita nggak punya kebiasaan minum teh secara spesial seperti negara lainnya. Yang bisa saya jawab sepertinya hanya teh yang memang beda dan unik aja yang bisa saya bedakan, yang lain rasanya sama.

Nah semoga postingan saya ini teman-teman semua sekarang sudah bisa bedain teh hijau dan matcha ya..... Matcha itu pasti teh hijau, tapi tidak semua teh hijau itu matcha....




sumber : The green tea Book, maruyama tea product corporation. maruyamaseicha.co.jp